[Free E-book] Dampak Virus Corona terhadap Bisnis dan Cara Menyikapinya

Dampak Virus Corona terhadap Bisnis dan Cara Menyikapinya – Pada Rabu, 11 Maret 2020 waktu setempat, Tedros Adhanom Ghebreyesus, selaku Direktur Jenderal World Health Organization (WHO) telah mengumumkan bahwa wabah Virus Corona sebagai pandemi global. Bahkan, pemerintah Indonesia pun telah mengumumkan bahwa COVID-19 sebagai bencana nasional.

Para ahli kesehatan pun merekomendasikan masyarakat untuk melakukan social distancing demi memperlambat penyebaran virus. Presiden Joko Widodo sendiri pun sudah menginstruksikan masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.

“Saatnya kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah,” ucap Jokowi di Istana Bogor, Minggu (15/3/2020), seperti ditulis Kompas.com. Menurutnya, ini merupakan langkah strategis untuk memerangi wabah COVID-19 dengan lebih maksimal.

Baca juga: 7 Cara Mencegah Penyebaran Virus Corona, Pebisnis Wajib Tahu!

Apalagi, per 1 April 2020, tercatat ada 1.677 pasien positif virus corona, 103 orang dinyatakan sembuh, dan 157 orang meninggal dunia di Indonesia.

Akan tetapi, kebijakan untuk melakukan aktivitas di rumah nyatanya menuai pro dan kontra dari masyarakat. Seperti yang diketahui, wabah COVID-19 membuat seluruh lapisan masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan, bukan cuma dari segi kesehatan, melainkan bisnis dan perekonomian.

Dalam artikel ini, kami akan menyajikan beberapa data terkait dampak virus corona terhadap bisnis, serta berbagai upaya yang bisa dilakukan untuk melewati masa-masa krisis ini bersama.

 

Dampak Virus Corona terhadap Bisnis

1. Penjualan masker dan hand sanitizer meningkat

dampak virus corona terhadap bisnis - bisnis menurun 1

Data Internal Moka menemukan bahwa jumlah penjualan masker pada bulan Januari 2020 meningkat hampir 2x lipat.

Kami juga menemukan bahwa total hand sanitizer yang terjual di pasaran mampu melebihi 2.000 buah selama bulan Februari 2020 kemarin, yang mana terjadi peningkatan cukup signifikan, yakni sebanyak 209%.

Baca juga: 13 Cara Agar Bisnis Tetap Bertahan Saat Wabah Corona

Apabila Anda menjual masker atau hand sanitizer, kami sangat tidak menganjurkan Anda untuk memasok dalam jumlah yang besar untuk kemudian Anda jual lagi dengan harga tinggi.

Guntur Saragih selaku Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Guntur Saragih mengungkapkan, apabila ada pelaku usaha yang menaikkan harga masker akan dikenakan denda sebesar Rp25 miliar karena telah melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli.


2. Pendapatan bisnis Ritel di 7 dari 17 kota merosot

bisnis fashion menurun

Ini dia dampak virus corona terhadap bisnis yang selanjutnya. Berdasarkan hasil pemanatauan kami, diketahui bahwa 7 dari dari 17 kota yang kami amati rupanya terkena dampak dari segi pendapatan. Untuk diketahui, 5 kota teratas dengan dampak tertinggi ialah Jakarta Barat, Tangerang Selatan, Depok, Jakarta Pusat, dan Bandung.

Hal ini pun menyebabkan berbagai toko tutup. Para pebisnis pun mau tak mau harus memusatkan penjualan mereka secara online, yang mana hal ini bisa menjadi langkah antisipatif guna memutus rantai penyebaran virus corona.


3. Penggunaan uang tunai sebaiknya dikurangi

mobile payment - pembayaran digital - tren mobile payment di Indonesia

WHO mengatakan, ada kemungkinan bahwa infeksi mematikan dari virus corona bisa saja berasal dari uang tunai, sebab uang tunai sering berpindah tangan dan bisa menjadi sarang bakteri serta virus.

“Kami menyarankan semua orang untuk segera mencuci tangan setelah memegang uang kertas dan jangan menyentuh wajah,” ujar WHO, seperti dikutip dari Kompas.com. WHO mengatakan, sebaiknya masyarakat menggunakan mobile payment atau pembayaran nontunai. Namun, bukan berarti mereka menyarankan untuk tidak menggunakan uang tunai sama sekali.

Para pemilik bisnis pun disarankan untuk mengimbau karyawan atau para pelanggan untuk menggunakan mobile payment guna meminimalisir risiko terkena dampak wabah tersebut.


4. Dari offline ke online

Salah satu dampak virus corona terhadap bisnis adalah adanya adaptasi strategi bisnis dari offline menuju online.

Bagi Anda yang berkecimpung di dunia F&B dan memiliki restoran atau outlet, tidak ada salahnya untuk lebih fokus pada layanan jasa antar atau penjualan online, mengingat perilaku pelanggan di tengah situasi ini sudah pasti berubah.

Pelanggan akan menghindari keramaian atau tempat publik demi meminimalisir kemungkinan tertularnya virus corona. Anda dapat mendaftar untuk menjadi merchant partner layanan jasa antar, misalnya untuk F&B, sudah ada GoFood dan Grabfood yang telah tersedia di Indonesia.

Di sisi lain, untuk Anda yang juga menjual produk dalam bentuk lain, misalnya pakaian, buku, produk kecantikan, dan sebagainya, manfaatkanlah pengiriman secara online agar barang bisa tetap sampai di pelanggan.


5. Rp405,1 triliun untuk mitigasi risiko penyebaran corona

Hadirnya virus corona memang mempengaruhi berbagai sektor bisnis, tanpa terkecuali. Selain social distancing, saat ini pemerintah pun sedang menjalankan beberapa kebijakan demi memitigasi risiko penyebaran wabah ini.

Mulai dari mengucurkan ekstra APBN sebesar Rp405,1 triliun hingga bekerja sama dengan Perumda Pasar Jaya, aplikasi ojeg online, serta puluhan pasar tradisional untuk menyediakan layanan belanja jarak jauh.

Nah, itulah dia beberapa dampak virus corona terhadap bisnis, yang mana analisisnya bisa Anda pelajari lebih mendalam dengan mengklik link ini atau dengan mengisi form di atas. Selamat membaca, smeoga bermanfaat, dan mari saling bahu-membahu membangkitkan bisnis serta perekonomian di Indonesia.

Bacaan Selanjutnya:

Similar Posts