Macro Influencer Adalah: Potensi Bisnis dan Contoh Kerja Sama

Macro influencer adalah salah satu kategori influencer yang paling banyak diajak kerja sama oleh pihak brand. Hal ini dikarenakan biasanya macro influencer sudah mampu memberikan hasil yang sesuai dengan brief pihak brand. Lalu, apa itu macro influencer dan bagaimana kelebihan serta kekurangannya? Berikut ulasan tentang macro influencer yang perlu Anda pahami!


Macro Influencer adalah Public Figure Medsos

Macro Influencer adalah 3

Macro influencer adalah influencer dengan jumlah pengikut berkisar antara 500.000 hingga satu juta. Biasanya macro influencer terdiri dari figur publik dan juga content creator profesional yang sudah lama berkecimpung di bidang ini. Inilah yang membuat macro influencer begitu disukai oleh para brand.

Baca juga: Content Marketing adalah: Pengertian, Contoh, dan Strategi

Kelebihan dan Kekurangan Macro Influencer adalah Sebagai Berikut

1. Jumlah followers yang banyak sehingga cocok untuk diajak bekerja sama

Objektif brand saat bekerja sama dengan influencer adalah untuk meningkatkan awareness. Dengan jumlah followers yang sampai satu juta, macro influencer merupakan platform yang tepat. macro influencer juga masih memiliki kedekatan dengan para followers-nya, karena kebanyakan dari mereka sudah mengikuti sejak lama. Jadi, engagement-nya pun juga akan cukup baik.

2. Harga yang tidak murah, namun sebanding dengan kualitas 

Macro influencer telah berpengalaman dalam bidang content creation, sehingga mereka dapat memahami brief dari pihak brand dengan baik. Selain itu, macro influencer juga biasanya lebih proaktif, sehingga proses diskusi bisa semakin produktif untuk menghasilkan konten yang menarik. Sehingga tak heran jika biaya untuk seorang macro influencer juga tidak murah.

3. Macro influencer belum sepopuler mega influencer

Meskipun sudah memiliki pengikut yang banyak,  macro influencer juga masih belum mencapai popularitas setara mega influencer. Sehingga wajar jika belum semua orang mengenali macro influencer. Artinya, macro influencer juga masih memiliki audiens yang cukup spesifik. Namun, jika brand memang memiliki kebutuhan untuk menjangkau ceruk pasar tertentu dan menginginkan sosok yang dapat menyampaikan pesan secara meluas, maka macro influencer adalah pilihan yang tepat.

Baca juga: Pengertian Marketing Plan untuk Bisnis dan Cara Membuatnya

Apakah Bisnis Saya Cocok untuk Menggunakan Jasa Macro Influencer?

Untuk menjawab apakah bisnis Anda cocok untuk menggunakan jasa macro influencer, maka ada beberapa kriteria yang harus Anda pertimbangkan, yaitu:

  1. Apakah tersedia cukup biaya untuk menggunakan jasa macro influencer?
  2. Apakah dengan bekerja sama dengan macro influencer Anda bisa meraih tujuan promosi Anda jadi lebih efektif dan efisien?
  3. Apakah macro influencer tersebut sesuai dengan brand Anda?

Jika jawaban dari ketiganya adalah iya, maka Anda patut untuk mulai mempertibangkan untuk menggunakan jasa macro influencer.


Tips Memilih Macro Influencer

Macro Influencer adalah 2

Untuk membantu Anda, berikut tips yang perlu Anda pahami:

1. Pilih macro influencer dengan followers organic dan sesuai dengan target pasar Anda

Pastikan bahwa followers-nya adalah akun asli yang selalu interaktif dengan konten-kontennya. Perhatikan pula apakah demografi followers-nya sesuai dengan konsumen Anda. Jika sudah sesuai, maka Anda telah memilih macro influencer yang tepat.

2. Pilih macro influencer yang cerdas dan memahami bagaimana kebutuhan brand.

macro influencer yang cerdas dan paham dengan kebutuhan brand akan sangat memudahkan Anda. Proses diskusi jadi lebih cepat, hasil konten yang memuaskan, dan tujuan campaign Anda pun dapat tercapai tepat waktu.

3. Pelajari bagaimana konten promosi yang selama ini mereka buat

macro influencer biasanya sudah memiliki karakteristiknya masing-masing. Jika konten-kontennya tidak sesuai dengan value dan komunikasi brand Anda, maka kurang bijak untuk memilih macro influencer tersebut.


Contoh Campaign Hasil Kerja Sama dengan Macro Influencer

Macro influencer adalah salah satu pilihan utama brand yang ingin melaksanakan kerja sama endorse atau paid promote. Contoh campaign hasil kerja sama dengan macro influencer adalah peluncuran Erigo X yang membawa beberapa macro influencer seperti Ayla Dimitri, Reza Chandika, Omar Daniel, Alika Islamadina, dan Den Dimas ke New York. Hasilnya, campaign tersebut berhasil menjadi trending di beragam media sosial selama beberapa waktu.

Baca juga: 5 Ide Kata-kata Promosi Jualan Baju Agar Makin Laris

Itu dia ulasan tentang macro influencer yang harus Anda pahami. Memahami influencer marketing juga merupakan salah satu cara memulai bisnis online dengan sukses. Selain strategi marketing yang baik, tentunya Anda juga butuh alat dukung yang tepat seperti aplikasi kasir Moka POS.

Aplikasi Moka POS dilengkapi dengan beragam fitur yang dapat memudahkan Anda dalam menjalankan bisnis. Contohnya seperti Inventory Management yang dapat mencatat stok barang dengan tepat dan update secara otomatis, Loyalty Program yang dapat memanjakan pelanggan setia, laporan penjualan secara real-time yang dapat Anda akses kapan saja, dan masih banyak lagi. Jadi, percayakan kasir bisnis Anda kepada Moka POS!

 

Similar Posts