Kegunaan Data Penjualan ketika Berbisnis

Kegunaan Data Penjualan ketika Berbisnis

Pernahkah Anda merasa bingung saat harus mengambil keputusan terbaik untuk menaikkan penjualan? Di saat seperti ini, data penjualan bisa membantu! Sebab, data ini mengandung banyak komponen penting yang tidak bisa dianggap remeh untuk mengembangkan bisnis. Apa saja komponennya? Supaya Anda bisa mensukseskan bisnis dari sekarang dengan bantuan data, yuk, simak selengkapnya di artikel ini! 

Apa Itu Data Penjualan?

Data penjualan adalah kumpulan informasi yang mencatat aktivitas penjualan suatu produk atau layanan selama periode waktu tertentu. Data ini mencakup berbagai aspek, termasuk jumlah produk yang terjual, total pendapatan yang dihasilkan, dan informasi terkait seperti lokasi penjualan, jenis produk, dan lain sebagainya. Data penjualan memiliki peran penting dalam mengukur kinerja bisnis, merencanakan strategi pemasaran, serta mengidentifikasi tren konsumen.

Mengenal 4 Komponen Data Penjualan

Bicara tentang data penjualan, ada empat komponen utama yang berperan, di antaranya volume, jumlah, keuntungan, dan market share. Ayo, simak masing-masing penjelasannya di bawah ini!

  1. Volume penjualan

Volume penjualan mengacu pada jumlah produk atau layanan yang terjual selama periode waktu tertentu. Informasi ini penting karena volume penjualan mencerminkan seberapa besar permintaan pelanggan terhadap produk atau layanan Anda. Dengan memahami volume penjualan, Anda dapat mengidentifikasi periode waktu yang berhubungan dengan peningkatan atau penurunan penjualan sehingga dapat mengambil langkah-langkah yang sesuai.

  1. Jumlah penjualan

Jumlah penjualan adalah nilai total dari semua produk atau layanan yang terjual selama periode waktu tertentu. Ini mencakup harga jual produk atau layanan dikalikan dengan jumlah unit yang terjual. Jumlah penjualan adalah indikator langsung dari pendapatan yang dihasilkan oleh bisnis Anda. Dengan memantau jumlah penjualan, Anda dapat melihat bagaimana bisnis Anda tumbuh dari waktu ke waktu.

  1. Keuntungan penjualan

Keuntungan penjualan adalah perbedaan antara pendapatan yang diterima dari penjualan dan biaya produksi atau akuisisi produk. Ini adalah metrik yang sangat penting karena menunjukkan seberapa efisien bisnis Anda dalam menghasilkan keuntungan. Dengan memahami komponen ini, Anda dapat mengidentifikasi produk atau layanan yang memberikan keuntungan tertinggi. Lalu, Anda pun dapat mengurangi biaya untuk meningkatkan keuntungan apabila diperlukan.

  1. Market share

Market share mengacu pada pangsa pasar yang dimiliki oleh bisnis Anda dalam industri atau pasar tertentu. Ini diukur dengan cara membandingkan penjualan bisnis Anda dengan total penjualan dalam pasar tersebut. Mengetahui market share tentu tidak kalah penting karena dapat membantu Anda memahami sejauh mana bisnis mampu bersaing dengan kompetitor lainnya. Jika market share Anda rendah, Anda mungkin perlu mengembangkan strategi pemasaran atau inovasi produk untuk meningkatkan pangsa pasar.

Baca juga: Mengapa Customer Database Penting untuk Loyalty Program Usaha Anda?

6 Fungsi Data Penjualan

Karena dianggap penting bagi keberlangsungan sebuah usaha, tentunya data penjualan memiliki fungsi yang beragam. Berikut enam manfaat sales data yang dapat Anda rasakan!

1. Membantu mengambil keputusan

Data penjualan adalah alat penting yang dapat membantu pemilik usaha mengambil keputusan terbaik. Dengan menganalisis sales data, Anda akan memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang tren pasar, preferensi pelanggan, dan kinerja produk Anda. Informasi ini memungkinkan Anda untuk membuat keputusan strategis, seperti menentukan produk mana yang harus dipromosikan atau menyesuaikan harga jual untuk mengikuti perubahan permintaan.

Data penjualan juga membantu Anda dalam merencanakan strategi pemasaran yang lebih efektif. Dengan melihat histori penjualan, sebagai pemilik usaha, Anda jadi bisa mengidentifikasi waktu terbaik sehubungan dengan peningkatan sales, misalnya seperti selama liburan atau musim tertentu. Ini memungkinkan Anda untuk merencanakan kampanye promosi yang tepat waktu, menargetkan pelanggan dengan penawaran khusus, dan meningkatkan konversi penjualan.

2. Mengevaluasi strategi penjualan

Fungsi berikutnya adalah data penjualan dapat digunakan untuk mengevaluasi efektivitas strategi penjualan bisnis. Ya, dengan data ini, Anda dapat melihat apakah promosi yang Anda lakukan berdampak positif pada penjualan atau justru malah memperburuk kondisi usaha Anda. Misalnya, terdapat penurunan penjualan setelah Anda melakukan perubahan harga akibat peningkatan mutu produk atau layanan. Dengan informasi ini, Anda dapat menyesuaikan strategi penjualan Anda agar lebih efisien dan menguntungkan.

Selain itu, data penjualan juga dapat membantu Anda dalam mengukur kinerja tim penjualan. Sebagai tim marketing, Anda dapat melihat seberapa baik tim penjualan mencapai target sales mereka dan mengidentifikasi area mana yang perlu diperbaiki. Informasi ini dapat membantu Anda memberikan umpan balik kepada tim Anda dan memotivasi mereka untuk mencapai hasil yang lebih baik lagi. Ketika hal itu sudah Anda terapkan, tentunya bisnis dapat berjalan dan berkembang sesuai harapan Anda.

3. Referensi untuk target produktivitas

Data penjualan adalah referensi yang sangat berguna untuk menetapkan target produktivitas. Anda dapat mengatur target penjualan berdasarkan data historis dan proyeksi pertumbuhan bisnis. Hal ini membantu Anda untuk fokus pada pencapaian target dan mengukur apakah bisnis berjalan sesuai dengan rencana.

Dengan membandingkan data penjualan aktual dengan target yang telah ditetapkan, Anda jadi tahu, apakah Anda berada di jalur yang benar atau tidak. Ini memungkinkan Anda untuk mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mencapai target pencapaian bisnis dan memastikan pertumbuhan usaha berjalan dengan baik.

4. Bukti pertanggungjawaban usaha

Data penjualan memberikan bukti konkret tentang kinerja bisnis Anda. Ketika Anda memiliki data yang kuat untuk mendukung pencapaian target penjualan, Anda dapat dengan mudah mempertanggungjawabkan usaha Anda kepada pemegang saham, mitra bisnis, tim manajemen, atau stakeholder lainnya.

Ketika Anda sudah memiliki bukti pertanggungjawaban yang jelas dan terukur, tentunya ini dapat menjadi dasar untuk mengambil tindakan perbaikan jika target tidak terpenuhi. Di samping itu, stakeholder yang memiliki peran penting dalam bisnis pastinya juga akan lebih senang dengan perusahaan yang mempunyai bukti penjualan dan arus kas bisnis.

5. Mengidentifikasi produk yang paling populer

Dalam inventaris Anda mungkin ada berbagai produk atau layanan yang ditawarkan. Data penjualan membantu Anda mengidentifikasi produk yang paling populer di antara pelanggan Anda. Ini dapat membantu Anda dalam merencanakan stok, promosi, dan pengembangan produk lebih lanjut. Dengan informasi ini, Anda dapat mengalokasikan sumber daya secara lebih baik lagi. Lalu, Anda juga bisa lebih fokus pada produk yang paling menguntungkan dan menghindari penyimpanan berlebih yang dapat mengurangi efisiensi operasional Anda.

6. Pelengkap database bisnis

Data penjualan juga merupakan bagian penting dari database bisnis Anda. Informasi ini melengkapi profil pelanggan, catatan pembelian, dan informasi lainnya yang dapat membantu Anda memahami pelanggan dengan baik. Semakin lengkap dan akurat data penjualan Anda, semakin baik pula Anda dapat memahami perilaku konsumen dan menghadirkan layanan yang sesuai.

Dampak signifikannya lagi adalah sales data dalam database bisnis Anda dapat mempermudah perusahaan menyusun strategi pemasaran yang lebih personal untuk setiap pelanggan. Sehingga, nantinya penawaran produk akan bersifat lebih dekat dan relate supaya mampu meningkatkan pengalaman pelanggan secara keseluruhan.

Baca juga: Faktur Pembelian adalah: Pengertian, Fungsi, dan Contoh

Cara Membaca dan Menganalisa Data Penjualan

Menggunakan data penjualan dengan bijak adalah salah satu kunci kesuksesan bisnis. Jika Anda masih bingung, berikut adalah cara membaca dan menganalisis data penjualan dengan tepat.

1. Rapikan data yang dimiliki

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan saat ingin membaca dan menganalisa data penjualan adalah memastikan data tersebut dalam kondisi yang baik. Tentu, data yang tidak teratur atau tidak terstruktur akan sulit untuk dianalisis. Pastikan Anda memiliki sistem yang rapi untuk menyimpan data penjualan usaha dan pastikan data tersebut selalu diperbarui secara real-time.

Jika Anda memiliki banyak data yang belum terorganisasi dengan baik, pertimbangkan untuk menggunakan perangkat lunak atau sistem manajemen data. Sehingga, Anda bisa mengelola data dengan lebih efisien, baik dari segi waktu maupun tenaga. Data rapi yang bisa segera dianalisis pastinya akan memudahkan Anda dalam mengambil keputusan berdasarkan fakta di lapangan.

2. Pastikan datanya lengkap

Data penjualan yang lengkap sangat penting. Hal ini mencakup beberapa informasi, seperti tanggal penjualan, nomor transaksi, jumlah produk yang terjual, harga produk, sampai data pelanggan bisnis Anda. Data yang lengkap memungkinkan Anda untuk melakukan analisis yang lebih mendalam dan akurat.

Sebagai contoh, data yang mencakup informasi tentang siapa yang membeli produk, kapan produk dibeli, dan seberapa sering produk tersebut dibeli, dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang perilaku pelanggan usaha Anda. Informasi tersebut nantinya akan membantu Anda dalam mengidentifikasi tren penjualan dan mengambil tindakan yang sesuai.

3. Amati data penjualan berulang dan baru

Penting untuk melihat data penjualan Anda secara berkala. Maka dari itu, amati tren jangka panjang dengan memeriksa data penjualan berulang dari periode ke periode. Ini membantu Anda melihat apakah ada tren pertumbuhan atau penurunan dalam bisnis Anda. Selain itu, perhatikan juga data penjualan baru yang masuk.

Peningkatan atau penurunan tajam dalam penjualan produk tertentu dapat membawa angin segar atau masalah serius dalam bisnis Anda. Misalnya, jika Anda melihat bahwa penjualan produk tertentu terus menurun selama beberapa bulan terakhir, hal ini mungkin menjadi tanda bahwa produk tersebut tidak lagi diminati oleh pelanggan. Dalam hal ini, Anda dapat mempertimbangkan untuk mengubah strategi pemasaran atau bahkan menghentikan penjualan produk tersebut.

4. Perhatikan detail penjualan tiap produk

Saat menganalisa data penjualan, jangan lupa untuk memeriksa detail penjualan tiap produk, ya! Ini mencakup informasi tentang produk mana yang paling laku, margin keuntungan dari tiap produk, dan apakah ada produk yang sering mengalami pengembalian atau retur. Informasi ini membantu Anda untuk mengoptimalkan portofolio produk Anda, fokus pada produk yang paling menguntungkan, dan mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan.

Dengan melihat detail penjualan, Anda dapat menentukan produk-produk yang perlu dipromosikan secara lebih gencar atau ditingkatkan kualitas bahan bakunya. Anda juga dapat mengidentifikasi produk yang mungkin perlu dicabut dari daftar penjualan bisnis Anda jika barang-barang tersebut terus menimbulkan kerugian bagi perusahaan.

5. Tentukan periode waktu yang ingin diamati

Pemilihan periode waktu sangat penting jika ingin menganalisis data penjualan. Anda dapat memilih untuk melihat data penjualan harian, mingguan, bulanan, atau tahunan, bergantung tujuan analisis Anda. Misalnya, jika Anda ingin melihat tren musiman, data bulanan mungkin akan lebih relevan. Sementara itu, untuk mengidentifikasi tren jangka panjang, data tahunan bisa menjadi patokan yang jelas bagi Anda.

Selain keuntungan di atas, memilih periode waktu yang tepat juga dapat membantu Anda dalam membuat perencanaan bisnis jangka panjang. Dengan melihat data penjualan selama beberapa tahun terakhir, Anda dapat mengidentifikasi pola pertumbuhan bisnis dan mengambil langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kinerja di masa depan. Peningkatan performa bisnis tentu menjadi hal penting bagi setiap pelaku usaha, bukan?

Baca juga: Jenis Laporan Keuangan, Pengertian, dan Fungsinya dalam Bisnis

Contoh Data Penjualan

Meski sudah menyimak penjelasan di atas, beberapa dari Anda mungkin masih bingung dengan contoh data penjualan yang penting bagi kelangsungan bisnis. Memang, ada beberapa jenis contoh sales data yang biasa dipakai oleh perusahaan, di antaranya laporan per transaksi penjualan, laporan penjualan per waktu, dan data penjualan terlengkap.

  1. Laporan per transaksi

Pada laporan per transaksi penjualan, hal-hal yang tercantum di dalamnya meliputi setiap pembelian yang dilakukan oleh pelanggan. Dari data ini, Anda dapat mengevaluasi aktivitas penjualan yang dilakukan oleh tim penjualan Anda. Laporan ini juga mencakup informasi tentang total penjualan dari masing-masing pelanggan, sehingga Anda dapat mengidentifikasi jenis produk yang diminati oleh setiap konsumen.

  1. Laporan penjualan pada waktu tertentu

Laporan penjualan pada rentang waktu tertentu ini disusun berdasarkan waktu yang dipilih sesuai kebutuhan perusahaan. Laporan ini berisi data penjualan selama periode tertentu yang dapat disusun per jam, per kuartal, bulanan, atau tahunan.

Laporan penjualan ini akan mempermudah Anda untuk membandingkan pertumbuhan bisnis dari waktu ke waktu sekaligus memberikan gambaran proyeksi bisnis Anda pada jangka waktu tertentu di masa yang akan datang.

Selain data penjualan internal, perusahaan juga perlu mengakses data penjualan dari pesaing sebagai alat pembanding dan bahan evaluasi. Namun, supaya bisa mendapatkan informasi tersebut, Anda tentu perlu meneliti pasar secara cermat.

  1. Data penjualan terlengkap

Seperti namanya, contoh data penjualan ini mengandung informasi yang sangat terperinci tentang penjualan. Beberapa dari detail yang tersedia meliputi data produk, nama penjual (sales), nama pembeli, nomor referensi, serta rincian nilai penjualan.

 

Sekarang Anda sudah mengerti betul tentang data penjualan yang mempengaruhi keberlangsungan sebuah usaha. Supaya Anda dapat segera mempraktekannya dalam berbisnis, pastikan Anda mengenal komponen utama sales data yang terdiri dari volume penjualan, jumlah penjualan, keuntungan penjualan, dan market share.

Kemudian, pahami juga keenam fungsi data ini bagi bisnis Anda sehingga bisa membantu mengambil keputusan terbaik, mengevaluasi strategi usaha, menargetkan produktivitas bisnis, melengkapi database perusahaan, mengidentifikasi performa setiap produk, dan memberikan bukti pertanggungjawaban untuk para stakeholder perusahaan.

Supaya tidak bingung saat ingin mempraktekkannya, ikuti kelima cara membaca dan menganalisis data di atas dan buat laporan berdasarkan jenis yang paling dibutuhkan perusahaan. Mari permudah pembuatan sales data Anda dengan menerapkan sistem Point of Sale dari Moka POS. Klik link di sini untuk mencoba dan mendaftar layanan tersebut!

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *