[Free E-book] Ramadan 2020: Antisipasi Bisnis di Tengah Krisis Corona

[Free E-book] Ramadan 2020: Antisipasi Bisnis di Tengah Krisis Akibat Wabah Corona – Sebanyak 93% responden setuju bahwa Ramadan adalah momen untuk berkumpul bersama teman dan keluarga. Berdasarkan survey online Facebook dan Kantar terhadap 951 responden di Indonesia mengenai aktivitas selama Ramadan

Ya, Ramadan selalu menjadi momen yang dinantikan umat Islam sepanjang tahun. Selain dapat menikmati beragam hidangan seperti opor ayam, ketupat, atau rendang ati, tentu masyarakat Indonesia juga tak sabar untuk berkumpul bersama sanak keluarga.

Akan tetapi, wabah COVID-19 yang tengah merajalela, serta imbauan untuk melakukan segala aktivitas #DiRumahAja, rasanya menjadi tantangan yang perlu dihadapi bersama, tak terkecuali pebisnis sekali pun.

Baca juga: 14 Ide Bisnis Menguntungkan Saat Ramadhan Biar Tambah Berkah

Sayangnya, imbauan untuk bekerja atau berbisnis dari rumah rupanya tak melulu cocok bagi semua orang. Di sisi lain, bagi mereka yang baru ingin mencoba berbisnis di bulan Ramadan, perlu mencari jenis usaha yang bisa dilakukan di rumah.

Misalnya, berjualan kue kering, membuat katering sahur dan berbuka puasa, berjualan busana Muslim atau peralatan ibadah, dan sebagainya. Namun, para pemilik usaha tentu perlu lebih cermat dalam mengatur strategi bisnis agar tetap dapat berjalan dengan maksimal.

Baca juga: 7 Inspirasi Menu Takjil Hemat & Kekinian untuk Bisnis di Bulan Ramadan

Untuk itu, kami akan membagikan insight beserta E-book berjudul Ramadan 2020: Antisipasi Bisnis di Tengah Krisis Akibat Corona dan mengajak Anda untuk melihat bagaimana tren bisnis serta pola perilaku konsumen dalam kegiatan ekonomi saat Ramadan 2019, sembari bersama-sama melakukan berbagai upaya strategis, terutama di tengah merebaknya wabah corona ini.

Yakinlah, kita semua pasti bisa saling bahu-membahu dalam menghadapi dan melewati krisis sulit ini.

Perubahan Kebiasaan Pelanggan saat Ramadan

1. Makanan favorit saat sahur

E-book Ramadan 2020 - Antisipasi Bisnis di Tengah Krisis Akibat Wabah Corona

 

Nyatanya, saat sahur, orang-orang lebih suka membeli makanan siap saji. Berdasarkan grafik di atas, dapat diketahui ada berbagai menu yang paling banyak dibeli, yakni ayam geprek dan nasi, ayam goreng dengan atau tanpa nasi, ayam panggang, serta burger.

Baca juga:  Tips dan Resep Rendang untuk Bisnis Rumahan, Dijamin Enak!

Bila diperhatikan, pada dasarnya masyarakat Indonesia gemar sekali makan ayam, yang tentunya disertai nasi. Sebuah komposisi karbohidrat dan protein yang cukup untuk mengisi perut saat sahur.

Oleh karena itu, untuk Anda yang bergelut di bisnis F&B dan membuka outlet pada jam sahur, kami merekomendasikan Anda untuk menjual berbagai macam makanan cepat saji dibandingkan menu a la carte.

Jika Anda ingin menjual menu ayam, buatlah menu tersebut menjadi berbagai kreasi, misalnya Burger Ayam Geprek, Ayam Geprek dengan berbagai varian saus, Chicken Satay Meatballs, dan sebagainya.


2. Pelanggan lebih suka makanan berat saat puasa

E-book Ramadan 2020 - Antisipasi Bisnis di Tengah Krisis Akibat Wabah Corona 1

 

Selama jam buka puasa, yakni sekitar pukul 17.00-18.00, jumlah transaksi bulanan di Full Service Restaurant dan Quick Service Restaurant meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.

Namun pada sisi berlawanan, terjadi penurunan transaksi untuk bisnis kedai kopi, food truck, juga toko roti. Hal ini mengindikasikan bahwa pelanggan lebih memilih untuk menyantap makanan berat dibandingkan snack.


3. Kue kering yang paling banyak dibeli

resek kue kering lebaran - nastar

Bulan Ramadan memang tak bisa lepas dari yang namanya kue kering. Kue ini banyak dihidangkan saat Lebaran dan tentu saja bisa menjadi camilan yang pas kala bersantai bersama sanak keluarga.

Baca juga: Pasti Laku, 10 Resep Kue Kering Lebaran Favorit Pelanggan!

Apabila Anda tertarik untuk menjual kue kering, ada 3 jenis kue yang paling banyak diburu, yaitu Nastar, Putri Salju, dan Cheese Stick. Pada 2018 lalu, kue Semprit menduduki posisi 3 besar bersama Nastar dan Putri Salju. Namun, kelezatan Putri Salju nyatanya mampu menggeser posisi kue Semprit pada tahun 2019.

4. Gamis, produk fashion yang paling laku

baju gamis - produk fashion ramadan

Ada 3 produk fashion yang paling banyak dicari selama Ramadan 2020, yakni

a. Gamis: Terjual sebanyak 592 item per outlet. Penjualannya meningkat 16%, menurun drastis sebesar 75% di bulan setelahnya.

b. Tunik: Penjualan meningkat 29% dan mengalami penurunan 59% pada bulan berikutnya.

c. Hijab: Pembelian meningkat sebesar 21%, lalu menurun 38% sebulan setelah Ramadan.

Nah, itulah dia beberapa insight menarik terkait perubahan kebiasaan pelanggan saat Ramadan tahun ini. Penting diingat, sebagai pebisnis, Anda harus peka terhadap tren yang terjadi san senantiasa adaptif dengan perubahan zaman, apalagi di saat wabah COVID-19 melanda.

Jika Anda membutuhkan insight lebih mendalam mengenai hal tersebut, silakan download E-book terbaru Moka dengan menekan tombol di bawah ini. Semoga bermanfaat!

{{cta(‘c714dc33-937e-44ad-b107-134010abbeb1′,’justifycenter’)}}

Bacaan Selanjutnya:

Similar Posts