Mengapa Komisi Sales Tidak Efektif Untuk Jangka Panjang

Jika Anda berpikiran tentang pekerjaan sebagai Sales, Anda mungkin akan berpikir secara stereotipe terhadap pekerjaan tersebut, mereka merupakan orang yang bekerja dengan uang sebagai motivasinya. pengambil resiko yang berkembang pada adrenalin dari potensial kompensasi uang yang besar, Orang yang bukan merupakan team player yang tidak bisa bekerja dalam tim, seorang pemalas yang bekerja pukul 9-5 dan hanya akan bekerja keras apabila insentif nya sesuai dengan pekerjaannya.

Apakah semua orang Sales seperti ini? Tentu. Tapi kebanyakan dari mereka adalah orang yang memiliki pemikiran dan perilaku profesional sama seperti banyak lainnya di departemen Marketing, HR, atau finance. Kebanyakan bangun pagi setiap harinya dengan niat untuk bekerja dengan giat dan melakukan apa yang mereka lakukan dengan baik, berjualan. Mereka ingin melakukan pekerjaan tersebut dan mendapatkan penghasilan yang sesuai dengan apa yang sudah mereka kerjakan.

Berikut adalah 5 alasan mengapa komisi dalam sales tidak efektif untuk jangka panjang:

1. Mereka Tidak Termotivasi Dari Dalam

Setiap kali sebuah perusahaan mencoba untuk memotivasi para karyawan, itu merupakan sebuah peringatan. Ketika Anda berasumsi karyawan benar-benar mencintai pekerjaan dan perusahaan, hal seperti motivasi akan terhapus dari dalam benak Anda. Sebaliknya, Anda akan menjadi jauh lebih fokus dalam mengajarkan mereka dalam target bisnis, seiringan dengan anda memiliki visi kemana Anda dan para karyawan bawa perusahaan ini. Pendekatan seperti itu yang memberdayakan jiwa kepemilikian dan menghilangkan pemikiran berjangka pendek.

Dibandingkan dengan menggunakan sistem komisi, alangkah baiknya bahwa tim sales Anda dibayar dengan gaji tetap setiap bulannya dengan tarif yang lebih tinggi dipasaran. Meskipun begitu, jangan berpikir bahwa tanpa adanya komisi, tiada seorang pun yang ingin berjualan. Sebaliknya, percaya lah bahwa Anda telah merekrut orang yang tepat untuk mengerjakan pekerjaan sales di perusahaan Anda dan bangun lah budaya saling mempercayai dalam lingkungan kantor Anda.

Baca Juga: 5 Tips untuk Memotivasi Karyawan Anda

2. Perusahaan Tidak Mengoptimalisasi Kemampuan Karyawan

Hal ini kadang terjadi ketika sebuah perusahaan yang melihat hasil sales berdasarkan hasil individual masing-masing pelaku sales. Contohnya, ketika Anda menyadari bahwa dalam 1 bulan total penghasilan sales ternyata mengalami penurunan, sangat mudah untuk melihat daftar para karyawan Anda, dan melihat siapa yang menjual paling sedikit dalam periode ini.

Tetapi hal seperti ini tidak semudah yang Anda bayangkan, banyak hal yang menjadi faktor dalam penurunan penjualan, seperti Anda mengubah peraturan dalam berjualan ditengah-tengah bulan, atau menetapkan ia menjadi mentor bagi para sales yang baru masuk dan harus menghabiskan waktu untuk mengajarkan mereka, atau mungkin juga para sales tersebut mengunjungi para pelanggan lama mereka agar terjalin hubungan yang baik untuk perusahaan dan pelanggan. Apapun faktornya, dapat mempengaruhi kinerja para karyawan Anda. Demi usaha Anda untuk menjadi berkembang, Anda harus fokus atas apa yang dapat Anda pelajari untuk mengembangkan kemampuan para karyawan sales Anda sehingga dapat terus berkembang di kemudian hari.

3. Anda Menyalahkan Pelaku, bukan Sistem-nya

Tidak ada cara apapun untuk mengukur kemampuan seseorang sepenuhnya. Oleh karena itu, Anda tidak dapat mengukur kemampuan para karyawan Anda hanya berdasarkan dari data yang terlampir, yang dapat Anda ukur hanyalah sistem yang bekerja. Banyak orang bertanya “Bagaimana Anda dapat mengetahui bahwa para sales Anda bekerja dengan baik tanpa mengukur performa mereka?” Jawabannya adalah, ukurlah sistem yang dimana mereka mengambil bagian didalamnya, kualitas dari apa yang dijual, dan kontribusi mereka kedalam satu tim dan perusahaan.

4. Mereka Tidak Terfokus Pada Masa Depan

Apabila komisi penjualan menjadi akar dari sebuah masalah, mengapa masih banyak perusahaan yang mengimplementasikan sistem komisi? Jawabannya sangatlah mudah, Sistem komisi sangat berguna dan bekerja, tapi hanya untuk jangka waktu yang singkat. Apabila Anda hanya berpatokan pada angka yang sudah Anda tetapkan pada bulan depan, maka para sales dengan sistem komisi adalah jawabannya. Tetapi para pemimpin sales harus berpikir secara jangka panjang. Dalam artian, dengan sistem komisi, para sales lebih condong untuk memikirkan dirinya sendiri tanpa memikirkan kesejahteraan perusahaan bahkan klien mereka. Mereka bekerja hanya terpaku dengan uang yang mereka terima, sesudah semua perjanjian sudah selesai, klien nya akan terbengkalai. Karena mereka merasa mereka tidak memiliki tanggung jawab lebih untuk membantu klien tersebut.

Secara garis besar, dengan menghilangkan sistem komisi, akan meningkatkan kepedulian mereka terhadap masa depan perusahaan dan juga para klien dengan meningkatkan performa sebagai tujuan dari team penjualan. Ketika tim Anda mengerti mengenai hal ini, akan membangun kerjasama yang lebih baik lagi antar individual dan juga dalam tim.

5. Mereka Tidak Memikirkan Klien

Apabila Anda tidak mengerjakan sesuatu dengan memikirkan klien Anda, sudah dapat dipastikan perusahaan tersebut tidak dapat berkembang. Maka dari itu sangatlah penting untuk melihat adanya konflik kepentingan yang timbul ketika Anda membayar orang tersebut menggunakan komisi. Mereka akan lebih memikirkan diri mereka sendiri dibandingkan kepentingan klien, karena hanya dengan berjualan mereka mendapatkan uang. Sedangkan apabila mereka dibayar dengan gaji yang tetap setiap bulan, kepentingannya akan berpindah menjadi kepentingan klien dan perusahaan yang akan membuat usaha Anda semakin berkembang.

Sebagai kesimpulan, menggunakan sistem komisi dalam memotivasi para karyawan Anda, hanya akan berhasil dalam jangka waktu yang singkat. Sedangkan apabila Anda ingin perusahaan menjadi lebih maju dan kesejahteraan karyawan Anda meningkat, mungkin sistem gaji tetap dapat Anda terapkan pada usaha Anda.

Baca Juga: 5 Keuntungan dalam Membangun Jaringan dan Relasi dalam Bisnis

 

Similar Posts