Panduan Digital Marketing dan Social Media Ads untuk Bisnis F&B

Panduan Digital Marketing dan Social Media Ads untuk Bisnis F&B – Media sosial dapat dikatakan sebagai salah satu alternatif terbaik guna menjangkau lebih banyak pelanggan secara digital, terutama di media sosial. Tak sedikit pemilik usaha yang menerapkan digital marketing, seperti membuat social media ads (termasuk Facebook Ads dan Instagram Ads).

Apa itu digital marketing? Digital marketing adalah berbagai upaya memasarkan produk dan jasa Anda melalui berbagai platform digital, seperti website, blog, atau social media ads, guna menjangkau pelanggan yang lebih luas, tepat, serta relevan.

Sebagai contoh, saat ini Anda memiliki rumah makan di Jakarta Barat yang khusus menjual nasi dan ayam geprek. Makanan yang Anda jual terkenal lezat dan murah.

Namun sayang, kurangnya promosi di social media membuat ayam geprek Anda kurang dikenal di luar Jakarta Barat. Akhirnya, Anda memutuskan untuk mendaftarkan rumah makan Anda di GoFood agar pelanggan di luar area Jakarta Barat bisa menikmati makanan Anda dengan lebih mudah. Ternyata, penjualan harian Anda meningkat.

Meski ada peningkatan penjualan, tak dimungkiri, kadang ada hari-hari di mana rumah makan Anda sepi pelanggan. Belum lagi, di Jakarta Barat, rumah makan yang menjual ayam geprek semakin bermunculan.

Baca juga: 5 Tips Jitu Membuat Iklan di Media Sosial yang Berhasil

Lantas, mengapa tidak mencoba untuk membuat social media ads, seperti Facebook Ads dan Instagram Ads? Iklan di media sosial akan membantu para pelanggan agar semakin terpapar dengan brand Anda. Ketika produk sudah pasti lezat, promosi gencar di dunia digital, engagement pun juga baik, tentu hal tersebut akan semakin meningkatkan penjualan Anda.

Namun, sebelum menerapkan digital marketing dengan membuat konten untuk social media ads, yuk ketahui dulu tipe konten yang cocok untuk bisnis F&B Anda.


5 Tipe Konten Social Media Ads Terbaik untuk Promosi Bisnis F&B

inspirasi foto makanan yang enak - ayam panggang

1. Foto produk makanan

Foto dan video yang akan ditampilkan dalam social media ads penting untuk mengenalkan produk bisnis F&B. Ketika mengambil foto, pastikan Anda mengambil angle yang baik, menempatkan produk yang relevan, dan buatlah semenggugah mungkin. Tak perlu kamera mahal, pakai handphone juga bisa.

Supaya lebih memahami tips dan triknya, download E-book terbaru tentang fotografi produk, yuk!

2. Tunjukkan proses di balik layar

Selain post foto makanan lezat dengan kualitas tinggi, Anda bisa juga berbagi video behind the scene dapur Anda. Misal, Anda ingin membuat Instagram Ads. Anda bisa membuat video timelapse kue yang sedang Anda buat dalam oven atau barista Anda yang sedang membuat pesanan pelanggan.

Pastikan dapur Anda higienis dan menaati penerapan protokol kesehatan. Video ini bisa Anda post secara full di YouTube atau dalam bentuk singkat 10 detik untuk feeds media sosial Anda.

3. Manfaatkan konten dari pelanggan

Untuk meningkatkan engagement dengan pelanggan di Facebook Ads dan Instagram Ads, Anda bisa me-repost foto, tweet, atau feedback positif dari pelanggan. Jangan lupa, minta izin pada mereka dulu, ya. Sebelum me-repost, pastikan konten yang ada di sana senada dengan visi dan prinsip usaha Anda. Tetap konsisten dengan caption yang sesuai dengan nada brand Anda.

4. Eksplorasi resep atau cara unik untuk menikmati produk jadi F&B Anda

Konten social media ads yang tak kalah menarik ialah membuat video tutorial masak yang melibatkan produk jadi F&B Anda. Buatlah kreasi resep yang unik agar pelanggan bisa menirunya, atau bahkan membuat makanan sesuai versi mereka. Buat penonton penasaran ingin mencoba eksperimen Anda.

Baca juga: 9 Cara Ampuh Tingkatkan Loyalitas Pelanggan

5. Adakan kontes di media sosial

Kontes apa yang bisa dilakukan pemilik bisnis F&B? Misalnya, menjawab kuis tentang produk F&B Anda, tebak-tebakan, kontes fotografi, kontes membuat caption, hingga kontes membuat resep unik. Bagaimana dengan hadiahnya? Anda bisa memberikan produk gratis atau mungkin diskon khusus bagi pelanggan. Mereka pasti akan senang dan tambah loyal!

Baca juga: Pengertian Marketing Plan untuk Bisnis dan Cara Membuatnya


3 Tips Copywriting untuk Promosi Bisnis F&B di Media Sosial

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by 커피 주세요 | Kopi Chuseyo® (@kopichuseyo.id) on

1. Sampaikan secara singkat, padat, dan menarik

Copywriting merupakan salah satu elemen yang bisa dimanfaatkan dalam digital marketing. Ketika menulis copy social media ads untuk mempromosikan makanan dan minuman, gunakan kata yang lugas agar mudah dimengerti dan tidak membuat pembaca berpikir. Hindari menggunakan kata yang bertele-tele, ya.

  • Contoh: Menu Baru! Bakso Bakar Keju Cuma Rp20rb. Beli 10 Gratis 1

2. Sesuaikan dengan konteks yang menggugah selera

Misalnya, Anda menjual frozen food. Tentu makanan ini akan lebih relate dengan pelanggan yang berada di rumah saja dan malas memasak. Dari konteks tersebut, barulah tulis copy yang bertujuan agar pelanggan tertarik membeli produk Anda.

  • Contoh: Mau makan enak tanpa perlu repot memasak?

3. Lengkapi kata-kata yang menjual

Anda bisa menekankan poin seperti batas waktu, keterbatasan stok produk, atau edisi spesial yang mana mampu meningkatkan sense of urgency pelanggan untuk buru-buru membeli. Khusus untuk caption, Anda bisa mengakhiri caption dengan pertanyaan agar pelanggan Anda berinteraksi dengan post Anda.

  • Contoh: Toko Kue Laris kini hadir di Bandung! Diskon 50% untuk 50 pembeli pertama setiap harinya (24-30 Juli 2020)

Rangkaian kata yang tepat dan penempatan konteks yang baik akan menggerakkan pelanggan Anda untuk membeli atau tertarik dengan produk Anda.

Namun, hal tersebut juga harus dilengkapi dengan pengetahuan teknis Facebook Ads, Instagram Ads, serta Twitter Ads supaya pesan yang ingin Anda sampaikan dapat diterima dengan baik sesuai dengan media masing-masing. Berikut adalah bahasan rasio ideal tulisan dan visual social media ads yang bisa Anda terapkan.

Baca juga: 15 Rekomendasi Akun TikTok tentang Bisnis dan Keuangan


Rasio Ideal Copy dan Visual untuk Social Media Ads

1. Facebook

Cara Efektif Membuat dan Memantau Konten Media Sosial Bisnis - panduan digital marketing, social media ads, facebook ads

Untuk Facebook Ads, idealnya menggunakan 25 karakter untuk headline, 125 karakter untuk body text, 30 karakter untuk link description. Setiap Facebook Ads juga hanya membolehkan 20% teks di gambarnya. Supaya performa post lebih maksimal, berikut resolusi gambar dan video yang ideal untuk Facebook business page Anda menurut sproutsocial.com:

Gambar:

  • Foto profil business page minimal 180 x 180 pixel, di laptop akan ditampilkan 170 x 170 pixel
  • Cover minimal 820 x 312 pixel. Kurang dari itu akan diregangkan secara otomatis
  • Shared image (yang muncul di timeline FB) minimal 1200 x 630 pixel
  • Gambar dengan link idealnya berukuran 1200 x 628 pixel
  • Highlight image idealnya berukuran 1200 x 717 pixel
  • Event image: 1920×1080 pixel

Video:

  • Shared Video menggunakan resolusi 1280×720 baik untuk landscape dan portrait 1280×720. Lebar minimal 600 pixel, pastikan dalam rasio Landscape 16:9, Portrait 9:16. File maksimal berukuran 4GB, dengan durasi maks 120 menit dan frame 30fps.
  • 360 View Video maksimal beresolusi 4096 x 2048, minimal lebar 600 px dengan rasio 2:1. Ukuran file maksimal 1.75 GB. Gunakan format disarankan MP4 dengan durasi kurang dari 40 menit dan frame maksimal 60fps.
  • Carousel Video gunakan resolusi 1080 x 1080 pixel, baik landscape (1.9:1) maupun square (1:1). Minimal resolusi 600×600 pixel. File maksimal ukuran 2GB, format disarankan MP4 atau MOV, maksimal 30 detik dengan 30fps.
  • Collection Ads sama kayak carousel, cuma maks ukuran 4GB dan durasi maks 120 menit
  • Facebook Story (ads dan organik) minimal 500 x 500 pixel dengan rasio 1.91 hingga 9:16. Ukuran file maksimal 4GB dengan durasi maks 15 detik dan format MP4 atau MOV.

Baca juga: Cara Efektif Membuat dan Memantau Konten Media Sosial Bisnis


2. Twitter

Cara Efektif Membuat dan Memantau Konten Media Sosial Bisnis - panduan digital marketing, social media ads, twitter ads

Kini, Twitter memiliki tambahan limit karakter menjadi 280. Namun, tweet ideal yang performanya baik adalah tweet dengan panjang 71-100 karakter. Untuk hashtag, menurut Vanessa Doctor dari Hashtag.org menyatakan hashtag yang performanya baik adalah yang hanya mengandung satu kata dan menggunakan kurang dari 6 karakter. Untuk melengkapi performa tweet Anda berikut adalah rasio ukuran gambar dan video Twitter menurut sproutsocial.com:

Gambar:

  • Foto profil minimal berukuran 400 x 400 pixel, rasio 1:1 bentuk segi empat dengan ukuran file maksimal 2 MB dengan format JPG, GIF atau PNG.
  • Header disarankan berukuran 1500 x 500 pixel, format JPG, GIF, PNG dengan ukuran maksimal 5 MB.
  • Foto di timeline minimal 440 x 220 dengan rasio 2:1. Disarankan menggunakan aspek rasio sebesar 16:9. Tingkatkan kualitas gambar sesuai rasio. Ukuran file gambar maksimal 5 MB untuk foto dan animasi GIF di handphone, 15MB animasi GIF via komputer.

Video:

  • Video post (regular dan Ads) untuk bentuk landscape disarankan memiliki resolusi 320 x 180 (256K bitrate), 640 x 360 (768K bitrate) dan 1280 x 720 (2048K bitrate). Sedangkan bentuk potrait disarankan resolusi 240 x 240 (256K bitrate), 480 x 480 (768K bitrate) and 640 x 640 (1024K bitrate). Gunakan rasio 1:2.39 atau 2.39:1. Maksimal ukuran file 512MB dengan format MP4 untuk web, MOV untuk mobile. Durasi maksimal 140 detik dengan maksimal frame 40fps.

Baca juga: Strategi Promosi Penjualan Toko Online untuk Pebisnis Pemula


3. Instagram

Cara Efektif Membuat dan Memantau Konten Media Sosial Bisnis panduan digital marketing, social media ads, instagram ads

Instagram merupakan salah satu platform digital marketing favorit pemilik usaha dan pelanggan. Menurut Influencermarketinghub.com, supaya unggahan Anda bekerja dengan baik, batasi caption mulai dari 138-150 karakter.

Social Report juga menyatakan caption yang ideal sebaiknya hanya menggunakan maksimal 125 karakter, begitu pula dengan caption Instagram Ads. Supaya tampilan feed semakin menarik, kini Anda bisa buat caption dengan tulisan bold menggunakan igfonts.io juga lho.

Selain itu, jumlah hashtag juga perlu dibatasi penggunaannya. Menurut TrackMaven, idealnya post Instagram dapat bekerja baik dengan maksimal 9 hashtag per post dengan jumlah maksimal 24 karakter per hashtag.

Semua jenis Instagram Ads, seperti Facebook Ads, hanya bisa memuat gambar dengan rasio teks maksimal 20% di dalamnya. Lengkapi juga copy Anda dengan visual yang menarik. Berikut adalah ukuran ideal gambar dan foto untuk Instagram menurut sproutsocial.com:

Baca juga: 10 Inspirasi Foto Makanan yang Dijamin Bikin Ngiler Pelanggan!

Gambar:

  • Foto profil minimal menggunakan resolusi 110×110 pixel, pastikan rasio tetap 1:1
  • Gambar di feed disarankan beresolusi 1080 x 1080 pixel dengan rasio pastikan 1:1, atau berukuran 1080 x 1350 px dengan rasio 4:5
  • Instagram Story sebaiknya berukuran 1080 x 1920 pixel dengan minimal ukuran 600 x 1067 pixel. Pastikan rasio 9:16 dengan maksimal ukuran file 4GB.

Video:

  • Video in-feed dan ads idealnya memiliki rasio 16:9 dengan resolusi minimal 600×315 untuk landscape, rasio 1:1 dengan minimal 600 x 600 untuk bentuk square, dan rasio 4:5 dengan minimal 600×750 untuk bentuk vertikal. Ukuran file maksimal 4GB dengan format MP4 dan MOV. Durasi maksimal 60 detik dengan frame maksimal 30fps.
  • Carousel Video Ads resolusi minimal 600 x 600, maksimal 1080 x 1080 dengan rasio 1:1. Ukuran file maksimal 4GB. Format video sebaiknya MP4  dan MOV. 60 detik 30fps
  • Instagram Story disarankan 1080×1920, minimal 600×1057, rasio 9:16, file maksimal 4GB, MP4/MOV
  • Instagram TV disarankan beresolusi 1080×1920 dengan minimal 720p. Rasio disarankan 9:16 dan preview dalam feed dengan rasio 4:5. Durasi minimal 1 menit dan maksimal 10 menit, namun beberapa akun ada yang maksimal 1 jam. Ukuran file maksimal 650MB untuk video kurang dari 10 menit, jika 1 jam maks 3.6GB dengan format MP4.

Contoh Perbandingan Materi Promo yang Bagus dan Tidak

Contoh yang Bagus Contoh  yang Kurang Bagus
foto salad - contoh foto untuk promosi di social media ads yang baik foto salad - contoh foto untuk promosi di social media ads yang kurang baik
Tertarik untuk menyantap salad sayur sebagai menu pagi harimu? Yuk, segera pesan salad sayur istimewa buatan kami!  Ingin makan salad? Cobain yang satu ini! Sayur kualitas tinggi kami dijamin bersih dan sehat. Selain menerapkan prosedur kesehatan, kami juga memperbaiki packaging produk kami agar lebih aman saat delivery. Yuk, mulai makan sehat dan aman bersama kami. Sudah siap pesan?
Mengapa unggahan ini lebih baik?

Foto menjelaskan produk yang dijual dengan sangat jelas. Copy-nya pun sederhana, singkat dan fokus terhadap satu topik.

Mengapa unggahan ini kurang baik?

Topik pembahasan kurang konsisten, kurang komunikatif, dan terlalu panjang. Angle gambar pun tidak menunjukkan secara jelas produk yang ditawarkan. Sebagai alternatif, bisa gunakan video.

Nah, itulah dia panduan digital marketing dan social media ads yang bisa diterapkan untuk bisnis F&B Anda. Bagaimana, apakah Anda tertarik untuk membuat Facebook Ads, Instagram Ads, atau malah Twitter Ads? Apa pun platform media sosial yang digunakan, pastikan ketahui siapa pelanggan Anda supaya iklan lebih relevan dan tepat sasaran, ya.

Nah, ketika urusan promosi sudah beres. jangan lupakan hal penting lainnya dalam operasional bisnis, ya! Mulai dari mencatat penjualan secara otomatis, mengelola inventaris bahan baku dengan lebih rapi, hingga mengetahui produk apa yang paling laku dan tidak.

Untuk mendukung Anda agar bisnis dapat berjalan dengan lebih maksimal, yuk andalkan aplikasi kasir Moka dan gunakan fitur-fitur canggihnya GRATIS selama 14 hari! Kunjungi halaman ini jika ingin mengetahui lebih detail tentang Moka. Yuk, coba sekarang!

 

Similar Posts