Nasi Goreng Simongol, Cara Memasak yang Unik Bikin Viral!

Nasi Goreng Simongol, Cara Memasak yang Unik Bikin Viral! – Nasi goreng sudah menjadi makanan umum yang disukai masyarakat Indonesia. Nmaun, jika Anda pergi ke Bandung, ada sebuah kedai kecil yang terletak di Jalan Dipati Ukur No. 7a, Bandung, yang menjual nasi goreng unik.

Namanya Nasi Goreng Simongol. Kedai ini menyajikan atraksi kuliner yang mampu memukau para pembeli, lho!

Ya, apalagi kalau bukan teknik memasak nasi goreng ala Mongolia yang menjadi ciri khas dari Nasi Goreng Simongol ini?

Lantas, bagaimana bisa sih cara memasak yang unik mampu mendatangkan begitu banyak pelanggan untuk mencicipi makanan khas Indonesia ini?

Yuk, simak kisah sukses Nasi Goreng Simongol dengan cara memasaknya yang bikin viral!

Nasi Goreng Simongol, Cara Memasak yang Unik Bikin Viral!

Nasi Goreng Simongol Bandung, Cara Memasak yang Unik Bikin Viral! (3)

Menu-menu di Nasi Goreng Simongol nyatanya tak lepas dari tangan dingin Imam Fauzi yang kini menjabat sebagai Chef dan Operational Manager.

Sebelum meyakinkan hati untuk menjalankan bisnis ini, Imam Fauzi merupakan seorang koki di salah satu hotel. Jadi, kemampuannya dalam mengolah rasa sudah tidak diragukan lagi.

Menjadi koki di sebuah hotel berarti ada beberapa batasan yang harus dipatuhi. Bagi beberapa koki, hal ini berarti mengekang kreativitas, sesuatu yang sangat diperlukan untuk koki “naik level”‘.

Maka dari itu, Imam Fauzi memutuskan untuk resign dari pekerjaannya dan mengiyakan tawaran kerabatnya untuk menjalankan bisnis restoran ini.

Baca juga: 7 Tips Finansial untuk Pebisnis yang Baru Ingin Membuka Usaha

Saat ini Nasi Goreng Simongol hanya ada di Bandung saja. Namun, Imam tidak menutup kemungkinan untuk buka cabang di daerah-daerah lain.

“Menurut saya mending di luar Bandung. Ya, kalau misalnya di Bandung juga, seperti di Jatinangor, Cimahi, atau Soreang,” kata Imam.


Hal yang membuat Nasi Goreng Simongol berbeda

Nasi Goreng Simongol Bandung, Cara Memasak yang Unik Bikin Viral! (2)

Tahukah Anda, Nasi Goreng Simongol mengadopsi konsep Mongolian Grill yang menggunakan wajan berukuran raksasa. Wajan ini cukup besar sehingga bisa digunakan untuk memasak 12 porsi sekaligus. Tentu bisa menghemat waktu, terutama ketika sedang jam-jam ramai.

Baca juga: Efektifkah Melakukan Promosi Produk Bisnis Lewat Foto dan Video?

Wajan ini dibuat khusus untuk Nasi Goreng Simongol sehingga Anda tidak akan mudah menemukan kedai lain yang menggunakan wajan yang sama.

Kalau biasanya nasi goreng dimasak di atas sebuah wok dengan bantuan spatula, tidak dengan Nasi Goreng Simongol.

Sebab, kedai ini benar-benar mengadopsi konsep Mongolian Grill hingga ke alat bantu masaknya yaitu dengan menggunakan pedang.

Jadi, setiap koki menggunakan dua bilah pedang untuk memasak nasi goreng. Cukup unik, bukan? Nah, para koki pun memiliki keterampilan untuk melakukan beberapa atraksi yang membuat pengalaman kuliner jadi semakin lengkap.

Nasi Goreng Simongol Bandung, Cara Memasak yang Unik Bikin Viral! (5)

Selain itu, Nasi Goreng Simongol juga merupakan kedai nasi goreng prasmanan. Jadi, ketika konsumen datang, mereka bisa memilih sendiri bahan-bahan makanan yang ingin mereka masukkan ke dalam nasi gorengnya.

Bahkan, pelanggan pun bisa memesan tanpa nasi sekalipun alias hanya sayuran saja. Khusus untuk menu ini, Imam sering turun tangan untuk memberikan masukan pada cita rasa.

Di sisi lain, Nasi Goreng Simongol juga memberikan kebebasan kepada pembeli untuk memilih saus untuk nasi gorengnya. Pilihan sausnya pun cukup beragam, ada taliwang, cabe bawang, kare, matah, cabe hejo, ebi teri, rendang, mongol, hingga cikur.

Baca juga: Strategi Word of Mouth (WoM) Mampu Meningkatkan Penjualan, Caranya?

Masing-masing saus ini memiliki tingkat kepedasannya masing-masing, jadi konsumen benar-benar bisa menentukan bagaimana cita rasa nasi goreng yang mereka inginkan.

Meski sudah cukup lengkap, ternyata masih banyak juga konsumen yang meminta nasi goreng dengan cita rasa yang berbeda. Untuk itu, kedai ini juga berinovasi dengan menyajikan nasi goreng tom yum, kecombrang, balanca, atau pun yongco. Rasanya sungguh nikmat!

Nha, selain menggunakan wajan besar untuk memasak, kedai ini nyatanya juga memiliki keunikan lain, lho. Jadi, setiap pelanggan yang tidak mampu menghabiskan makanannya, akan dikenai denda sebesar Rp10.000.

Denda ini, kata Imam Fauzi, diberlakukan agar setiap pelanggan yang datang mau bertanggung jawab untuk menghabiskan makanannya agar tak terbuang sia-sia. Ia juga mengingatkan pelanggan untuk mengambil secukupnya saja.

Baca juga: 7 Tips Membangun Bisnis Food Truck yang Cocok untuk Tahun 2019

Rupanya, konsep prasmanan yang dipadukan dengan wajan raksasa khas Mongolian Grill sukses membuat Nasi Goreng Simongol mencuri perhatian penikmat kuliner nusantara.

Pengunjung yang datang ke kedai ini pun bukan hanya warga Bandung saja. Warga dari kota-kota lain, bahkan dari negara-negara tetangga pun ikut berdatangan.

Tingginya antusiasme konsumen sedikit banyak juga dipengaruhi oleh banyaknya media cetak atau pun televisi yang datang untuk meliput.


3 Strategi penjualan yang diterapkan Nasi Goreng Simongol

Pencapaian yang diraih oleh Nasi Goreng Simongol tentu bukan kebetulan belaka. Ada beberapa strategi yang digunakan untuk membuat kedai nasi goreng ini mampu menjangkau konsumen baru.

1. Tawarkan keunikan tersendiri

Tidak menutup kemungkinan kalau banyak dari pengunjung yang tertarik mencicipi karena penasaran bagaimana cita rasa nasi goreng yang dimasak di atas wajan raksasa.

Baca juga: 10 Pengusaha Sukses Luar Negeri yang Bikin Makin Semangat Berbisnis

Para pegawai pun tidak melarang pembeli yang ingin merasakan bagaimana rasanya memasak nasi goreng di atas wajan raksasa dengan dua bilah pedang.

Maka dari itu, banyak pengunjung yang datang sambil berfoto-foto untuk kemudian diunggah ke media sosial. Ini bisa dibilang merupakan media promosi gratis.


2. Libatkan pelanggan

Dengan melibatkan pelanggan para prosesnya, terciptalah komunikasi dua arah antara pembeli dan penjual.

Pengalaman ini cukup jarang ditemui pada restoran-restoran skala kecil seperti Nasi Goreng Simongol. Nasi Goreng Simongol juga memberikan promo khusus bagi konsumen yang membawa lima orang temannya.


3. Tetap menjaga kualitas pelayanan

Kenapa harus melakukan hal ini? Supaya konsumen mau menyebarkan berita baik tentang Nasi Goreng Simongol, Dengan kualitas yang konsisten, para pelanggan tidak akan ragu untuk mengajak atau merekomendasikan bisnis Anda.

Baca juga: 7 Manfaat Aplikasi Kasir untuk Bisnis Kecil dan Menengah

Dalam kasus Nasi Goreng Simongol, promosi mulut ke mulut ini telah meningkatkan jumlah pesanan cukup signifikan. Terlebih lagi setelah adanya layanan pesan antar seperti GoFood dan GrabFood.

Membludaknya permintaan sempat membuat Nasi Goreng Simongol kerepotan dalam hal pencatatan transaksi. Untuk mengatasi masalah tersebut, Nasi Goreng Simongol menggunakan Moka sebagai aplikasi kasirnya.


Mengapa Nasi Goreng Simongol memilih untuk menggunakan Moka?

Nasi Goreng Simongol Bandung, Cara Memasak yang Unik Bikin Viral! (4)

Saat ini memang cukup banyak penyedia aplikasi kasir. Namun, menurut Imam Fauzi, aplikasi kasir dari Moka adalah yang paling mudah penggunaannya.

Ia mengaku kalau para pegawai bisa cepat menguasai aplikasi ini sehingga tidak perlu ada pengawasan terus menerus. Kalau ada yang tidak dimengerti, biasanya mereka cari tahu sendiri karena sangat user friendly.

Lebih lanjut, Imam juga mengakui bahwa usahanya terbantu oleh Moka yang mampu mencatat transaksi dengan lebih cepat dan tepat.

Hal ini bukan hanya membantu Nasi Goreng Simongol memberikan pelayanan yang lebih cepat, tapi juga membantu manajemen pada saat ingin closing. Dengan demikian, Moka telah membantu Nasi Goreng Simongol beroperasi dengan lebih efisien.

Selain itu, Moka juga bantu Nasi Goreng Simongol menyesuaikan dengan keinginan konsumen. Misalnya konsumen ingin membayar dengan menggunakan e-wallet seperti OVO atau GoPay, kalau dulu transaksi semacam ini cukup sulit dilakukan karena Nasi Goreng Simongol masih menerapkan sistem manual.

Kini dengan fitur mobile payment dari Moka, pembayaran dengan e-wallet jadi lebih cepat. Sistem ini adalah cara Nasi Goreng Simongol mengikuti perkembangan teknologi dan kebiasaan belanja konsumen. Dengan demikian, pembeli pun jadi makin nyaman makan di Nasi Goreng Simongol.

Baca juga: Kisah 10 Pengusaha Sukses yang Memulai Bisnis Mereka dari Nol

Dari Nasi Goreng Simongol ini kita bisa belajar tentang pentingnya passion, kreativitas, dan konsistensi dalam memulai bisnis.

Tanpa tiga hal ini, Nasi Goreng Simongol tidak akan sesukses sekarang. Kedai ini pun juga membuktikan bahwa Moka bisa membantu usaha-usaha dalam skala kecil sekalipun.

Jadi, bagi Anda yang ingin memulai usaha sendiri, jangan ragu untuk mempercayakan Moka sebagai aplikasi kasir Anda, ya!

Similar Posts