Es Teler Penuh Nostalgia ala Rumah Makan Murni 83

Es Teler Penuh Nostalgia ala Rumah Makan Murni 83  – Rumah Makan Murni 83 adalah salah satu restoran legendaris yang berada di Yogyakarta.

Telah berdiri selama puluhan tahun, rumah makan ini secara konsisten menawarkan hidangan lezat bagi para siswa yang menempuh pendidikan di Yogyakarta.

Bahkan, setelah puluhan tahun, para siswa yang kini sudah hidup dan berkarier di kota-kota lain pun masih sering mengunjungi rumah makan ini.

Penasaran hal apa saja yang membuat rumah makan tetap mampu bertahan hingga kini? Yuk, ikuti kisahnya.

Mulanya Berjualan Makanan Keliling

rumah makan murni 83 (4)

Sebelum mendalami cara Rumah Makan Murni 83 jangkau pelanggan setianya, sebaiknya dipahami dulu tentang asal usul berdirinya restoran legendaris ini. Saat ini restoran legendaris ini dikelola oleh Bapak Handoko, yang mewarisi rumah makan ini dari kedua orangtuanya.

Rumah makan yang telah berdiri sejak tahun 1978 ini berawal dari niatan untuk menawarkan makanan bagi para pelajar. Oleh karena itu, harga makanan dan minuman yang ditawarkan tentu saja ramah di kantong.

Pada awalnya, orangtua dari Bapak Handoko menjual makanan secara keliling. Lalu, seiring meningkatnya penjualan, kedua orangtuanya mendirikan Rumah Makan Murni 83 di tempat yang kini dikenal sebagai Jalan Tukangan, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta.

Lokasinya dekat dengan Stasiun Tugu Yogyakarta, sehingga terbilang cukup strategis dan mudah ditemukan.

Baca juga: 4 Cara Ampuh  Pertahankan Pelanggan Setia Anda

Dari cerita Bapak Handoko, nama Rumah Makan Murni 83 berasal dari kemurnian hidangan yang ditawarkan. Misalnya, untuk hidangan pencuci mulut yang segar seperti es teler, bahan-bahan yang digunakan murni, asli, tanpa tambahan apa pun. Angka 83 sendiri berasal dari nomor rumahnya, yang dahulu bernomor 83.

Awalnya Rumah Makan Murni 83 menawarkan begitu banyak menu, namun seiring meningkatnya persaingan, beberapa menu yang kurang perform mulai dihilangkan dan fokus pada menu-menu rumah makan dan beberapa hidangan es segar saja. Namun, untuk menu es krim masih dipertahankan khusus untuk pemesanan pesta.


Pelajaran Berharga dari Rumah Makan Murni 83

rumah makan murni 83 (1)

Tentu tidak mudah untuk mempertahankan sebuah bisnis kuliner tetap langgeng, mengingat bisnis F&B adalah salah satu industri dengan pergerakan tercepat. Banyak pemain baru yang datang namun harus pergi dalam waktu yang terlalu singkat.

Lalu, apa yang membuat Rumah Makan Murni 83 tetap mampu bertahan hingga kini? Menurut Bapak Handoko sang pengelola, alasan utamanya adalah restoran legendaris ini tetap konsisten menawarkan hidangan lezat dengan harga yang ramah di kantong.

Konsistensi ini dibarengi dengan menjaga kualitas agar konsumen tetap mendapatkan yang terbaik. Sebagai contoh, salah satu menu yang menjadi favorit para konsumen adalah es teler.

Berbeda dengan es teler pada umumnya yang biasanya berisi alpukat, kelapa, dan nangka, Rumah Makan Murni 83 menawarkan es teler dengan tambahan roti, tape, dan konsumen juga bisa memesan dengan tambahan durian.

Selain itu, restoran ini juga menambahkan santan sehingga cita rasanya lebih gurih daripada es teler pada umumnya.

Bahan-bahan yang digunakan pun tetap dijaga kemurniannya. Untuk itu, Rumah Makan Murni 83 membuat sendiri bahan-bahan yang mereka gunakan.

Untuk bahan-bahan yang tidak dibuat sendiri, restoran legendaris ini bekerja sama dengan supplier yang bisa menawarkan kualitas bahan baku yang konsisten dan dapat dijaga bersama. Dengan demikian, para pengunjung bisa menikmati sajian kualitas terbaik dalam harga yang terjangkau.

Kemudian, rumah makan ini juga menawarkan unsur nostalgia bagi para pengunjung yang makan di tempat. Bapak Handoko memutuskan untuk mempertahankan dekorasi Rumah Makan Murni 83 seperti sedia kala.

Hanya saja, beberapa bagian restoran direnovasi untuk menambah kenyamanan para pengunjung. Ketersediaan parkir pun sudah terpikirkan dengan baik, sehingga pembeli bisa lebih nyaman.

Baca juga: Mana yang Lebih Penting, Pelanggan Baru atau Setia?

Faktor nostalgia juga membuat pelanggan setia ingin kembali lagi ke restoran ini. Banyak pelanggan lamanya yang membawa serta keluarganya untuk ke restoran ini sambil bercerita bahwa restoran ini adalah tempat “nongkrong” mereka dulu.

Banyak pula anak-anak dari para pelanggan setianya yang datang ke tempat ini karena berdasarkan rekomendasi orangtuanya yang berkuliah di Yogyakarta dulu.

Jadi, bisa dilihat bahwa Rumah Makan Murni 83 menawarkan lebih dari sekadar makanan lezat dan terjangkau, tetapi juga cerita personal yang lahir saat makan di sini. Inilah yang mendorong para pelanggan setianya mau memasarkan restoran legendaris ini secara mulut ke mulut.

Berkat konsistensi dalam menjaga value-nya, bisnis ini pun nyatanya berhasil menarik minat para wisatawan. Lokasinya yang strategis -dekat Stasiun Tugu Yogyakartaー pun turut membuat rumah makan legendaris jadi lebih mudah dijangkau.

Mereka yang baru saja turun dari kereta pasti akan langsung mencari tempat makan yang terdekat dan hasil teratas kerap mengarahkan mereka menuju Rumah Makan Murni 83.

Para pengunjung pun diajak untuk memberikan ulasan secara jujur, tanpa di buat-buat. Jadi, bisa dilihat bahwa Rumah sangat Makan Murni 83 percaya diri dalam pelayanan yang diberikan.


Tantangan dalam Bisnis Kuliner dan Cara Mengatasinya

rumah makan murni 83 (2)

Bagi Anda yang juga ingin terjun ke bisnis kuliner, harus siap menghadapi segala tantangan di dalamnya. Tantangan-tantangan yang umum dihadapi antara lain tetap relevan dengan selera konsumen, memiliki cukup modal, manajemen inventaris, merancang menu yang disukai, menghadapi kompetitor yang lebih baru, dan konsisten menawarkan pelayanan terbaik.

Adapun yang menjadi tantangan bagi Rumah Makan Murni 83 adalah bagaimana cara membuat semakin banyak konsumen yang datang.

Target pasar dari bisnis ini sendiri adalah konsumen keluarga. Namun, dalam 1 tahun terakhir, konsumen keluarga tercatat mengalami penurunan karena kondisi ekonomi yang juga naik turun.

Bapak Handoko melihat pengeluaran untuk makan di luar rumah seperti dikurangi, yang pada akhirnya memengaruhi industri kuliner di Yogyakarta.

Meskipun demikian, banyak pula anak muda yang datang ke rumah makan ini dan mengaku puas akan hidangan yang ditawarkan.

Mereka juga bantu mengenalkan restoran ini melalui Instagram mereka masing-masing, sehingga cukup meningkatkan brand visibility di kalangan anak muda. Hanya saja, Bapak Handoko juga mengakui bahwa gaya hidup anak muda sekarang sudah bergeser.

Dengan demikian, kini yang menjadi incaran para anak muda adalah tempat-tempat yang nyaman untuk berkumpul lama seperti kafe. Sementara itu, Rumah Makan Murni 83 adalah sebuah restoran yang memang nature-nya bukan untuk berkumpul lama.

Baca juga: 15 Tren Bisnis Kuliner yang Masih akan Booming pada 2020

Untuk menghadapi tantangan tersebut, bisni ini pun mencoba untuk mengembangkan caranya sendiri, yaitu dengan mendekatkan diri pada konsumen loyalnya.

Oki, putra ke-3 Bapak Handoko, yang turut bantu mengelola Rumah Makan Murni 83 ini mengatakan bahwa mereka ingin membangun hubungan baik dengan para konsumennya.

Misalnya dengan memberikan promo-promo atau hadiah-hadiah khusus. Dengan demikian, Rumah Makan Murni 83 bisa tetap mempertahankan para pelanggan setianya.


Strategi Marketing yang Digunakan Rumah Makan Murni 83

Bisa bertahan di tengah gempuran kuliner modern tentu tidak mudah. Apalagi Yogyakarta diisi oleh begitu banyak pelajar yang haus akan petualangan kuliner baru. Lalu, apa strategi yang digunakan supaya bisa tetap bertahan?

1. Meningkatkan online presence di media sosial

Bapak Handoko dan Oki sadar betul jika anak-anak muda menghabiskan banyak waktu di media sosial. Sirkulasi informasi di media sosial begitu cepat dan meluas sehingga berpotensi untuk mendatangkan konsumen-konsumen baru.

Untuk itu, restoran legendaris ini juga telah hadir di Instagram untuk menunjukkan “portofolio” kuliner mereka. Di dalam profil Instagram-nya, Anda bisa melihat menu-menu andalan, ambiance, hingga menu baru yang diperkenalkan.

Selain itu, Rumah Makan Murni 83 juga sudah mulai bekerja sama dengan influencer kuliner. Dengan demikian, exposure yang dimiliki pun semakin meningkat lagi.

2. Bekerja sama dengan layanan pesan antar

Layanan pesan antar online yang dimaksud ialah Go-Food dan GrabFood. Ini adalah salah satu cara untuk mengikuti perkembangan pola belanja konsumen. Untuk menarik minat, rangkaian program promo Go-Food dan GrabFood pun sering diadakan.

Meskipun demikian, rumah makan ini masih mencatat bahwa lebih banyak konsumen yang datang langsung ketimbang pesan antar.

3. Membuat loyalty program

Lewat loyalty program, Bapak Handoko dan Oki dapat lebih mengenali siapa saja konsumennya, menu apa saja yang menjadi favorit, dan seberapa sering mereka makan di sana. Dalam mengadakan loyalty program ini, Bapak Handoko dan Oki mengaku sangat terbantu oleh aplikasi kasir Moka.

Dengan menggunakan Moka, Bapak Handoko dan Oki bisa melihat berapa banyak konsumen yang telah menjadi pelanggan setia. Untuk pendaftaran data konsumen pun terbilang sederhana karena hanya membutuhkan nomor teleponnya saja.

Menurut Bapak Handoko dan Oki, pencatatan nomor telepon konsumen setia ini sangatlah penting. Sebab, dengan memiliki nomor teleponnya, mereka bisa menghubungi langsung bila ada penawaran khusus, atau sekadar untuk menanyakan kabar. Menurut Oki, cara ini sangat jarang dilakukan oleh rumah makan lain.

Lebih lanjut, dari data-data yang terkumpul dari aplikasi kasir Moka, Bapak Handoko dan Oki jadi bisa mengetahui siapa saja konsumen yang datang dan menu apa saja yang mereka pesan. Dengan demikian, mereka terbantu dalam merancang benefit bagi para pelanggan setianya.

Adapun benefit yang diberikan, seperti yang sudah diutarakan sebelumnya, antara lain promo-promo khusus serta hadiah-hadiah spesial bagi mereka yang sudah setia dari lama.

Harapannya, dengan program ini, Rumah Makan Murni 83 masih menjadi top of mind para pelanggan setianya. Sekaligus untuk menarik para konsumen baru untuk menjadi salah satu pelanggan setia.

Selain fitur loyalty program, Bapak Handoko dan Oki mengaku terbantu dengan adanya fitur ingredient inventory. Dengan adanya fitur ini, mereka bisa mengetahui persis berapa banyak bahan-bahan yang masih tersedia, berapa yang sudah terpakai, dan kapan waktu untuk restock bahan baku masakan.

Baca juga: Program Loyalitas & Dampaknya Terhadap Pelanggan dan Bisnis

Dengan cara penggunaan yang mudah, Bapak Handoko dan Oki juga tidak menemukan kesulitan dalam mengoperasikan Moka sebagai aplikasi kasirnya.

Itulah cara Rumah Makan Murni 83 jangkau pelanggan setia. Dari kisah perjalanan di atas, Anda bisa lihat bahwa konsistensi, adaptasi teknologi terkini, dan kedekatan dengan para pelanggan setia adalah kunci utama yang membuat restoran legendaris ini tetap berdiri hingga kini.

Jadi, jika bisnis ini sudah memercayakan Moka, bagaimana dengan Anda? Yuk, coba gratis 14 hari dan buktikan sendiri bagaimana Moka membantu bisnis Anda berkembang lebih pesat dan efisien!

Similar Posts