Omnichannel Marketing:  Definisi, Contoh, dan Pentingnya bagi Bisnis

Pernahkah Anda menemukan iklan sebuah produk yang berseliweran di berbagai platform seperti Facebook, Google, Instagram, Website, dan TikTok. Ya, Itu merupakan sebagian contoh dari omnichannel marketing.

Karena setiap kanal memiliki karakteristik yang berbeda-beda, maka dibutuhkanlah strategi omnichannel marketing. Lantas, apa itu strategi omnichannel marketing dan bagaimana cara melakukannya? Simak selengkapnya melalui artikel ini!


Apa itu Omnichannel Marketing?

Omnichannel adalah 2

Omnichannel marketing adalah strategi komunikasi kepada konsumen yang dilakukan secara konsisten dan terintegrasi pada masing-masing kanal pemasaran yang digunakan.

Alasan adanya strategi marketing ini adalah karena perbedaan pola perilaku konsumen dan perkembangan teknologi.

Misal, orang kini sudah tidak punya banyak waktu untuk pergi ke toko untuk membeli baju, atau saat ini orang hanya berfokus pada satu media sosial saja dan bahkan kini orang-orang cenderung menggunakan semua platform yang tersedia.


Kenapa Strategi Omnichannel Marketing Penting?

Ada beberapa alasan kenapa strategi marketing omnichannel itu penting, yaitu:

1. Membangun pengalaman positif konsumen

Omnichannel marketing memungkinkan Anda membangun pengalaman positif kepada konsumen. Hal ini karena pada skema omnichannel, konsumen lebih mudah mendapatkan kebutuhan terkait barang yang akan dibeli.

Selain itu, perbedaan karakteristik konsumen di setiap kanal, membuat Anda bisa melakukan personalisasi yang berbeda-beda. Sehingga konsumen bisa lebih terhubung dan relate dengan produk Anda.

Pengalaman konsumen ini penting karena mampu membuat konsumen tersebut melakukan repeat order.

2. Meningkatkan brand recall

Kunci dari strategi omnichannel marketing adalah konsistensi pada lintas platform sehingga terciptalah brand recall pada produk Anda.

Brand recall inilah yang memungkinkan konsumen memiliki persepsi yang sama terhadap produk Anda di seluruh platform atau kanal penjualan Anda.

Dengan adanya persepsi brand yang sama, konsumen akan jadi lebih aware terhadap brand Anda. Sehingga produk Anda lebih dikenal.

3. Meningkatkan keuntungan

Marketing omnichannel yang optimal membantu Anda memaksimalkan keuntungan dari setiap platform yang digunakan.

Misal, saat ini Anda mendapatkan keuntungan bersih sekitar Rp50 juta  melalui Instagram, dengan adanya omnichannel, Anda bisa mendapatkan keuntungan tambahan 100% melalui TikTok.


Komponen Penting Omnichannel Marketing

Omnichannel adalah 4

Ada lima komponen penting dalam menerapkan strategi omnichannel marketing, yaitu:

  • Kenyamanan, bagaimana konsumen mampu mendapatkan segala kebutuhan berbelanjanya. Termasuk kesesuaian terhadap search intent, informasi, dan ketersediaan produk.
  • Konsistensi, bagaimana produk yang Anda sampaikan kepada konsumen tetap sama di setiap platform.
  • Personalisasi, bagaimana setiap platform tetap relevan dengan jenis audiens platform tersebut. Misal, audiens Instagram dari segi umur dan ketertarikan konten berbeda dengan TikTok.
  • Kekuatan, bagaimana Anda bisa membantu konsumen dalam memilih produk terbaik. Misalnya melalui informasi diskon, keunggulan produk, waktu pembelian, dan metode pembayaran.
  • Teknologi. tools apa yang Anda gunakan untuk mengadakan sistem omnichannel pada toko Anda.

Tips Optimalkan Strategi Omnichannel Marketing

Berikut beberapa tips untuk mengoptimalkan strategi omnichannel marketing bisnis Anda.

1. Buat perencanaan omnichannel

Langkah awal, Anda bisa memetakan kanal yang ingin digunakan. Misal, Instagram, Facebook, atau mesin pencari Google.

Selanjutnya pahami audience masing-masing platform tersebut. Kemudian buat perencanaan seperti flowchart bagaimana Anda bisa menyampaikan produk Anda menjadi sebuah pengalaman yang baik bagi konsumen.

2. Identifikasi masalah dan peluang berdasarkan data

Setelah membuat perencanaan, saatnya Anda identifikasi masalah atau peluang yang mungkin terjadi pada tahapan pelayanan konsumen yang sudah dibuat.

Setelah itu buat solusi pada setiap kanal dan perencanaan cadangan pada kondisi tertentu, apabila proses pemasaran mengalami kendala.

3. Buat customer’s journey

Selanjutnya adalah membuat customer’s journey yaitu mengidentifikasi perilaku audience mulai dari tahapan awareness, consideration, hingga conversion.

Misal, konsumen toko Anda adalah mahasiswa dan karyawan swasta. Dari kedua konsumen tersebut dari mana kemungkinan mereka mengenal produk Anda.

Apa keputusan yang mempengaruhi mereka dalam membeli produk Anda, serta berapa besaran jumlah yang dikeluarkan untuk membeli produk Anda.

Dengan membuat customer’s journey, Anda nantinya punya gambaran untuk menetapkan strategi omnichannel marketing yang akan diterapkan.

4. Buat konten marketing yang sesuai

Langkah berikutnya yang tidak kalah penting adalah konten marketing yang sesuai dengan masing-masing kanal. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, masing-masing kanal memiliki perilaku audience yang berbeda-beda.

Mengirimkan pesan yang keliru kepada audience yang keliru serta waktu yang keliru dapat memberikan disengagement konsumen.

Konsumen pada akhirnya tidak merasa relate pada produk Anda yang pada akhirnya mempengaruhi brand awareness Anda.

5. Gunakan omnichannel platform yang tepat

Terakhir, pilihlah omnichannel platform yang tepat. Platform yang tepat akan memudahkan Anda dalam mengelola setiap transaksi.

Anda bisa buat website toko online sendiri untuk menghimpun data konsumen, pembayaran, serta pembuatan katalog.


Selain memberikan pengalaman yang baik pada konsumen, integrasi tools pada website toko online juga memudahkan Anda mendapatkan data konsumen yang nantinya digunakan untuk membangun strategi bisnis kedepannya.

Salah satu yang bisa Anda gunakan adalah GoStore yang hadir sebagai penyedia platform website toko online dan mampu terhubung dengan platform lain seperti Instagram, Facebook, dan Google.

Dengan GoStore, Anda juga bisa mendapatkan laporan transaksi harian serta laporan stok barang secara komprehensif.

Gunakan GoStore sekarang untuk kembangkan strategi marketing omnichannel Anda.


Similar Posts