5 Alasan Penting Bisnis UKM Menerapkan Mobile Payment

5 Alasan Bisnis UKM Penting Menerapkan Mobile PaymentBerbentuk persegi, kecil, mudah dibawa, dipergunakan sebagai alat komunikasi.

Jika Anda menebak ponsel, maka jawaban Anda sudah benar. Ponsel merupakan salah satu perangkat yang banyak digunakan dan telah menjadi barang yang wajib dimiliki.

Ponsel juga telah merubah hidup banyak masyarakat dan bagaimana mereka melakukan kegiatan sehari-hari hingga bekerja.

Maka tidak heran jika banyak dari masyarakat yang bergantung pada perangkat kecil ini. Bahkan, menurut survey yang dilakukan Pew Research pada tahun 2016 menemukan bahwa 46% masyarakat tidak bisa hidup tanpa ponsel pintar mereka.

Ketergantungan masyarakat akan ponsel sendiri bisa disebabkan oleh inovasi-inovasi yang dibuat pada perangkat tersebut. Salah satunya dan yang paling penting adalah, ponsel dijadikan sebagai alat transaksi pembayaran baru atau yang lebih dikenal sebagai mobile payment.

Download Free E-book: Tren Mobile Payment dan Dampaknya Bagi Pelaku Bisnis

Berdasarkan data yang diberikan oleh Bank Indonesia, pada tahun 2017, transaksi uang elektronik di Indonesia mencapai angka Rp1,14 triliun.

Dengan tingginya transaksi uang elektronik juga sebagai bukti bahwa momen di mana masyarakat mencari dompetnya untuk melakukan pembayaran.

Hal inilah yang menjadi alasan bagi pelaku usaha untuk mengadopsi mobile payment di bisnis mereka. Namun memang, seiring berjalannya waktu, ada beberapa tantangan yang dihadapi dalam penggunaan mobile payment ini. Apa saja?

Penyelenggaraan pembayaran digital ini nyatanya tak melulu berjalan mulus. Ada berbagai tantangan yang dihadapi, baik end user maupun pelaku bisnis itu sendiri. Apalagi, saat ini masyarakat berada dalam masa transisi dari tunai menjadi nirtunai. Nah, tantangan apa saja yang dihadapi?

3 Tantangan di Era Mobile Payment

1. Proses edukasi yang tidak mudah

mobile payment - pembayaran digital - tren mobile payment di Indonesia

Nyatanya, mengedukasi end user lebih mudah ketimbang pelaku bisnis, terutama untuk mereka yang sudah terbiasa dengan transaksi tunai atau pencatatan penjualan. Ketika dihadapkan pada era cashless society, ada proses di mana pelaku bisnis harus beradaptasi dengan teknologi dan belajar hal yang baru.

Untuk itu, para penyelenggara mobile payment pun harus memberikan sosialisasi secara menyeluruh, bukan hanya kepada end user, melainkan kepada pelaku bisnis.

Di sisi lain, pelaku bisnis pun juga harus lebih berinisiatif untuk mencari berbagai informasi terkait penggunaan mobile payment itu sendiri.

2. Jangkauan terbatas

Tips Sukses Usaha Toko Kelontong 1

Transaksi digital nyatanya hanya menjangkau pusat perkotaan dan sekitarnya saja sehingga untuk masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan, yang masih belum melek teknologi, atau masih kesulitan dalam mengakses internet, pasti memiliki kesulitan dalam menerapkan pembayaran digital ini.

Dalam hal ini, mari tunggu langkah pemerintah untuk memeratakan jangkauan penerapan pembayaran digital hingga ke seluruh Indonesia.

3. Ketimpangan jumlah mesin EDC

mesin EDC - mobile payment

Data Statistik Sistem Keuangan Indonesia (SSKI) Bank Indonesia, jumlah EDC yang beredar per Juni 2018 sekitar 1,2 juta. Namun, angka tersebut menurun pada periode ini, menjadi 933.682 unit.

Kemudian, volume transaksi nyatanya juga menurun, dari Rp116 juta pada Juni 2018, menjadi Rp102 juta pada periode yang sama tahun ini. Padahal, jumlah kartu debit dan kredit yang beredar mencapai Rp130 juta.

Mengenai hal ini, Santoso Liem selaku Ketua Komite VII (Pengelola Standar) Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), menilai ada 3 alasan penurunan transaksi melalui mesin EDC.

  • Jumlah dan transaksi kartu kredit cenderung stagnan beberapa tahun belakangan ini.
  • Maraknya e-wallet yang dimiliki oleh perusahaan teknologi finansial.
  • Pengurangan jumlah mesin EDC, entah karena rusak atau hilang.

Salah satu solusi utama yang bisa dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut adalah butuhnya kolaborasi dari berbagai pihak. Sebab, untuk diketahui, ada 5 alasan kenapa bisnis UKM menerapkan mobile payment.

5 Alasan Penting Bisnis UKM Menerapkan Mobile Payment

1. Memberikan Kemudahan dan Kenyamanan Lebih pada Pelanggan

Pentingnya Mobile Payment Untuk Bisnis (Source: pixabay.com)

Perlu ditekankan kembali, salah satu kunci sukses menjalankan bisnis adalah kemudahan dan efisiensi yang ditawarkan kepada pelanggan dalam memberikan pelayanan yang memuaskan.

Banyak masyarakat yang sudah siap beralih ke cashless society dengan menggunakan mobile payment untuk melakukan transaksi mulai dari membeli baju, makanan hingga membayar parkir.

Mobile payment diterima dengan baik karena kemudahan yang ditawarkan tanpa harus menunggu lama dalam membayar. Dengan menghadirkan mobile payment untuk pelanggan, Anda tidak hanya menghadirkan solusi pembayaran tetapi juga pengalaman terbaik dalam berbelanja di toko Anda.


2. Lebih Aman

Mobile Payment untuk Bisnis UKM (Sumber: Pexels Adriana Calvo)

Masih banyak masyarakat yang berasumsi bahwa transaksi melalui ponsel tidak aman. Padahal, penyedia layanan mobile payment sendiri telah menerapkan sistem otentikasi berlapis seperti, password, pin, kode OTP hingga sidik jari ketika mengakses akun tersebut.

Untuk melakukan pembayaran sendiri, banyak metode yang digunakan sehingga pengguna tidak perlu menunjukkan atau memberikan data pribadi ketika membayar.

Metode tersebut bisa berupa QR Code atau token yang mana keduanya bukan nomor kartu Anda sesungguhnya.


3. Membuat Bisnis Menjadi Lebih Modern

Pentingnya Mobile Payment Untuk Bisnis UKM (Sumber: jeshoots com)

Penelitian yang dilakukan oleh Bain & Co menunjukan bahwa pelanggan membayar dua kali lebih banyak melalui pembayaran digital dan cenderung berbelanja lebih sering jika mereka menggunakan mobile payment.

Menghadirkan mobile payment juga menunjukan bahwa bisnis Anda siap menerima teknologi modern dan ini menjadi nilai plus untuk para pelanggan Anda.


4. Analisis Kebiasaan Berbelanja Pelanggan Lebih Mudah

Pentingnya Mobile Payment Untuk Bisnis UKM Analisa KasirKetika menjalankan bisnis, Anda membutuhkan sistem akutansi yang tidak hanya memberikan solusi untuk Anda tetapi juga pelanggan. Moka POS merupakan salah satu solusi aplikasi kasir online yang kini sudah terintegrasi dengan dua mobile payment di Indonesia yaitu OVO dan TCASH.

Dengan integrasi mobile payment di aplikasi Moka, hal ini dapat membantu bisnis UKM untuk mendapatkan manajemen cash flow yang lebih baik.

Baca juga: 7 Manfaat Aplikasi Penjualan untuk Operasional Bisnis Anda

Seringkali ketika bertransaksi Anda lupa mencatat transaksi yang ada sehingga dapat menyebabkan salah perhitungan dalam laporan penjualan.

Pencatatan transaksi juga dilakukan secara otomatis di sistem sehingga Anda dapat menghemat waktu lebih banyak.

Dengan pencatatan transaksi yang akurat, Anda bisa mendapatkan akses histori pembayaran pelanggan yang mana Anda bisa gunakan untuk mendapatkan analisa kebiasaan berbelanja mereka. Anda bisa mengetahui mana yang mereka sukai.

Baca juga: 7 Tips Finansial untuk Pebisnis yang Baru Ingin Membuka Usaha

Memiliki akses ke histori transaksi mereka juga dapat memberikan Anda analisa yang presisi dalam menentukan upsell dan cross-sell produk.

Dengan pertumbuhan transaksi uang digital yang terus meningkat setiap harinya di Indonesia, mobile payment memiliki peran penting sebagai media transaksi yang paling banyak digunakan di masa yang akan datang.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, para pelaku bisnis UKM pun perlu mengadopsi mobile payment sebagai pilihan pembayaran untuk pelanggan.

Simak video ini untuk melihat kemudahan dari layanan mobile payment.


5. Meja Kasir Jadi Lebih Rapi

Strategi Marco’s Chop Shop Tingkatkan Mutu Layanan Bisnis Barbershop - aplikasi salon, aplikasi kasir excel gratis full, atau program kasir sederhana gratis

Tahukah Anda, sudah adan teknologi yang mampu menerima berbagai pilihan mobile payment dalam satu perangkat saja. Apakah itu? Perkenalkan Moka Pay, aplikasi pembayaran dari Moka yang bisa menerima berbagai opsi pembayaran nirtunai dari berbagai provider, yakni Akulaku, T-Cash, OVO, Dana, dan Kredivo.

Baca juga: 3 Tren Mobile Payment di Indonesia, Sekarang di Fase Mana?

Hal ini pun akan memudahkan para pelaku bisnis karena mereka tidak perlu memiliki banyak perangkat tambahan dari ragamnya pilihan konsumen ketika membayar secara digital.

Di samping itu, meja kasir pun akan lebih rapi dan tertata karena pelaku bisnis tidak perlu meletakkan mesin EDC dari berbagai macam bank atau perusahaan teknologi finansial, sebagai alat pembayaran.

Nah, setelah mengetahui beragam manfaat di tengah pesatnya kemajuan era digital ini, sudah siapkah Anda membawa bisnis ke tahap selanjutnya dengan pemanfaatan mobile payment ini?

{{cta(‘dc320118-330c-4b4f-bceb-2bae33757601’)}}

Similar Posts