Bangga! Ini Dia Geraldine Chia, Perempuan Inspiratif di Balik Data Moka

Sebagai perusahaan yang mengusung misi dan visi untuk membantu UMKM dalam mengelola bisnisnya, ada banyak orang-orang hebat di balik MOKA yang membuat MOKA berhasil mewujudkan hal tersebut. Selain Haryanto Tanjo dan Grady Laksmono sebagai CEO dan co-founder MOKA, ada pula Geraldine Chia sebagai Chief Data & Analytics Officer yang memiliki peran penting dalam pengolahan data dan mendukung kesuksesan MOKA.

geraldine chia

Dalam sebuah kesempatan, Geraldine sempat berbicara mengenai dirinya dan MOKA. Sebagai seorang wanita yang berkecimpung di dunia data dan analisis, yang notabene dihuni oleh banyak pria, Geraldine menjadi sosok yang tangguh dan memahami bagaimana cara mewujudkan mimpinya. Lalu, apa saja yang mendukung kesuksesan Geraldine hingga ia bisa berada di titik ini?

Yuk, simak lebih lengkapnya di sini.

 

Sejak kapan Geraldine bergabung dengan MOKA?

Sebelum di MOKA, Geraldine adalah seorang VP Of Analytics di Lazada, Singapura. Sebagai seorang VP of Analytics, ia bekerja bersama seluruh tim data analytics dari berbagai negara, khususnya di Asia seperti Filipina, Indonesia, dan Singapura itu sendiri. Ia sangat menikmati bekerja dengan data. Bahkan, sebelumnya ia juga sempat bekerja di Amerika Serikat setelah menyelesaikan pendidikan keduanya di Stanford University.

Ia sempat bekerja di Yahoo, Disney, VISA, dan ACIA. Tentunya, pekerjaannya tidak akan jauh dari data dan analisis. Setelah bekerja beberapa tahun di US, kemudian ia kembali ke Singapura sebagai VP of Analytics di Lazada hingga pada akhirnya ia bisa bergabung dengan MOKA di Indonesia.

Geraldine pun memutuskan bergabung dengan MOKA di bulan November 2017 setelah ia terinspirasi oleh pidato Grady Laksmono tentang bagaimana Grady ingin membantu pertumbuhan ekonomi serta penjualan para pelaku bisnis di Indonesia. Grady yang saat itu sedang mencari seseorang untuk membangun tim data untuk MOKA, dipertemukan dengan Geraldine oleh salah satu teman mereka. Dari situlah Geraldine memutuskan untuk bergabung dengan MOKA dan membangun seluruh tim data dan analisis di MOKA.

Baca Juga: 7 Film dan Serial yang Wajib Ditonton Para Perempuan di 2019

 

Apa yang membuat Geraldine menyukai pekerjaan di MOKA?

Geraldine sangat menikmati pekerjaannya di dunia data dan analisis. Baginya, bekerja dengan data bukanlah hanya sebuah “pekerjaan”, melainkan sesuatu yang disebutnya “passion”. Geraldine mencintai pekerjaannya dan menikmati waktu demi waktu yang ia habiskan untuk mengolah data. Ia suka membuat data tersebut menjadi sesuatu yang dipahami oleh orang-orang di dunia industri sehingga ia bisa membantu mereka dalam pengambilan keputusan. Kecintaannya pada dunia data itu pun didukung oleh orang-orang di tim MOKA yang memahami bagaimana data bekerja dan hal tersebut sangat membantu dirinya ketika bekerja. Dukungan dari tim-tim itulah yang menjadi hal istimewa untuknya di MOKA. Support serta semangat para anggota tim MOKA menjadi kunci utama baginya sehingga bisa bekerja lebih maksimal dan menyalurkan passion-nya.

Baca Juga: Waktunya Membaca! Ini 7 Buku Kece dan Inspiratif untuk Para Pebisnis Perempuan di 2019

 

Apa yang membuatnya memutuskan fokus di dunia data dan analisis?

Ketika Geraldine muda, ia sempat bekerja di tim forensik dan data scientist menjadi pekerjaan pertamanya saat itu. Sebagai data scientist, Geraldine harus mengidentifikasi suatu masalah, melakukan implementasi, dan mengklasifikasikannya menjadi sebuah penjelasan yang bisa dipahami oleh orang lain. Dari situlah awal mula kecintaannya pada dunia data dan analisis. Setelah menyelesaikan pendidikannya, ia melanjutkan pekerjaannya di beberapa perusahaan ternama seperti Yahoo dan Disney. Di perusahaan-perusahaan besar tersebut ia belajar untuk mencari tahu bagaimana user behavior di sana. Berangkat dari sana, ia melanjutkan kecintaannya pada data serta memutuskan untuk menjadi seorang yang ahli di dunia data dan analisis.

Baca Juga: 3 Karakter Kartini yang Bisa Dijadikan Inspirasi untuk Perempuan Zaman Now

 

Adakah kesulitan yang dialami Geraldine ketika memulai karier ini?

Bidang data dan analisis memang didominasi oleh para pria. Namun, bagi Geraldine hal tersebut tidak menjadi satu hal besar yang menyulitkan dirinya. Beruntungnya, ia bekerja di tim yang memang benar-benar menghargainya dan tidak memandangnya sebelah mata hanya karena ia adalah seorang perempuan. Contohnya, Geraldine sempat berbagi cerita ketika ia bekerja di Yahoo dan Disney. Kala itu, ia mendapatkan mentor yang baik dan selalu membimbingnya. Hal tersebut juga menjadi salah satu penyemangat dirinya untuk berkarier di dunia data dan analisis.

Sebagai seseorang yang berfokus pada bidang ini, ia tidak hanya melihat data sebagai hanya angka-angka dan barisan numerik semata, tapi lebih dari itu. Ia ingin mengubahnya menjadi sesuatu yang bisa dipahami oleh masyarakat. Ditambah lagi, kehadiran mentor yang baik dan tim yang selalu memberikan dukungan untuknya membuat dirinya lebih mudah mengatasi segala masalah yang ia hadapi.

Bahkan, ia kini membentuk sebuah group yang ia sebut initiating woman group di MOKA untuk membicarakan semua hal, tidak hanya tentang data dan analisis saja. Kelompok ini ia bentuk dengan tujuan para wanita bisa mengutarakan isi hatinya tentang kesulitan atau apapun yang ia alami, khsusunya ketika mereka bekerja. Dengan begitu, para wanita ini tidak merasa diremehkan dan bisa belajar apapun. Ia juga pernah bergabung dengan kelompok yang serupa di perusahaan-perusahaan tech data untuk berbagi pengalamannya.

Baca Juga: 6 Kartini Muda Indonesia yang Namanya Sudah Diakui Dunia

 

Apa saja yang sudah Geraldine capai selama kariernya?

Geraldine adalah seorang istri sekaligus ibu dari 3 anak. Anak pertamanya adalah laki-laki berumur 11 tahun. Sedangkan anak kedua dan ketiga adalah perempuan yang masing-masing berumur 7 dan 3 tahun. Sebagai seorang ibu 3 anak yang aktif bekerja, ia selalu ingin membagi waktunya secara adil antara bekerja dan keluarga.

Selama bekerja di MOKA, ia dapat menikmati waktu-waktunya bersama keluarga karena MOKA sendiri memiliki jam kerja yang fleksibel. Ia juga bisa melakukan hobinya yaitu membaca.

Baca Juga: Kata Siapa Jadi Ibu Gak Bisa Bangun Bisnis? Simak Kisah Desta Rissasanti

 

Apa pendapatnya tentang International Women’s Day?

Menurut Geraldine, International Women’s Day adalah suatu perayaan untuk menghargai apa yang sudah dilakukan para wanita selama ini. Merayakan sesuatu yang sudah dicapai oleh para wanita adalah hal yang luar biasa. Bahkan, dirinya beranggapan hal tersebut seharusnya dilakukan setiap hari. Menurutnya, wanita telah mengorbankan segala hal untuk keluarga dan pekerjaannya. Para wanita harus selalu diingatkan bahwa mereka juga bisa melakukan apapun, sama halnya dengan pria.

Mereka harus percaya pada kemampuannya untuk mewujudkan mimpi-mimpinya selama ini. Ia berharap para wanita selalu memiliki kegigihan untuk mengejar impiannya dan tidak perlu menyesali apa yang sudah terjadi. Ia juga menyebutkan Michelle Obama sebagai gambaran wanita yang memiliki kegigihan sekaligus hati yang lembut. Ia berharap, Michelle Obama bisa menjadi panutan para wanita di seluruh dunia untuk selalu mengejar mimpinya.

Ketika Geraldine ditanya mengenai role model yang menjadi panutan untuknya dalam menjalani hidup, ia menyebutkan bahwa orang-orang yang ada di sekillingnya adalah role model baginya. Tidak hanya satu orang saja, melainkan mereka yang hadir di kehidupannya adalah role model baginya.

Sebagai seorang wanita yang cukup sukses dengan karirnya, Geraldine Chia adalah sosok yang patut Anda jadikan inspirasi, terutama bagi para wanita. Semangat dan kegigihannya dalam bekerja tidak membuatnya jauh dari perannya sebagai seorang istri dan ibu. MOKA merasa bangga memiliki sosok wanita seperti Geraldine Chia.

Sukses terus, Geraldine!

Similar Posts