Memanfaatkan Pendapatan Pasif untuk Modal Bisnis UKM

Salah satu orang terkaya di dunia, Warren Buffett, mengatakan, “Kalau Anda tidak bisa menemukan cara menghasilkan uang saat Anda tidur, Anda akan bekerja seumur hidup Anda”.

Pendapat Warren Buffet ini dapat diartikan bahwa setiap orang harus memiliki passive income atau pendapatan pasif. Secara sederhana pendapatan pasif adalah pendapatan yang kita peroleh atas suatu kegiatan ekonomi tanpa terlibat aktif di dalamnya.

Dewasa ini, seseorang tidak lagi dimungkinkan hanya mengandalkan active income atau pendapatan aktif untuk memenuhi kebutuhan masa kini dan masa mendatang. Oleh karena itu, sudah saatnya Anda untuk mulai memiliki pendapatan sampingan. Contohnya adalah dengan memulai bisnis sendiri. Namun permodalan untuk memulai bisnis mengundang persoalan tersendiri.

Apabila penghasilan Anda belum mencukupi untuk dijadikan modal, maka Anda bisa “menggandakan” uang Anda dengan cara investasi. Jenis investasi yang tepat untuk dijadikan sarana “penggandaan” uang untuk modal tentu ditentukan dengan rencana permodalan Anda.

Apabila Anda membutuhkannya dalam jangka waktu di bawah lima tahun maka Anda dapat melakukan investasi jangka pendek. Berikut macam-macam investasi jangka pendek yang bisa Anda pertimbangkan.

1. Tabungan

Memanfaatkan Pendapatan Pasif untuk Modal Bisnis (Sumber: Square Capital)

Tabungan merupakan salah satu bentuk investasi yang sangat sederhana dan fleksibel. Anda sendiri yang menentukan besaran setoran, kapan Anda menyetor, dan periode simpanannya. Namun karena Anda menggunakan tabungan sebagai investasi bukan hanya sebagai sarana penyimpanan, maka Anda harus lebih disiplin dalam melakukan penyetoran.

Anda dapat membuka rekening tabungan berjangka. Dengan adanya layanan auto debit dalam tabungan berjangka maka tujuan Anda menabung dapat lebih mudah tercapai. Selain itu, keuntungan yang bisa Anda peroleh adalah suku bunga yang lebih tinggi daripada tabungan biasa.

Adanya opsi asuransi dari bank juga membantu apabila terjadi kecelakaan pada diri Anda sehingga setoran terhadap rekening Anda tidak akan terputus. Ditambah, tabungan Anda dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan sehingga Anda tidak perlu khawatir apabila bank mengalami kebangkrutan atau dilikuidasi.

2. Surat Berharga

Memanfaatkan Pendapatan Pasif untuk Modal Bisnis (Sumber: Invest Plus)

Menabung di surat berharga baik itu saham maupun obligasi merupakan salah satu investasi yang tepat dan terbukti menguntungkan. Tentu saja saham atau obligasi yang akan Anda beli adalah yang terbukti sehat. Anda dapat melakukan investasi ini melalui perusahaan-perusahaan sekuritas ataupun melalui bank. Anda juga dapat menentukan apakah anda menginginkan manfaat dalam jangka menengah atau pun jangka panjang.

Namun karena tujuan Anda adalah untuk modal bisnis, Anda dapat memilih jangka waktu menengah yaitu di bawah 5 tahun. Salah satu surat berharga yang dapat anda beli adalah Obligasi Ritel Indonesia (ORI), yaitu obligasi yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk biaya pembangunan.

Anda dapat membelinya di bank atau perusahaan sekuritas yang ditunjuk oleh pemerintah. Anda cukup membuka rekening di agen penjual dan menyetorkan sejumlah yang ingin Anda investasikan.

Likuiditasnya pun cukup baik karena Anda dapat menjualnya sewaktu-waktu di pasar sekunder. Selain itu, ORI juga merupakan salah satu bentuk investasi yang aman karena dijamin oleh pemerintah.

Baca Juga: Pentingnya Memisahkan Uang Pribadi dengan Uang Usaha

4. Reksadana

Memanfaatkan Pendapatan Pasif untuk Modal Bisnis (Sumber: rawpixels.com)

Anda dapat memanfaatkan reksadana untuk sebagai sarana “penggandaan” uang untuk modal bisnis dengan menggunakan reksadana berjangka waktu pendek. Contohnya adalah reksadana pasar uang. Caranya pun cukup mudah karena cukup banyak lembaga keuangan yang menjual reksadana. Bahkan kini mulai bermunculan platform reksadana online.

Sesuai dengan namanya, reksadana pasar uang berkutat hanya di pasar uang sehingga cenderung lebih aman dari jenis reksadana lainnya. Reksadana ini memiliki beberapa keunggulan. Pertama, anda tidak perlu aktif merawat investasi Anda. Tugas itu akan dijalankan oleh seorang Manajer Investasi. Oleh karena itu, tugas Anda hanyalah teliti memilih Manajer Investasi yang cakap mengelola investasi Anda.

Kedua, keuntungan yang lebih tinggi dari deposito. Suku bunga deposito sudah ditentukan sejak awal, sedangkan dalam reksadana pasar uang perputaran uang tidak hanya berpusat pada satu jenis produk investasi tertentu saja.

Ketiga, jangka waktu fleksibel. Dalam reksadana pasar uang memungkinkan bagi Anda untuk menarik dana kapan pun Anda membutuhkan. Proses pencairannya pun mudah yang kini bisa dilakukan secara online.

Namun di balik keuntungan tersebut, juga terdapat beberapa kekurangan yaitu nilai return yang tidak pasti akibat fluktuasi pasar. Meskipun demikian, reksadana masih memiliki tingkat risiko yang lebih kecil, sehingga meskipun Anda mengalami kerugian anda tidak akan jatuh miskin karenanya.

Selama menunggu investasi Anda membuahkan hasil, sebaiknya Anda dapat berfokus pada diri anda sendiri. Sebaiknya Anda mulai mempelajari rencana bisnis, teknik-teknik marketing, ataupun mematangkan target pasar Anda. Selain investasi uang, Anda juga perlu memperkaya ilmu karena pada akhirnya Anda sendiri yang menentukan kesuksesan bisnis Anda. Inilah yang disebut sebagai “investasi leher ke atas”. Ingat, bisnis yang dibangun di atas modal tanpa diiringi dengan kecakapan tidak akan bertahan lama.

Similar Posts