9 Tips Bisnis Usaha Percetakan dan Rincian Modal Usaha

9 Tips Bisnis Usaha Percetakan dan Rincian Modal Usaha – Setiap orang ingin memiliki usahanya sendiri. Namun, tidak sedikit yang masih kebingungan untuk menentukan jenis usaha yang ingin dibangun.

Jika kuliner dan fashion telah begitu menjamur, mengapa Anda tidak mencoba untuk memulai usaha percetakan? Meski sekilas usaha ini membutuhkan modal dalam jumlah besar, nyatanya tidak demikian.

Justru, keuntungan yang akan Anda dapatkan terbilang sangat menjanjikan, asalkan Anda tahu rincian modal usaha percetakan atau digital printing yang akan Anda dirikan.

Sama halnya dengan kuliner, usaha di bidang percetakan juga memiliki berbagai bidang utama, seperti percetakan offset dan percetakan yang berfokus pada digital. Memang, semakin tingginya kebutuhan akan pembuatan kartu nama, baliho, spanduk, undangan, hingga banner untuk keperluan promosi, kini bisnis percetakan semakin mudah ditemui.

Baca juga: Bagaimana Cara Memulai Usaha Percetakan Rumahan?

Tentu saja, ini menghadirkan nilai lebih bagi calon konsumen, karena bisa memilih jasa mana yang lebih berkualitas, pastinya dengan harga yang terbilang terjangkau.

Namun, bagi Anda sebagai pemilik usaha, hal ini menjadi tantangan besar yang perlu Anda taklukkan. Pasalnya, tanpa adanya strategi, bukan tidak mungkin bisnis yang Anda geluti berakhir dengan gulung tikar karena tidak mampu bergelut menghadapi ketatnya persaingan.

9 Tips Memulai Usaha Percetakan

usaha digital printing (2) - tips bisnis usaha percetakan

Sebelum memulai merintis bisnis apa saja, tak terkecuali usaha percetakan, Anda harus memiliki perencanaan yang matang. Tujuannya tidak lain adalah untuk menuai kesuksesan dan meraup keuntungan dalam jumlah maksimal. Pastinya dengan meminimalkan biaya pengeluaran untuk hal-hal yang sifatnya operasional.

Sebenarnya, memulai suatu usaha tidak pernah menjadi hal yang sulit. Modal mungkin menjadi kendala yang paling sering dijumpai, tetapi di atasnya, ada hal lain lagi yang membuat seorang calon pengusaha justru merasa kesulitan untuk memulai langkah awal. Hal tersebut adalah niat dan kemauan.

Siapa pun, Anda sekalipun, tidak akan pernah bisa menjadi pengusaha sukses jika niat dan kemauan Anda masih tidak stabil. Berapa pun modal yang Anda miliki, apakah Anda mampu atau justru tidak, yang paling penting adalah niat.

Baca juga: Ingin Memulai Usaha dari Nol Hingga Sukses? Ini 10 Tipsnya

Nah, jika Anda tertarik untuk memulai langkah awal dan merintis usaha percetakan, berikut tips mudahnya yang bisa Anda ikuti:

1. Cari Informasi Sebanyak Mungkin, Termasuk dalam Hal Modal

Apa pun bisnis yang akan Anda rintis, jangan pernah lupa bahwa semua itu tetap butuh modal, tak terkecuali bisnis percetakan. Jika Anda adalah seorang yang awam, tidak ada salahnya untuk mencari informasi sebanyak mungkin tentang usaha satu ini. Hal ini sangat membantu untuk Anda menentukan langkah awal, berikut menyiapkan modal yang dibutuhkan.

Setelah mengetahui berapa kisaran modal awal yang dibutuhkan, Anda bisa melanjutkan pencarian menuju ke apa saja yang dibutuhkan, termasuk peralatan yang berhubungan usaha ini.

Tak lupa, apa jenis bisnis percetakan yang ingin Anda geluti, apakah itu berkisar kepada percetakan ofset atau mengarah pada bisnis percetakan digital. Nantinya, besarnya modal yang Anda butuhkan bisa terkalkulasi lebih jelas.

Baca juga: Strategi Promosi yang Efektif dan Efisien untuk Usaha Anda

Selain itu, Anda juga perlu mengetahui apa saja keahlian yang dibutuhkan untuk bisa menggeluti usaha ini. Jika Anda bukan orang yang bergerak di bidang percetakan, Anda mungkin bisa mengikuti kursus atau belajar langsung pada teman atau orang lain yang lebih memahami bidang keahlian ini.

Tanpa adanya keahlian, usaha yang Anda bangun tidak akan pernah mengalami kemajuan, kecuali Anda bersedia mengeluarkan uang ekstra untuk langsung membayar orang.

2. Tahap Awal, Pesaing adalah Kawan

Tidak sedikit orang yang menggeluti usaha percetakan menganggap vendor lain adalah pesaing. Padahal, Anda tentu memerlukan banyak ilmu langsung dari ahlinya.

Jalinlah kerja sama yang baik dengan vendor yang telah berhasil menjalankan bisnis ini, supaya Anda memiliki gambaran yang lebih luas tentang percetakan. Namun, jangan asal, pilihlah vendor yang benar-benar berkualitas dalam pekerjaannya.

Paling tidak, Anda memiliki ilmu dasar percetakan dengan mengetahui jenis kertas, seperti ivory, HVS, CTS, dan jenis kertas lain yang biasanya digunakan untuk proses cetak.

Baca juga: Pengertian, Contoh, Manfaat Memiliki Target Pasar untuk Bisnis

Dalam hal ini, Anda bisa bertanya langsung pada penjual kertas. Anda perlu tahu bahwa kertas merupakan bahan baku yang amat penting dalam proses percetakan. Semakin tinggi harga kertas, maka biaya cetak pun akan turut mengalami peningkatan.

Sama halnya dengan vendor, pastikan juga Anda memilih pemasok kertas yang benar-benar terpercaya dan tidak diragukan lagi kredibilitasnya.

Tidak boleh lupa, pemasok harus bisa bekerja sama dalam jangka waktu yang lama. Jadi, tidak ada salahnya untuk berkeliling dan berbincang langsung dengan pemilik usaha kertas kala ingin mencari supplier.

3. Paham Bagaimana Proses Percetakan

Tidak banyak orang yang tahu, bahwa alasan mengapa sebuah usaha pada akhirnya tak mampu bersaing dan memilih untuk menutupnya adalah tidak mengetahui dengan pasti apa sebenarnya usaha yang sedang coba dikerjakan.

Seperti halnya usaha percetakan. Perlu dipahami bahwa membuat rincian modal usaha percetakan bukan menjadi jawaban terbaik.

Pemilik usaha juga diharuskan untuk mengetahui bagaimana sebenarnya proses produksi cetak berlangsung. Pasalnya, proses ini tidak bisa Anda hafalkan, dengan diikuti sejauh mana Anda sudah menguasai keahlian untuk mengoperasikan peralatan cetak nantinya.

Memang, ini bukan menjadi yang termudah, tetapi Anda akan menjadi biasa karena sudah terbiasa melakukannya dulu.

4. Buat Rancangan Bisnis



Kunci keberhasilan lain dalam bisnis selain niat yang dibarengi dengan keahlian yang mumpuni adalah adanya rancangan bisnis. Ini sangat penting, karena bisnis yang Anda jalankan akan mengacu pada strategi yang sudah Anda buat sebelumnya.

Jika Anda kesulitan membuatnya karena prosesnya yang cukup sulit, lakukan dengan cara sendiri, seperti misalnya membuat skema, peta atau cabang pohon.

Tulis segala informasi yang Anda miliki, mulai dari jumlah modal, biaya untuk berbelanja kebutuhan awal, biaya transportasi dan operasional, hingga biaya sampingan untuk membeli camilan.

Sertakan pula kisaran keuntungan harian, lama waktu yang dibutuhkan hingga modal kembali sepenuhnya (ROI), juga strategi yang akan Anda jalankan, mulai dari promosi hingga inovasi yang bisa menjadi nilai jual yang lebih baik dari pesaing.

5. Promosikan Usaha Percetakan Anda

Kini, Anda sudah sampai pada bagian yang tidak kalah pentingnya dengan menyusun rancangan bisnis, yaitu mempromosikan usaha percetakan milik Anda.

Supaya Anda tidak membuang banyak biaya untuk promosi, Anda bisa memanfaatkan kecanggihan teknologi. Ya, memang benar bahwa promosi menjadi salah satu bagian rancangan bisnis yang paling menghabiskan biaya modal.

Baca juga: Inilah Kalimat Promosi untuk Buat Promo Bisnis Online Lebih Menarik

Cara paling mudah untuk melakukan promosi bisnis adalah melalui media sosial. Sebagai generasi milenium, Anda tentu memiliki akun media sosial, baik Facebook, Twitter, Instagram, hingga channel Youtube. Jika Anda tidak mau akun pribadi Anda terganggu karena digunakan untuk promosi, Anda bisa membuat akun baru khusus untuk bisnis Anda.

Promosi melalui media online ini juga ada caranya. Anda bisa menggunakan Facebook Ads atau Google Ads. Keduanya disinyalir mampu menciptakan calon pelanggan potensial baru tanpa perlu menghabiskan banyak waktu, tenaga, dan tentu saja biaya.

Buat konten yang menarik, Anda bisa belajar banyak mengenai content marketing berikut visual yang mengundang rasa penasaran calon pelanggan untuk mencari tahu lebih lanjut tentang bisnis Anda .

Selain memasang umpan dengan konten dan visual yang berkualitas, Anda juga bisa meningkatkan engagement dengan intens berinteraksi pada calon pelanggan.

Ungkapan pelanggan adalah raja mungkin hingga kini masih terpakai, dan penilaian pelanggan bisa membuat usaha Anda melejit, atau bahkan jatuh terpuruk.

Sebagai pelanggan, respons cepat tentu sangat dibutuhkan. Pasalnya, mereka membutuhkan solusi untuk setiap masalah, dan menunggu selalu menjadi hal yang paling membosankan. Jadi, jangan buat mereka menunggu solusi dari Anda terlalu lama, karena ini bisa membuat mereka beralih pada pesaing.

Supaya minat calon pelanggan makin tinggi, Anda bisa membuat kuis interaktif pada waktu-waktu dengan hadiah yang menarik. Dalam pengamatan media sosial, kuis dengan hadiah masih menjadi tren yang membuat angka engagement melejit cukup pesat.

Hadiah bisa berupa tiket nonton, voucher belanja, atau merchandise yang bisa digunakan kapan saja oleh konsumen. Cara ini juga dikenal dengan istilah promosi berjalan.

6. Hindari Menolak Order

Jangan sampai usaha dan biaya yang sudah Anda keluarkan untuk merintis usaha percetakan ini sia-sia karena Anda terlalu pilih-pilih dalam menerima order, sembari tetap berpromosi, Anda bisa mulai mengerjakan satu atau dua klien. Menolak order hanya akan membuat Anda kehilangan kesempatan untuk menunjukkan nilai lebih yang dimiliki bisnis Anda .

Lalu, bagaimana jika Anda tidak terlalu paham perihal percetakan? Tidak masalah, tetap terima order yang datang. Nantinya, Anda bisa melemparnya kembali ke pihak ketiga dengan sistem bagi hasil. Hal terpenting adalah order tersebut jadi sesuai dengan keinginan dan harga yang telah disepakati, entah siapa yang mengerjakannya itu urusan nanti.

7. Pertahankan Kualitas Usaha Percetakan

Meski order yang Anda terima terbilang kecil dan tidak mendatangkan angka keuntungan yang besar, Anda tetap tidak boleh menyepelekan dan harus mengerjakannya dengan semaksimal mungkin.

Berapapun besarnya, kualitas tetap harus dijaga, karena ini menunjukkan kredibilitas dan profesionalitas Anda sebagai pemilik usaha.

Dengan tetap berpegang pada kualitas maksimal untuk setiap proyek yang Anda tangani, pelanggan akan puas dengan hasil yang mereka dapatkan.  Mereka inilah yang berpotensi menjadi pelanggan setia, yang tanpa Anda sadari akan mendatangkan lebih banyak calon pelanggan potensial melalui promosi secara langsung kepada rekan kerja, tetangga, atau bahkan para investor.

8. Bisakah Langsung Berinvestasi?

Tidak hanya mendulang keuntungan sebagai penghasilan tambahan, bisnis juga menjadi ladang investasi jangka panjang.

Namun, jika Anda adalah seorang pemula yang baru saja membuka sebuah gerai usaha, mungkin investasi bisa menjadi alternatif lain. Anda bisa berfokus pada peningkatan kredibilitas dengan memiliki banyak klien dan fokus untuk menerima serta mengerjakan semua order yang masuk.

Anda perlu tahu bahwa membeli peralatan percetakan membutuhkan biaya yang tidak sedikit jumlahnya. Tentu, alat-alat ini bisa menjadi ladang investasi yang bagus, terlebih jika Anda memiliki modal yang cukup untuk menyediakannya.

Namun, Anda bisa mempertimbangkan hal tersebut lebih matang. Jangan sampai kredibilitas usahamu belum menunjukkan hasil maksimal, tetapi Anda sudah menguras seluruh modal hanya untuk urusan gengsi semata.

Lalu, kapan waktu yang tepat untuk memulai investasi? Jawabannya adalah ketika Anda sudah memiliki nama besar dan jumlah order yang semakin menumpuk dari waktu ke waktu. Anda bisa mulai menyediakan mesin-mesin cetak, menambah karyawan, peralatan penunjang percetakan, hingga menyewa atau membeli lahan untuk dijadikan kantor.

Namun, sebelum memulainya, Anda terlebih dahulu perlu menyusun program kerja setidaknya hingga lima tahun ke depan. Jangan lupa, buat yang realistis, sehingga Anda bisa mengira-ira bagaimana alur usaha Anda ke depannya. Buat pula cashflow yang bisa menggambarkan proyeksi aliran dana untuk bisnis Anda dalam satu periode tertentu.

9. Pantang Menyerah dan Tidak Mudah Putus Asa

Tidak selamanya usaha percetakan milik Anda berada di atas. Ada kalanya Anda mengalami hambatan atau kendala yang berujung pada kerugian.

Inilah risiko terbesar menjadi pengusaha: Anda harus siap untuk menghadapi keadaan terburuk yang bahkan tidak diketahui kapan datangnya. Usaha milik Anda bisa saja menjadi sangat sukses, tetapi bisa juga Anda mengalami kerugian besar yang berujung pada kebangkrutan pada saat yang hampir bersamaan.

Baca juga: 23 Ide Bisnis Rumahan Paling Kreatif untuk Dapatkan Pendapatan Pasif

Inilah mengapa setiap pengusaha diharuskan untuk memiliki mental sekeras baja, pantang menyerah, dan tidak mudah putus asa. Ancaman kerugian bisa terjadi kapan saja sehingga Anda perlu kuat menghadapinya untuk bisa menentukan strategi apa yang menjadi pilihan supaya Anda bisa segera menemukan solusi dan jalan keluar.

Jadi, jangan pernah takut gagal jika Anda memilih untuk menjadi pengusaha. Selalu ingat bahwa kegagalan tidak hanya terjadi pada setiap pemilik bisnis, bahkan kegagalan juga bisa terjadi pada karyawan kantoran, hingga pelajar. Kuncinya adalah tidak mudah menyerah dan putus asa.


Rincian Modal Usaha Percetakan

dana - modal - uang - pendanaan - 7 Tips Agar Usaha Rumahan Makin Sukses Pasca COVID-19 - cara mengelola keuangan

Setelah mengetahui tips memulai usaha peternakan dari nol, sekarang saatnya Anda menghitung berapa kisaran modal yang diperlukan. Anggaplah Anda memilih untuk menjalani usaha percetakan kecil-kecilan dalam skala rumahan, sehingga biaya sewa lokasi belum dimunculkan untuk mengoptimalkan modal.

Baca juga: 5 Langkah Menciptakan Anggaran Bisnis Lebih Baik

Berikut adalah rincian modal usaha percetakan yang bisa Anda cermati. Rincian biaya ini bisa menjadi gambaran untuk Anda yang akan membuka bisnis percetakan baik ofset maupun digital printing.

  • Mesin cetak (mesin fotokopi) atau mesin printer seharga Rp10 juta. Asumsikan Anda bisa mendapatkan dua atau tiga buah mesin cetak dengan anggaran tersebut.
  • Komputer (PC) dengan prosesor terbaru seharga Rp7 juta. Anda tidak disarankan untuk menggunakan laptop, karena pengoperasiannya yang terbilang lebih rumit jika dibandingkan dengan PC.
  • Mesin pemotong kertas seharga Rp5 juta.
  • Mesin Laminating berikut bahan laminasinya seharga Rp2 juta.
  • Tinta untuk mesin cetak seharga Rp1,5 juta.
  • Kertas beragam jenis (HVS A4 70gr, HVS A4 80 gr, HVS Folio, Ivory, Buffalo, dll.) seharga Rp5 juta. Asumsikan Anda bisa mendapatkan beberapa jenis kertas, atau membeli kertas inti seperti HVS dan kertas foto untuk modal awal.
  • CD yang berisi instalasi program aplikasi Corel Draw, Photoshop, dan perangkat lunak Adobe terbaru seharga Rp500 ribu.
  • CD yang berisi instalasi program desain, kalender, hingga frame foto seharga Rp500 ribu.
  • Etalase untuk meletakkan barang seharga Rp5 juta.
  • Berlangganan aplikasi kasir Moka Rp249.000 per bulan.

Dari rincian modal usaha percetakan di atas, setidaknya Anda membutuhkan modal sebesar Rp35 juta hingga Rp40 juta. Asumsikan sisa modal ini akan terpakai untuk biaya operasional, seperti ongkos bensin yang Anda keluarkan untuk membeli segala keperluan.

Baca juga: 5 Tips Jitu Mengatasi Modal Minim, Pasti Berhasil!

Angka ini masih terbilang kecil, karena Anda belum memasukkan biaya penyewaan lokasi atau penambahan barang yang dijual. Biasanya, usaha percetakan juga menjual beberapa peralatan tulis-menulis (untuk usaha percetakan ofset), kertas kado, dan beberapa barang pendukung lainnya.

Itu tadi sekilas ulasan mengenai usaha percetakan berikut rincian kisaran modal yang dibutuhkan untuk membangun usaha ini. Bagaimana, sudah siap untuk memulainya? Selamat mencoba dan semoga sukses!

Similar Posts