7 Tren Bisnis Kuliner di Era New Normal, Wajib Dipelajari!

7 Tren Bisnis Kuliner di Era New Normal, Wajib Dipelajari! – Usaha kuliner bisa dibilang jadi salah satu bisnis yang paling mampu bertahan dan mengalami banyak tantangan perubahan di masa pandemi COVID-19 ini.

Menjalankan bisnis di tengah pandemi bukanlah hal yang mudah. Tidak sedikit pula pebisnis yang mengalami kerugian atau terancam bangkrut. Apa saja pelajaran yang perlu didalami dari kejadian ini? Bagaimana seharusnya para pemilik bisnis kuliner bisa bertahan di era kenormalan baru nanti?

Yuk, simak 7 bocoran tren bisnis kuliner di era new normal yang wajib Anda pelajari.

7 Tren Bisnis Kuliner di Era New Normal, Wajib Dipelajari!

1. Maksimalkan kebersihan dan keamanan produk

cloud kitchen di indonesia - mementingkan packaging makanan - Tren Bisnis Kuliner di Era New Normal

Ini dia tren bisnis kuliner di era new normal yang pertama. Kejadian pandemi global COVID-19 membuat konsumen menjadi semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan, termasuk prosedur kesehatan dalam menyajikan makanan dan minuman.

Kesadaran ini juga melahirkan permintaan untuk lebih transparan akan sumber dan keamanan bahan baku Anda.

Konsumen pun jadi lebih rasional dan berhati-hati saat memilih makanan. Untuk meyakinkan kesehatan dan keamanan produk, manfaatkan akun media sosial bisnis Anda dan tampilkanlah seluruh proses pembuatan dan penjelasan sumber bahan baku makanan atau minuman Anda.

Baca juga: Ide Bisnis Makanan Ringan dari Berbagai Camilan Khas

Praktikkan protokol kesehatan sesuai dengan arahan pemerintah dan WHO dan perlihatkan bahwa bisnis Anda disiplin dalam menjaga kebersihan dan kesehatan pegawai. Supaya prosedur kebersihan dan keamanan produk Anda semakin meyakinkan, Anda bisa juga coba lakukan perubahan kemasan delivery Anda.

Misalkan, ganti bahan packaging produk dengan bahan yang mudah dibersihkan dengan desinfektan. Jangan lupa untuk terus memperbaiki pengalaman konsumen dengan memberikan apa yang mereka butuhkan sebaik mungkin.


2. Tren makanan segar siap masak

daging - makanan mentah

Selain masalah prosedur kesehatan penyajian makanan,  pandemi COVID-19 juga membuat konsumen semakin hati-hati dalam memilih jenis makanan. Selama menjalani karantina PSBB dan kerja dari rumah, konsumen jadi lebih banyak mencari makanan yang lebih bernutrisi dan mulai meninggalkan makanan kemasan kaleng atau makanan beku.

Selain itu, video-video tutorial memasak jadi semakin populer karena konsumen jadi lebih lama di dapur dan senang mencoba masak sendiri.

Minat untuk beli makanan matang atau makan di luar pun juga cenderung menurun. Adanya demand ini bisa jadi kesempatan bagi Anda untuk membuat menu makanan sehat yang mudah disiapkan dan bisa dimasak sendiri oleh konsumen.

Baca juga: 5 Tips Mengelola Bisnis Franchise ala Holdak Crispy Chicken Indonesia

Ubah bentuk menu sehat Anda jadi paket Do It Yourself (DIY) yang isinya bahan baku lengkap dengan bumbu menu Anda. Kemaslah bahan-bahan tersebut dengan baik dan higienis. Lalu, sertakan informasi cara memasak serta resep seru yang mudah diikuti konsumen.

Anda juga bisa posting konten kreasi menu makanan tersebut di media sosial produk Anda supaya semakin banyak yang penasaran dan ingin coba.


3. Prioritaskan keamanan pekerja, pelanggan, dan tempat restoran

Cara Membuat Jadwal Kerja Shift Karyawan Supaya Efektif

Pegawai bisnis kuliner bisa dibilang sebagai salah satu pihak yang berada di garda terdepan saat pandemi COVID-19. Mereka tetap melayani pesanan pelanggan ketika perusahaan lain bisa bekerja di rumah. Maka dari itu, mereka patut diapresiasi dan dijaga kesejahteraannya.

Anda bisa berikan tambahan waktu cuti untuk pekerja sebagai bentuk penghargaan. Jika bisnis Anda cukup stabil dan mampu memberikan bonus, sisihkan untuk hal tersebut. Selain itu, jaga juga keamanan dan kesehatan mereka di tempat kerja.

Baca juga: 23 Ide Bisnis Sampingan Terbaik Sebagai Sumber Pendapatan Pasif

Sebelum Anda kembali menjalankan usaha, penting untuk mengetahui tren bisnis kuliner di era new normal ini. Pastikan perusahaan Anda sudah menerapkan peraturan yang sesuai dengan protokol kesehatan dan keamanan pekerja yang berlaku.

Jaga dan awasi kesehatan pekerja, lakukan sanitasi dapur dan restoran secara rutin, buat petugas khusus untuk mengontrol pelanggan yang masuk restoran, cek kesehatan mereka. Tetap konsisten dan disiplin dalam penerapan aturan agar bisnis Anda tetap aman untuk semua pihak.


4. Tren makanan sehat berbahan sayur

cloud kitchen di indonesia - mementingkan packaging makanan (1)

Selama pandemi berlangsung, banyak yang mendapat informasi bahwa sumber pembawa COVID-19 adalah hewan. Di China, jumlah konsumsi daging berkurang secara signifikan setelah adanya informasi tersebut. Kesehatan dan keamanan daging jadi kurang dipercaya.

Hal ini memunculkan potensi besarnya minat makanan yang terbuat dari sayur-sayuran segar sebagai pengganti makanan bersih. Konsumen juga akan lebih yakin dengan kebersihan dan keamanan makanan saat mereka memasak sendiri.

Baca juga: 7 Tips Agar Usaha Rumahan Makin Sukses Pasca COVID-19

Makanan dan suplemen berbahan aman dan alami pun berpotensi jadi pilihan konsumen. Adanya kesadaran akan menjaga kesehatan akan membuat konsumen mengurangi konsumsi makanan kurang sehat dan lebih memprioritaskan produk seperti suplemen yang dapat meningkatkan imunitas.


5. Meningkatnya layanan food delivery

online delivery - jasa antar makanan - pizza - Agar Bisnis Tetap Bertahan Saat Wabah Corona - 7 Tips Agar Usaha Rumahan Makin Sukses Pasca COVID-19

Apa tren bisnis kuliner di era new normal yang selanjutnya? Seperti yang telah disadari, layanan pesan antar makanan jadi penolong paling berjasa bagi konsumen yang sedang ingin menikmati makanan restoran. Semakin banyak pula konsumen yang nyaman dan terbiasa untuk menggunakan layanan delivery.

Di masa transisi ini, meski sudah ada beberapa yang mau keluar dan mendatangi restoran, tidak sedikit jumlah orang yang masih sangat berhati-hati dan membatasi kegiatan di luar rumah.

Baca juga: 15 Cara dan Tips Memulai Bisnis Kuliner Hingga Sukses Bagi Pemula

Maka dari itu, perusahaan perlu antisipasi untuk terus memaksimalkan layanan ini, meski saat keadaan sudah pulih total nanti. Terus perbaiki pengalaman pesan antar konsumen Anda dengan jaga kebersihan, gunakan packaging yang aman, dan permudah akses pemesanan makanan untuk semua kalangan usia.

Di Tiongkok, banyak orangtua yang sudah mengetahui betapa praktis dan mudahnya pesan makanan dengan aplikasi online. Hal ini juga perlu diantisipasi oleh warga Indonesia. Buatlah tampilan aplikasi atau gambar di media sosial yang jelas, ukuran besar, dan user interface yang mudah dipahami.


6. Meningkatnya penjualan dessert dan comfort food lainnya

bisnis kue - dessert

Situasi tidak pasti, keadaan ekonomi memburuk, dan banyak hal tak terduga lainnya menimpa banyak orang di tengah pandemi global ini.

Masa-masa berat ini membuat konsumen cenderung stres dan mencari hiburan untuk diri sendiri, salah satunya dengan memesan dessert atau makanan kesukaan mereka.

Di Tiongkok, seiring bertambahnya tingkat stres para konsumen, comfort food seperti es krim, coklat, snack, dan makanan sejenisnya mengalami peningkatan jumlah penjualan.

Menurut data Kantar, pada pekan awal tahun baru imlek 2020 ini, di Tiongkok terdapat peningkatan jumlah penjualan es krim 30% lebih banyak dibandingkan pada tahun 2019 di periode yang sama.

Baca juga: 13 Cara Agar Bisnis Tetap Bertahan Saat Wabah Corona

Makanan ringan yang dijual di minimarket pun juga mengalami peningkatan pada 25 Januari hingga 7 Februari 2020 sebanyak 17% lebih banyak dari tahun 2019 periode 2-15 Februari.

Dari data tersebut, Anda juga bisa mengantisipasi antusiasme konsumen terhadap comfort food dengan meningkatkan kualitas produk yang ada atau bahkan mengembangkan kreasi variasi baru.


7. Selalu pantau situasi serta respon dan kebutuhan konsumen

Desa-Desa Resto Resep Rahasia Bisnis Resto dan Kafe Masa Kini (3)

Salah satu pelajaran utama yang didapat dari pandemi COVID-19 ini adalah pentingnya kemampuan berinovasi dengan apa pun yang ada di hadapan kita. Tantangan demi tantangan datang membuat banyak perubahan tak terduga kepada keuangan bisnis.

Ketika menghadapi masa sulit seperti ini, usahakan tetap terus kumpulkan apapun yang Anda miliki dan buatlah kreasi dan strategi sebaik mungkin. Sesuaikan ide dan strategi Anda dengan menganalisis keadaan sekitar dan cari tahu apa saja yang sedang dibutuhkan oleh konsumen. Salah satu caranya adalah dengan membatasi ketersediaan menu.

Pilihlah menu-menu tertentu yang jadi best sellers dari perusahaan Anda. Dengan cara ini, Anda meringankan beban staf dapur sekaligus mengurangi kebutuhan bahan baku selain menu pilihan tersebut. Penyediaan makanan lebih maksimal, pengurangan jumlah staf dapur juga dapat dilakukan dengan baik.

Baca juga: 7 Peluang Bisnis Rumahan Pasca COVID-19 yang Bakal Laris Manis

Gunakan media sosial atau website perusahaan Anda untuk terus berkomunikasi dan menjalin hubungan baik dengan konsumen Anda. Lakukan yang terbaik demi keamanan dan kenyamanan konsumen.

Kemampuan bertahan dan beradaptasi benar-benar diperlukan untuk bertahan di masa-masa sulit seperti saat ini. Untuk bertahan, tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan strategi yang matang.

Jangan lupa, selagi Anda fokus untuk mengembangkan bisnis, serahkanlah urusan pencatatan penjualan kepada aplikasi kasir terintegrasi Moka POS. Dengan Moka, Anda bukan cuma bisa merekap penjualan secara otomatis, melainkan mengelola daftar bahan baku, mengelola karyawan, membuat promosi pada pelanggan dalam program loyalty, dan masih banyak lagi.

Dengan begitu, Anda pun bisa lebih siap menjalani era new normal dan lebih fokus untuk melebarkan sayap bisnis Anda. Mau coba gratis Moka POS selama 14 hari?

Similar Posts