Turnover Karyawan: Pengertian, Penyebab, Dampak, dan Cara Menurunkannya

Turnover Karyawan: Pengertian, Penyebab, Dampak, dan Cara Menurunkannya

Bagi pemilik usaha, karyawan yang terus keluar-masuk tentu sangat memusingkan. Operasional jadi tidak stabil dan biaya rekrutmen pun membengkak. Jika Anda mengalami situasi yang sama, artinya bisnis Anda memiliki turnover karyawan yang tinggi. Padahal, turnover karyawan adalah salah satu indikator penting kesehatan bisnis. Memangnya, apa itu turnover karyawan? Berikut penjelasan selengkapnya untuk Anda!

Apa Itu Turnover Karyawan?

Turnover karyawan adalah tingkat pergantian tenaga kerja dalam suatu perusahaan yang diukur dari jumlah karyawan yang keluar atau berhenti bekerja dalam periode tertentu, baik bulanan maupun tahunan. Turnover bisa terjadi karena keputusan perusahaan, misalnya berakhirnya kontrak kerja maupun karena inisiatif karyawan sendiri seperti pengunduran diri.

Penyebab Umum Tingginya Turnover Karyawan

Setelah mengetahui pengertian dari turnover karyawan, kini Anda perlu mengetahui mengapa angka ini menjadi tinggi di sebuah perusahaan. Berikut beberapa penyebabnya.

1. Beban kerja tidak seimbang

Karyawan yang terus-menerus dibebani pekerjaan berlebih tanpa dukungan yang memadai cenderung merasa lelah secara fisik maupun mental. Jika kondisi ini berlangsung lama tanpa ada penyesuaian dari perusahaan, karyawan akan kehilangan semangat kerja dan pada akhirnya memilih resign demi mencari lingkungan kerja yang lebih sehat. 

2. Gaji/benefit kurang kompetitif

Ketika kompensasi yang Anda tawarkan tidak sebanding dengan beban kerja, tanggung jawab, atau standar industri sejenis, karyawan akan mudah tergoda untuk menerima tawaran dari perusahaan lain. Terutama, jika tempat lain memberikan gaji atau tunjangan yang lebih baik. 

3. Minim jenjang karier

Karyawan yang tidak melihat peluang untuk naik jabatan atau mengembangkan kemampuannya cenderung merasa stagnan. Ketiadaan arah pengembangan karier yang jelas membuat mereka kehilangan motivasi untuk bertahan lama di perusahaan Anda. 

4. Budaya kerja kurang suportif

Lingkungan kerja yang tidak nyaman, minim apresiasi, atau komunikasi yang buruk antartim dapat menumbuhkan rasa tidak dihargai pada karyawan. Situasi ini sering kali menjadi pemicu utama karyawan mengundurkan diri meski aspek gaji dan jenjang karier sudah memadai. 

Dampak Turnover bagi Bisnis

Turnover karyawan yang tinggi pada sebuah perusahaan tentu bisa memicu kerugian tersendiri. Berikut tiga dampak yang dapat dirasakan oleh perusahaan ketika banyak karyawan yang keluar masuk:

  • Anda perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk memasang lowongan, menyeleksi kandidat, hingga melatih pengganti dari awal. Bahkan, biaya ini bisa membebani anggaran operasional secara signifikan selama tingkat turnover tidak terkendali.
  • Selama posisi yang kosong belum terisi, karyawan lain harus menanggung tugas tambahan di luar tanggung jawabnya. Jika dibiarkan terlalu lama, kondisi ini berisiko memicu kelelahan pada tim yang tersisa dan bisa memunculkan gelombang turnover berikutnya. 
  • Karyawan baru membutuhkan waktu untuk memahami sistem kerja, budaya perusahaan, dan tanggung jawabnya. Selama masa adaptasi ini, produktivitas dan kualitas layanan kepada pelanggan berpotensi menurun.

Rumus dan Cara Menghitung Turnover Rate

Turnover rate dihitung dengan membandingkan jumlah karyawan yang keluar terhadap rata-rata jumlah karyawan dalam periode yang sama, lalu dikalikan 100%.

Turnover Rate = (Jumlah karyawan keluar ÷ Rata-rata jumlah karyawan) x 100%

Sebagai contoh, jika pada Januari perusahaan Anda memiliki 120 karyawan dan pada Desember menjadi 130 karyawan, sementara sepanjang tahun ada 20 karyawan yang keluar, maka rata-rata jumlah karyawan adalah 125. Dengan begitu, turnover rate-nya adalah 20/125 x 100% = 16%. Sebagai gambaran, banyak praktisi HR merekomendasikan agar turnover tahunan idealnya tidak melebihi 10%.

Strategi Menurunkan Turnover Karyawan

Karena berpotensi membawa dampak negatif terhadap kondisi finansial perusahaan, sebaiknya Anda melakukan serangkaian strategi berikut untuk menurunkan angka turnover karyawan:

  • Meningkatkan engagement: Bangun komunikasi terbuka antara manajemen dan karyawan melalui sesi diskusi rutin atau survei kepuasan kerja. Jangan lupa beri apresiasi atas kerja keras mereka, baik dalam bentuk ucapan langsung maupun program penghargaan.
  • Sistem reward yang jelas dan adil: Tetapkan kriteria penghargaan yang transparan dan mudah dipahami oleh seluruh karyawan, misalnya berdasarkan pencapaian target atau masa kerja.
  • Pengembangan karier dan pelatihan berkelanjutan: Berikan kesempatan belajar melalui pelatihan rutin dan jenjang karier yang jelas, sehingga karyawan dapat melihat masa depan yang nyata di perusahaan Anda.

Turnover karyawan merupakan cerminan dari sistem kerja yang belum berjalan optimal. Oleh karena itu, penting bagi Anda membangun sistem kerja yang lebih efisien, misalnya dengan memanfaatkan fitur Manajemen Karyawan dan Shift dari Moka POS.

Dengan Moka POS, Anda dapat mengatur jadwal kerja secara rapi, memantau kehadiran, serta memastikan beban kerja terbagi merata antarkaryawan sehingga operasional bisnis tetap lancar tanpa membebani tim secara berlebihan. Yuk, coba demo gratis Moka POS sekarang dan rasakan sendiri bagaimana pengelolaan karyawan bisa jadi lebih mudah!

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *