RAB adalah Kunci Efektivas Keuangan, Ini Cara Membuatnya

Dalam kelangsungan bisnis, RAB adalah istilah yang tidak mungkin dilewatkan. Pasalnya, RAB berperan sebagai pedoman keuangan untuk keseluruhan aktivitas usaha. Pelaku bisnis dapat menghadapi masalah apabila perhitungan ini tidak tepat.

RAB adalah singkatan dari rencana anggaran biaya, yang memuat estimasi biaya bagi keperluan usaha. Komponen rencana anggaran biaya meliputi besaran pengeluaran untuk bahan baku, upah, biaya darurat, dan uraian biaya lainnya. Nah, perlunya pembuatan RAB berkaitan dengan kegiatan bisnis yang kompleks. Itulah kenapa umumnya rencana anggaran biaya dirancang sebelum membangun bisnis, membuat website toko online, ataupun rencana pengembangan bisnis lainnya. 

Khusus untuk pembuatan website toko online dengan mudah dan cepat, Anda dapat menggunakan layanan GoStore. Dengan GoStore, Anda tidak perlu keahlian khusus atau menghabiskan waktu untuk membuat banyak katalog khusus Instagram, Facebook, dan Google. Situs toko online yang dibuat akan otomatis terintegrasi dengan berbagai platform.


Manfaat RAB

Dengan adanya RAB, pelaku bisnis mampu memegang kendali atas pengeluaran dan pemasukan usaha. Keberadaan rencana anggaran biaya menciptakan rasa aman karena aliran finansial bisnis cenderung stabil serta bisa diprediksi.

Selain itu, pelaku usaha juga memiliki kesempatan untuk melakukan evaluasi dalam rangka menekan pengeluaran perusahaan. Jika memungkinkan, pengeluaran yang berlebihan bisa dihilangkan atau dikurangi.

Pembuatan RAB juga meningkatkan kesadaran akan aliran kas, utang, dan piutang yang dimiliki suatu perusahaan. Kesadaran akan kondisi tersebut bisa membawa dampak baik untuk kemajuan bisnis karena Anda jadi memahami keadaan keuangan. Untuk mendukung pelaku bisnis melakukannya, tersedia Moka POS yang bisa mencatat transaksi penjualan secara otomatis. Dengan begitu, pengelolaan keuangan bisnis pun jadi lebih praktis.

Baca juga: Budget adalah Kunci Kelancaran Keuangan Bisnis, Mengapa?


Jenis-jenis RAB

menghitung laporan penjualan (4) - RAB adalah

Terdapat tipe rencana anggaran biaya yang patut diketahui sebelum menyusun RAB. Jenis RAB terbagi berdasarkan cara penyajian dan penyusunannya. Pilihlah tipe yang mendekati situasi bisnis Anda dan dihitung dengan teliti.

1. RAB kecil

Jenis rencana anggaran biaya ini mencantumkan perencanaan pengeluaran bisnis yang terperinci. Rincian didapatkan dari perhitungan volume pekerjaan, sumber daya, upah karyawan, biaya pemasaran, dan sebagainya. 

2. RAB besar

Disebut juga sebagai RAB kasar, jenis RAB ini merupakan perencanaan keuangan berdasarkan pengalaman di bidang yang sama. Perhitungan RAB besar diperoleh dari kebiasaan seseorang dalam menangani persoalan keuangan serupa. Jika dibandingkan dengan RAB kecil, besaran RAB besar dapat menunjukkan jumlah selisih tertentu.


Langkah-Langkah Pembuatan RAB

Mengingat fungsinya sebagai pedoman finansial untuk membangun atau membangun bisnis, membuat rencana anggaran biaya perlu mempertimbangkan berbagai faktor. Bagaimana agar RAB yang Anda buat sedekat mungkin dengan pengeluaran sebenarnya? Anda bisa mengikuti langkah-langkah ini.

1. Mencari tahu sumber daya yang dibutuhkan

Untuk memperoleh informasi seputar sumber daya yang dibutuhkan dalam mengambil langkah bisnis, perlu dilakukan analisis terhadap tujuan bisnis. Misalnya, jika akan berkecimpung dalam jualan pakaian secara online, beberapa biaya yang diperlukan adalah vendor bahan baku atau produsen pakaian, kemasan, serta upah admin dan staf packaging.

Anda dapat meluangkan waktu supaya dapat memperoleh sumber daya terbaik dengan biaya paling kecil. Optimalisasi perhitungan cost dan reward akan menjadi hal yang baik bagi kemajuan usaha nantinya.

2. Memastikan jumlah SDM yang tersedia

Tahap selanjutnya tidak jauh berbeda dibanding tahap pertama, namun sumber daya yang dipertimbangkan berupa sumber daya manusia (SDM). Anda akan membuat pemetaan tenaga kerja bagi kelangsungan usaha.

Setiap bidang bisnis dapat membutuhkan kualifikasi tenaga kerja yang berbeda-beda. Ada bidang tertentu yang memerlukan tenaga kerja ahli, seperti gelar pendidikan atau sertifikat yang spesifik. Di sisi lain, terdapat juga posisi yang tidak begitu memerlukan tenaga kerja dengan keterampilan khusus.

Jika sudah mengetahui kualifikasi yang diperlukan, Anda perlu melakukan survei upah minimum sesuai daerah operasi bisnis dan kisaran pendapatan sesuai pasar yang ada. Hindari menawarkan gaji di bawah upah minimum atau kisaran pendapatan sesuai industri karena pelaku bisnis harus mementingkan kesejahteraan karyawan.

Baca juga: 5 Tips untuk Memotivasi Karyawan Anda

3. Menganalisis kecukupan atas keduanya

Ketika sudah mengetahui jumlah biaya untuk memperoleh sumber daya dan karyawan, Anda bisa melakukan analisis kecukupan atas keduanya. Secara sederhana, terdapat dua pendekatan yang menjadi pilihan dalam tahap ini. 

Pada pendekatan pertama, Anda dapat langsung melakukan pemetaan biaya dengan mengusahakan bahwa harga sumber daya tidak terlalu tinggi, tanpa patokan besaran biaya yang dikeluarkan di akhir. Sementara itu, pendekatan kedua menentukan batasan biaya yang akan dikeluarkan terlebih dahulu, lalu menyesuaikan prioritas setiap biaya sesuai angka tersebut.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Budget Plan dan Bagaimana Cara Membuatnya

Dari kedua pilihan tersebut, pendekatan yang ideal sebagai bentuk usaha terbaik adalah pendekatan pertama. Namun, jumlah modal untuk usaha sering kali terbatas. Sehingga, sebaiknya penentuan rencana anggaran biaya diadaptasikan dengan keadaan dana yang ada.


Apakah Anda sudah paham mengenai RAB? RAB adalah acuan untuk sisi finansial dalam kelangsungan suatu bisnis. Setelah menyimak penjelasan di atas, semoga Anda dapat lebih memahami cara untuk mempertimbangkan sejumlah faktor dalam menetapkan rencana anggaran biaya terbaik bagi bisnis Anda.

Social Commerce-Jul-15-2022-02-34-31-75-AM

Similar Posts