Omnichannel Adalah: Definisi, Contoh, dan Tips Suksesnya

Omnichannel adalah istilah yang mungkin asing di telinga Anda, tetapi sejatinya sudah dilakukan secara tidak langsung oleh Anda saat ini.

Istilah omnichannel hadir bersamaan dengan perkembangan teknologi dan berjalannya era globalisasi. Istilah ini juga erat kaitannya dalam dunia bisnis.

Lalu, apa itu omnichannel dan bagaimana penerapannya terutama pada bisnis ritel? Simak jawabannya melalui artikel ini.


Omnichannel Adalah

cara sukses jualan online 004 - omnichannel adalah

Omnichannel adalah satu istilah yang berasal dari dua kata berbeda yaitu omni dan channel. Omni berarti satu-kesatuan atau keseluruhan, sedangkan channel adalah saluran.

Pada bisnis tradisional, orang cenderung mengenal channel penjualan hanya berada pada satu tempat. Misal, toko offline saja. Bahkan lebih spesifik seperti mall, ruko, atau rumah.

Seiring berkembangnya teknologi dan juga perilaku konsumen yang berubah, orang mulai mengenal multichannel yang memungkinkan konsumen dapat membeli produk dari berbagai channel. Misal, website, e-commerce, toko, dan media sosial.

Belakangan, multichannel berevolusi di mana setiap channels tadi saling berhubungan dan tidak terpisahkan. Orang dengan mudahnya mampu mengakses berbagai channel dalam satu tempat secara konsisten. Nah ini lah yang disebut sebagai omnichannel.

Singkatnya, omnichannel adalah gabungan beberapa channel yang saling terintegrasi ke dalam satu sistem. Alih-alih bekerja secara paralel, channel penjualan yang berbeda bekerja secara bersamaan.

Baca juga:  5 Tips Jitu Membuat Iklan di Media Sosial yang Berhasil 


Contoh Penerapan Omnichannel

Jualan online paling laku 2 - omnichannel adalah

omnichannel hadir memberikan pengalaman terbaik bagi konsumen dalam berbelanja karena kemudahan akses transaksi dan informasi. Pada multichannel, orang sulit berpindah atau meneruskan transaksinya dari satu channel ke channel lain.

Misalnya, pelanggan A membeli produk Anda dari website. Namun ternyata, pelanggan tersebut lebih memilih untuk membelinya melalui e-commerce karena adanya promo.

Sayang, website toko Anda tidak terhubung dengan e-commerce dan hanya memiliki pintu pembayaran yang disediakan oleh website.

Contoh lainnya, pelanggan B melihat produk Anda di media sosial, tetapi informasi yang ada di dalamnya hanya sedikit. Tapi karena media sosial toko Anda tidak terhubung dengan website toko, pelanggan jadi enggan untuk membelinya.

Berbeda dengan omnichannel di mana ketika pelanggan C menemukan foto produk Anda di media sosial. kemudian ketika foto itu diklik, ternyata foto tersebut langsung terhubung ke website toko.

Sampai di website toko, pelanggan pun ternyata masih bisa mengakses ke platform lain. Misalnya, Facebook, TikTok Shop, bahkan e-commerce.

Baca juga: 5 Cara Membuat Website Toko Online untuk Pebisnis Pemula


Manfaat Omnichannel adalah Sebagai Berikut

Jualan online paling laku 1 omnichannel adalah

Keberadaan omnichannel memberikan beberapa manfaat di antaranya sebagai berikut.

Membangun kepercayaan konsumen

Katakanlah konsumen A ingin membeli sepatu dan teman merekomendasikan untuk membelinya di toko Anda. Ia pun mencari toko Anda di media sosial dan Google. Namun Ia tidak menemukan informasi apapun.

Sebaliknya, konsumen sudah menemukan media sosialnya, tetapi Anda hanya memiliki transaksi melalui WA. Tidak ada e-commerce atau website.

Jelas, hal tersebut mampu mengurangi rasa kepercayaan konsumen kepada toko Anda. Apalagi saat ini banyak modus penipuan jualan online di media sosial yang biasanya ditandai hanya memiliki satu saluran transaksi.

Menciptakan pengalaman terbaik berbelanja bagi konsumen

Dengan omnichannel, Anda bisa membantu konsumen untuk menemukan kebutuhannya dalam berbelanja.

Konsumen dapat lebih mudah mengakses informasi dan transaksi toko dari satu saluran ke saluran lainnya sehingga mampu menciptakan pengalaman terbaik bagi konsumen.

Pengalaman berbelanja yang baik ini juga nantinya berdampak pada kepuasan pelanggan sehingga bukan tidak mungkin Anda memiliki pelanggan setia.

Baca juga: E-commerce: Pengertian, Jenis, Contoh, dan Manfaat untuk Bisnis

Menjangkau lebih banyak konsumen

Setiap platform memiliki karakteristik audience tersendiri. Bisa saja orang yang menggunakan Facebook tidak menggunakan Instagram atau ada orang yang hanya menggunakan Instagram untuk berbelanja dan sebaliknya.

Perbedaan ini bisa dijangkau apabila Anda memiliki platform omnichannel. Anda bisa menjangkau lebih banyak konsumen dari platform yang berbeda dalam satu waktu.

Misalnya, fokus Anda pertama lewat Instagram. Namun dengan omnichannel, Anda juga bisa menjangkau konsumen yang berasal dari mesin pencari, Facebook, atau e-commerce.

Di mana tadinya, Anda memiliki 100 konsumen di Instagram, bertambah menjadi 300 konsumen baru dari platform di luar Instagram.

Karena sifatnya real-time, omnichannel mampu mempermudah pekerjaan

Sistem omnichannel bersifat real-time. Itu artinya setiap pelanggan melakukan aktivitas di berbagai platform atau channel toko Anda, semuanya terintegrasi dan terekam dalam satu sistem.

Melacak pesanan yang belum terkirim, belum dibayar, waktu pembayaran atau komunikasi dengan pelanggan bisa dipantau secara real-time dan otomatis.

Hal ini tentu membantu mempermudah pekerjaan Anda maupun staf toko Anda dalam mengelola transaksi.

Mampu mendapatkan data komprehensif tentang konsumen

Dengan platform omnichannel Anda bisa mengetahui usia, gender, rata-rata produk yang dibeli, rata-rata uang yang dikeluarkan, dan lokasi konsumen.

Keterbukaan data tersebut bisa Anda manfaatkan untuk mengembangkan produk Anda atau membantu dalam menentukan keputusan bisnis ke depannya.


4 Tips Mengaplikasikan omnichannel

cara sukses jualan online 003

1. Mulai dari membuat berbagai macam channel jualan

Langkah awal dalam menggunakan omnichannel adalah dengan menambahkan channel yang lain.

Misal, Anda saat ini berfokus berjualan di Instagram. Dari situ, Anda bisa membuka channel baru. Misal menerima pemesanan melalui direct message, Whatsapp, e-commerce, atau membuat website sendiri.

Mulai dari situ, Anda bisa mengidentifikasi, channel mana yang lebih banyak diakses oleh konsumen. Siapa saja mereka, berapa jumlah transaksi, produk apa yang paling laku, dan lain sebagainya.

2. Pahami pelanggan

Setelah menganalisis setiap channel, kemudian Anda pahami setiap konsumen pada masing-masing channel.

Misal, dari golongan mana saja orang yang membeli via direct message, e-commerce, maupun website. Setelah itu, Anda klasifikasikan atau segmentasikan setiap konsumen pada masing-masing channel.

Dengan begitu, pada setiap channel, Anda memiliki strategi pemasaran tersendiri atau channel mana yang bisa Anda optimalkan promosinya.

3. Personalisasi setiap platform channel 

Setelah mensegmentasi konsumen, saatnya Anda melakukan personalisasi pada tiap channel.

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, tiap platform memiliki karakteristik audience berbeda-beda.

Misal, audience Instagram lebih mengedepankan visual dan edukasi. audience TikTok lebih mengedepankan hiburan dan video, dan lain sebagainya.

Dengan melakukan personalisasi, Anda bisa mengoptimalkan setiap channel agar bisa mendapatkan konsumen yang lebih banyak.

4. Gunakan platform yang tepat

Saat ini banyak platform omnichannel yang bisa Anda gunakan sesuai dengan kebutuhan dan skala usaha Anda.

Pemilihan platform omnichannel yang tepat mampu membantu Anda memaksimalkan aktivitas usaha yang Anda sediakan di berbagai channel lain. Salah satu platform omnichannel yang bisa Anda pilih adalah GoStore.

GoStore adalah platform pembuatan website toko yang dapat Anda hubungkan ke berbagai platform channel lainnya. Melalui GoStore, Anda bisa membuat katalog produk secara terpusat yang bisa Anda sambungkan di Instagram, Facebook, dan Google.

Bukan hanya itu, GoStore juga menjamin transaksi pembelian yang aman serta dilengkapi laporan stok barang dan laporan penjualan harian.

Saatnya buat website toko online Anda dan jangkau lebih banyak pelanggan dengan GoStore.

 

Similar Posts