Contoh Neraca Lajur yang Penting Bagi Akuntansi

Butuh contoh neraca lajur? Sudah sewajarnya bagi suatu perusahaan untuk memiliki laporan keuangan yang tersusun rapi dan dapat dibaca dengan mudah. Tanpa adanya laporan ini, perusahaan akan kesulitan mengelola ratusan hingga ribuan data transaksi keuangan dalam satu periode. Akibatnya, proses penyusunan laporan keuangan bisa terhambat.

Agar bisa mengetahui keadaan laporan keuangan secara jelas untuk pengambilan keputusan oleh perusahaan, dibutuhkan pula neraca lajur. Lantas, apa saja definisi dan contoh neraca lajur bagi akuntansi perusahaan Anda? Berikut ini penjelasan selengkapnya.


Apa itu Neraca Lajur?

menghitung laporan penjualan (2)

Neraca lajur, atau biasa juga disebut dengan worksheet, adalah lembar laporan yang memuat semua data akuntansi perusahaan dalam satu periode. Data-datanya antara lain seperti saldo-saldo perkiraan sebelum jurnal penyesuaian dan setelah jurnal penyesuaian.

Data ini akan menjadi landasan untuk mencocokkan data dengan rekening buku besar yang telah disesuaikan. Pada saat pembuatan laporan keuangan, prosesnya akan menjadi lebih mudah dengan neraca lajur.

Jika perusahaan Anda berskala besar, Anda bisa memanfaatkan keuntungan dari laporan ini. Contoh neraca lajur yang Anda gunakan akan berguna pada saat melakukan rekap data keuangan sebelum disesuaikan.

Sebaliknya, perusahaan berskala kecil yang tidak memiliki buku besar yang terlalu banyak akan bisa langsung menyesuaikan data dengan neraca saldo. Sehingga, neraca lajur tidak terlalu dibutuhkan.


Fungsi Neraca Lajur pada Bisnis

Bukan tanpa alasan neraca lajur begitu dibutuhkan oleh bisnis. Pembuatan neraca lajur memiliki sejumlah fungsi berikut ini.

1. Merangkum data

Pengelompokan data berupa akun atau transaksi keuangan penting dilakukan saat pencatatan keuangan. Di sini, neraca lajur berfungsi untuk membantu melihat data-data yang cenderung rumit sehingga bisa disusun dengan rapi. Ini akan memudahkan juga saat Anda butuh mencari informasi tertentu mengenai suatu transaksi.

2. Evaluasi data

Melakukan evaluasi data melalui neraca lajur berfungsi untuk memonitor progress kegiatan operasional dalam satu periode akuntansi. Evaluasi ini akan dilakukan beberapa kali oleh akuntan karena kesalahan-kesalahan selalu saja bisa terjadi. Menggunakan contoh neraca lajur, tiap data yang ada pada pencatatan sebelumnya akan dicek ulang. Itulah kenapa contoh neraca lajur akan mempermudah proses pemeriksaan data.

3. Menyusun laporan

Dengan neraca lajur, data yang digunakan dalam membuat laporan keuangan akan tersusun secara sistematis. Data dari buku besar akan digolongkan dalam laporan ini, dengan tampilan yang lebih ringkas tanpa perlu mengumpulkan data pembukuan dari awal.

Jika contoh neraca lajur digunakan dengan tepat, perusahaan akan bisa dengan mudah menghemat waktu dalam penyusunan laporan keuangan.

4. Pencatatan keuangan 

Fungsi contoh neraca lajur yang terakhir adalah untuk menampilkan prosedur pencatatan keuangan dari perusahaan yang telah berjalan. Kredibilitas perusahaan akan meningkat dengan adanya penyusunan akuntansi yang kredibel pula. Dengan mencantumkan neraca saldo di dalam neraca lajur, pencatatan keuangan akan dianggap lengkap dan mumpuni.

Kalau Anda belum pernah membuat pencatatan keuangan sebelumnya, ada aplikasi kasir Moka POS yang bisa membantu Anda. Aplikasi ini bisa memberikan laporan penjualan harian secara otomatis, sehingga pencatatan keuangan bisnis pun jadi mudah. Melakukan pencatatan keuangan ini juga merupakan bagian penting dari business plan Anda.


Contoh Neraca Lajur

Setelah mengetahui definisi dan fungsi neraca lajur, langkah selanjutnya adalah mengetahui cara membuatnya. Ada beberapa komponen data yang perlu diisi dan wajib ada di dalam contoh neraca lajur yang akan digunakan. Tujuannya untuk memudahkan penggunaan berulang secara berkelanjutan. Berikut ini satu contoh neraca lajur sebagai referensi Anda:

contoh neraca lajur

Jika masih bingung, di bawah ini ada penjelasan singkat mengenai bagan tabel di atas:

  • Kolom nama akun berisi nama jenis transaksi yang sudah disusun.
  • Kolom neraca saldo berisi informasi yang sama dengan yang tercantum pada laporan neraca saldo.
  • Kolom penyesuaian menampilkan jurnal-jurnal penyesuaian yang sudah disusun dan bisa disesuaikan apabila muncul perkiraan baru.
  • Kolom neraca saldo setelah penyesuaian berisi informasi semua saldo yang akan terlihat pada laporan keuangan.
  • Kolom laba rugi diisi dengan nominal-nominal perkiraan yang dikategorikan dalam laporan perhitungan rugi-laba. Dalam kolom ini, debit dan kredit dalam kolom laba-rugi dijumlahkan.
  • Kolom neraca memuat semua perkiraan riil untuk melihat apaka masih ada ketidaksesuaian dalam penyusunan neraca saldo.


Meskipun tidak termasuk dalam laporan keuangan, neraca lajur merupakan bagian penting dari proses pencatatan transaksi perusahaan. Akuntan Anda akan terbantu saat menyusun laporan keuangan terbaru dengan data yang mudah dibaca karena penggolongan akun dan data transaksi akan lebih ringkas.

Dilihat dari data-data yang harus dimasukkan ke dalam contoh neraca lajur, prosesnya memang sedikit rumit dan bisa memakan waktu. Untuk itu, Anda bisa gunakan aplikasi Moka POS untuk proses pembuatan laporan keuangan yang lebih mudah dan praktis. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut!

Point of sale

 

 

Similar Posts