Satu Pintu Coffee Gunakan Storytelling untuk Promosi Kedai Kopi

Satu Pintu Coffee Gunakan Storytelling untuk Promosi Kedai Kopi – Menurut Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI), industri kedai kopi di Indonesia tahun ini mencapai 15%-20%, angka ini meningkat dua kali lipat dari tahun lalu yang hanya mencapai 8-10%.

Di tengah meningkatnya angka pertumbuhan kedai kopi di Indonesia, tentu membuat industri ini jadi lebih kompetitif.

Baca juga: Titik Temu Jenggala, Kedai Kopi yang Serba Cashless

Namun, hal ini tidak menjadi masalah bagi 4 sekawan: Haru Prianka, Rinintha Adistia, Radityo Yudho, dan Bisma Kharisma dalam membuat sebuah kedai kopi di kawasan Jalan Aceh, Bandung yang diberi nama Satu Pintu Coffee.

Haru Prianka sendiri lebih banyak terjuan dalam urusan operasional, sedangkan Rinintha Adistia, istrinya, mengurusi bagian keuangan, menggantikan Radityo Yudho yang sedang berada di luar negeri.

Sementara itu, Bisma Karisma, yang mungkin selama ini lebih dikenal sebagai salah satu personel boyband SM*SH, dipercaya untuk menjadi Tim Kreatif kedai kopi ini.

Nah, dari awal berdirinya, Satu Pintu Coffee memang punya cerita unik yang menarik untuk diketahui. Yuk, simak bersama!

Pengeluaran Minum Kopi Setahun Bisa Bikin Kedai Kopi

Satu Pintu Coffee Gunakan Storytelling untuk Promosi Kedai Kopi (3)

Haru Prianka adalah pencinta kopi sejati sampai akhirnya ia menghitung pengeluarannya untuk membeli kopi dalam setahun.

Tanpa disangka, pengeluarannya selama setahun di kedai kopi ternyata sudah bisa digunakan untuk membangun satu buah kedai kopi sendiri. Dari sini ia dapat ide untuk membangun sebuah kedai kopi sendiri.

Baca juga: Menjalani Bisnis Kedai Kopi Itu Sulit? Intip 5 Cara Mengembangkannya!

“Kebetulan di situ juga lagi masih cari-cari bisnis yang lain, ya akhirnya niat bikin coffee shop dengan si Satu Pintu ini,” kata Haru sambil mengingat-ingat momen pertama memutuskan membangun sebuah kedai kopi.

Adis dan Haru kemudian menjelaskan bahwa awal munculnya nama Satu Pintu Coffee ini karena mereka ingin nama yang sering disebutkan orang.

Namun, ternyata Satu Pintu punya filosofi yang lebih mendalam bagi mereka. Satu Pintu berarti percaya akan satu jalur atau jalan yang mereka lakukan ini.

Selain itu, secara management-nya juga mereka percaya bahwa dengan hadirnya Satu Pintu di bisa mendukung lingkungan tersebut.

Terbukti dengan hadirnya mereka bisa mendorong munculnya kedai kopi baru, pedagang kaki lima lainnya yang juga dipersilakan ika ada pengunjung yang ingin memakannya di area Satu Pintu.

Baca juga: Menyeruput Kopi Hangat di Yellow Truck Coffee & Tea Bandung

Kemudian, untuk memberikan kualitas yang prima kepada pelanggan, Satu Pintu Coffee pada awalnya mengajak beberapa expert di bidang kopi untuk mengembangkan produk-produk yang akhirnya bisa disajikan kepada pelanggan sekarang.

Dalam hal ini Haru mengaku ia langsung turun tangan dalam proses survey hingga mencari racikan terbaik untuk kopi yang disajikan di Satu Pintu. Bukan hanya dari segi kualitasnya saja, Satu Pintu juga fokus pada pelayanan yang selalu diprioritaskan.


Andalkan Storytelling Lewat Maskot Khusus Kedai Kopi

Satu Pintu Coffee Gunakan Storytelling untuk Promosi Kedai Kopi (2)

Di tengah bermunculannya kedai kopi di Bandung, Satu Pintu Coffee punya cara sendiri untuk menjangkau lebih banyak pelanggan.

Selain dari “mulut ke mulut” atau media sosial, Satu Pintu juga dipromosikan secara kreatif lewat workshop maupun sharing session informal yang saat ini diatur langsung oleh Bisma Kharisma.

Ada lagi hal menarik lainnya yang ternyata menjadi kelebihan Satu Pintu Coffee. Ternyata, kedai kopi ini tidak pernah mengunggah produk-produk yang mereka jual, justru mereka mengunggah ambiance dan interior Satu Pintu.

Dari awal Adis dan Haru memang menegaskan bahwa Satu Pintu Coffee menegaskan dua target market, yaitu mereka yang suka kopi dan yang suka nongkrong meliputi semua umur, semua pekerjaan dan semua latar belakang.

Kedai ini pun selalu memberikan pengalaman yang berbeda dari kedai kopi lainnya di Bandung, tidak heran kalau di tengah maraknya bermunculan kedai kopi lainnya, Satu Pintu tetap jadi pilihan pelanggannya.

Download E-Book: Strategi Instagram untuk Bisnis Lebih Maksimal 2019

Namun, di tengah semakin bermunculannya kedai kopi baru di Bandung, Satu Pintu tetap menawarkan sesuatu yang baru dan fresh bagi para pengunjung di kedai maupun pengguna media sosial.

Untuk menarik pengunjung dari media sosial, Satu pintu menciptakan sebuah maskot khusus yang merepresentasikan Satu Pintu Coffee. Maskot Satu Pintu Coffee ini diberi nama Broo.

Bisma Smash yang bertanggung jawab untuk bagian creative, sales dan marketing bersama timnya kemudian melakukan brainstorming untuk melahirkan sosok Broo.

Awal munculnya tokoh Broo ini karena Haru dan Adis terinspirasi dari club American Football dan NBA yang punya maskotnya masing-masing.

Saat itu mereka berpikir, bahwa membuat maskot adalah sesuatu yang belum pernah terjadi di kedai kopi Indonesia. Akhirnya lahirlah tokoh Broo yang namanya diambil dari Beruang, yang juga berasal dari kata Brew.

Baca juga: 7 Rahasia Dua Coffee Shop Sukses Buka Cabang di Amerika Serikat

Broo sendiri merupakan representasi dari Satu Pintu, hal ini terlihat dari Broo yang usianya sudah setengah baya di mana di umur ini ia sudah kaya pengalaman dan ingin membagikan pengalamannya tentang kopi kepada para penikmat kopi yang hadir.

Selain itu, pakaian yang dikenakan Broo juga merupakan baju yang ditambal di beberapa bagian.

Hal ini menggambarkan bagaimana Satu Pintu awalnya adalah bangunan yang sudah ada kemudian Haru, Adis, Bisma, dan kawan-kawan hadir untuk menambahkan ini-itu tanpa menghilangkan kekhasan yang ada. Wah, ternyata filosofis sekali ya!


Banyak “Kepala”, Bukan Halangan untuk Manajemen

Satu Pintu Coffee Gunakan Storytelling untuk Promosi Kedai Kopi (1)

Seperti yang sudah dipaparkan di awal, orang-orang yang terlibat di Satu Pintu Coffee ada lebih dari satu orang. Biasanya, semakin banyak kepala, semakin banyak gagasan, tapi semakin banyak pula hambatan yang mesti dilalui oleh sebuah manajemen.

Termasuk urusan kasir. Sejak awal, Satu Pintu Coffee mengandalkan aplikasi kasir Moka untuk segala pencatatan penjualan usaha mereka.

Baca juga: 7 Cara Jitu Mempertahankan Eksistensi Bisnis Kopi

Salah satu alasan yang paling menguatkan mereka untuk menggunakan Moka karena aplikasi inilah yang paling support untuk bisnis yang bergerak di bidang F&B.

Sebagai informasi, Moka memiliki fitur ingredient hingga table management, yang tentu akan sangat bermanfaat untuk membantu pencatatan, penghitungan stok, atau pengaturan meja di kedai kopi mereka.

Dengan adanya Moka, penghitungan pun menjadi lebih cepat. Selain itu, di waktu-waktu hectic, Moka bisa meminimalisir human error.

Baca juga: 7 Manfaat Mesin Kasir Mini yang Bikin Bisnis Makin Efektif

Nmaun yang terpenting, Satu Pintu memercayakan Moka sebagai aplikasi kasir andalan mereka lantaran mampu memberikan kemudahan dalam mengakses laporan keuangan atau laporan penjualan, kapan pun dan di mana pun mereka berada.

Tentu saja, mengembangkan kedai kopi ini akan terasa lebih mudah dan praktis, sebba untuk urusan kasir, semuanya sudah diserahkan kepada Moka.


3 Tips Menggunakan Storytelling untuk Promosi Kedai Kopi

Bisnis kedai kopi memang masih menjadi primadona saat ini. Bukan hanya di Bandung, melainkan kota-kota lainnya seperti Jakarta, Makassar, Surabaya, dan masih banyak lagi.

Baca juga: Panduan Lengkap Memilih Aplikasi Kasir Terbaik

Di tengah ramainya bisnis kedai kopi, mungkin Anda juga ingin membuat kedai kopi seperti Satu Pintu Coffee ini? Namun, melakukan promosi seperti foto produk di Instagram kesannya sudah biasa.

Jika Anda ingin menggunakan storytelling untuk promosi kedai kopi, simak 3 tips yang diberikan oleh Satu Pintu Coffee berikut ini.

1. Tentukan Objective Campaign yang Ingin Dijalani

Kebanyakan bisnis kedai kopi memang mempromosikan produk mereka lewat Instagram, baik melalui foto, video, ataupun testimoni pelanggan.

Apabila Anda ingin menggunakan storytelling untuk promosi kedai kopi, ada baiknya Anda melakukan brainstorm terlebih dahulu. Ketahui siapa target bisnis Anda dan tentukan objective dari campaign produk yang ingin dijalani.

Apakah Anda ingin meningkatkan brand awareness? Atau, Anda ingin meningkatkan sales bisnis Anda?

2. Gandeng Tim Kreatif

Apabila Anda merasa tidak terlalu kreatif dalam pembuatan konten di media sosial, mengapa tidak mengajak teman Anda untuk bergabung sebagai Tim Kreatif?

Biasanya, Tim Kreatif ini bertugas untuk memfoto, membuat video, membuat copy, hingga caption-nya. Namun, kembali lagi, konten tersebut tentu harus dikonsultasikan dengan Anda sebagai owner supaya memiliki visi yang sejalan.

Siapa tahu, Anda juga memiliki gagasan-gagasan yang berkontribusi dalam konten storytelling tersebut.

3. Konsisten

Ketahuilah, tidak selamanya memberikan promo-promo akan berhasil menyasar target yang selama ini diincar. Untuk itu, tak heran kalau Satu Pintu Coffee selalu berusaha untuk konsisten dalam mengelola konten media sosialnya, terutama lewat petualangan si tokoh Broo.

Itulah itulah dia kisah sukses Satu Pintu Coffee yang menggunakan storytelling untuk promosi kedai kopi mereka. Usai membaca artikel di atas, siapa nih yang tertarik buat terjun langsung ke dunia bisnis?

Baca juga: 7 Manfaat Aplikasi Penjualan untuk Operasional Bisnis Anda

Jangan lupa untuk andalkan Moka selalu di setiap urusan bisnis Anda, terutama untuk melakukan pencatatan penjualan dan mengetahui stok inventaris kedai Anda.

Dengan Moka, urusan kasir lebih beres! Mau coba Moka gratis selama 14 hari supaya Anda bisa membuktikan sendiri bagaimana mudahna menggunakan aplikasi kasir ini?

Similar Posts