Influencer Adalah: Definisi, Jenis, dan Rate Card

Influencer adalah salah satu saluran pemasaran digital yang cukup ampuh. Para influencer ini menawarkan jasanya untuk “memengaruhi” para target audiens untuk membeli produk yang sedang mereka promosikan. Meski terkesan sederhana, ternyata industri influencer itu sendiri juga cukup kompleks. Berikut ulasan lengkapnya!


Definisi Influencer adalah Sebagai Berikut

Influencer adalah berasal dari kata influence yang artinya pengaruh. Sesuai namanya, influencer adalah seseorang yang memiliki kemampuan, daya, atau keahlian untuk memengaruhi orang lain. Pada era digital saat ini, para influencer memberikan pengaruhnya terhadap suatu produk atau brand melalui konten-konten media sosial.

 

Sebelum bisa menjadi seorang influencer, Anda harus banyak membuat konten-konten untuk menarik audiens ke akun media sosial Anda. Audiens ini kemudian bisa dikonversi menjadi followers jika Anda konsisten menghasilkan konten yang mereka sukai. Para followers inilah yang kemudian menjadi audiens setia seorang influencer.

Perbedaan influencer dengan Key Opinion Leader

Influencer dan key opinion leader (KOL) sama-sama merupakan seseorang yang memiliki pengaruh terhadap suatu audiens. Namun, sebetulnya influencer dan KOL memiliki beberapa perbedaan, yaitu

Influencer

KOL

Lebih banyak berinteraksi melalui media sosial Berinteraksi langsung dengan audiens baik offline maupun online
Dipercaya oleh followers berdasarkan kedekatan emosional yang dibangun melalui konten dan engagement Dipercaya oleh audiens berdasarkan keahlian atas suatu topik, industri, ataupun keilmuan
Biasanya seorang full-time content creator di jagat maya Biasanya juga memiliki profesi tertentu yang membutuhkan hard-skill atau kemampuan teknis di bidang tertentu
Berorientasi pada popularitas dan finansial saat bekerja sama dengan brand Berorientasi pada kesamaan value saat bekerja sama dengan brand

 

Meskipun influencer dan KOL memiliki perbedaan, namun bukan berarti seorang influencer tidak bisa menjadi KOL atau sebaliknya. Tak sedikit pula influencer yang kemudian berkembang menjadi seorang KOL seiring dengan keahliannya dalam menguasai suatu topik.

Baca juga: 7 Cara Promosi Jualan Online yang Ampuh dan Minim Modal


Jenis-Jenis Influencer

Influencer adalah - 3

Tahukah Anda, influencer pun terbagi ke dalam beberapa jenis. Kriteria yang membedakan masing-masing jenis influencer ini adalah jumlah followers yang dimiliki. Berikut ini jenis-jenis influencer yang sudah diklasifikasikan.

1. Nano influencer

Nano influencer adalah titik awal dari seorang influencer. Mereka yang termasuk dalam nano influencer adalah influencer dengan jumlah followers sebanyak 1.000 hingga 10.000. Meskipun jumlah followers-nya relatif sedikit, namun nano influencer biasanya memiliki followers yang lebih engaging karena nano influencer memiliki wawasan yang spesifik di bidang tertentu.

2. Micro influencer adalah

Micro influencer adalah influencer dengan jumlah followers sebanyak 10.000 hingga 100.000. Sepintas jumlah followers ini mungkin tak terlalu signifikan. Namun kenyataannya adalah micro influencer memegang peranan kunci dalam strategi promosi. Sebab, micro influencer sudah memiliki banyak pengikut setia yang mau mendengarkan opini sang influencer.

Baca juga: 5 Manfaat Micro Influencer Instagram untuk Kembangkan Bisnis Anda

3. Mid-tier Influencer

Setingkat lebih tinggi, mid-tier influencer adalah mereka dengan jumlah followers sebanyak 100.000 hingga 500.000. Mid-tier influencer ini bisa dibilang sebagai titik seimbang antara jumlah followers dan engagement rate. 

Pihak brand bisa mendapatkan hasil konten yang menarik dan engaging dari para mid-tier influencer karena biasanya mereka benar-benar mengawali karirnya dari tingkat nano influencer. Pengalamannya dalam memproduksi konten dan juga hubungan baik dengan para pengikut yang telah dibina, membuat mid-tier influencer menduduki sweet spot dalam industri influencer.

4. Macro influencer 

Macro influencer biasanya adalah seorang figur publik, baik selebriti, atlit, atau pimpinan suatu organisasi. Dengan kedudukan dan status sosialnya, seorang macro influencer tidak akan kesulitan untuk memiliki banyak pengikut di media sosialnya. Inilah mengapa macro influencer memiliki jumlah followers sekitar 500,000 hingga 1.000.000.

Pihak brand tertarik untuk bekerja sama dengan macro influencer karena bisa menghasilkan angka reach yang cukup tinggi meskipun engagement rate yang lebih kecil. Namun, persona macro influencer yang dipandang lebih professional atau kredibel membuat pihak brand lebih tertarik untuk bekerja sama dengan mereka karena sesuai dengan target audiens atau tujuan promosi yang sudah ditetapkan sejak awal.

5. Mega influencer 

Mega influencer adalah kelas tertinggi dalam dunia influencer, dengan jumlah follower di atas satu juta. Mega influencer sangat aktif di media sosial dan memiliki engagement yang sangat tinggi. Pengaruhnya pun tidak hanya dalam jagat maya, tapi juga pada kehidupan nyata. Tak heran jika para mega influencer juga memiliki status sebagai selebriti atau sosialita papan atas.

Di Indonesia sendiri yang termasuk dalam mega influencer antara lain Syahrini, Laudya Chintya Bella, Prilly Latuconsina, Raisa Andriana, Agnez Mo, Maudy Ayunda, dan masih banyak lagi.


Peran Influencer adalah Saluran Promosi Bisnis 

Peran utama seorang influencer adalah untuk sebuah bisnis adalah untuk bantu menjangkau konsumen. Tahukah Anda, seorang calon pembeli membutuhkan beberapa faktor untuk memutuskan untuk membeli suatu produk.

Selain informasi produk yang jelas, manfaat yang bisa dirasakan, calon pembeli juga membutuhkan alasan untuk memercayai produk tersebut. Inilah tugas dan peran dari seorang influencer, yaitu untuk memengaruhi calon pembeli untuk memercayai suatu produk.

Seorang influencer bisa membuat konten iklan yang lebih mudah dicerna dan diterima oleh para followers-nya, sehingga tingkat resistensinya pun semakin rendah. Inilah yang membuat performa iklan yang bekerja sama dengan para influencer cenderung lebih baik ketimbang media iklan lainnya.

Konten-konten iklan dari para influencer terasa lebih otentik sesuai dengan ciri khasnya, sehingga para pengikut merasa lebih tergerak untuk mengetahui lebih lanjut tentang suatu produk.

Baca juga: 9 Strategi Meningkatkan Penjualan Bisnis Online di TikTok

Berapa budget yang dibutuhkan untuk menggunakan jasa influencer?

Sebetulnya tidak ada angka pasti, karena masing-masing influencer memiliki rate card-nya masing-masing. Tak jarang pula para influencer ini mau diajak bekerja sama tanpa dibayar sama sekali. Namun, untuk memberikan gambaran, berikut ini rata-rata tarif paid promote influencer di Indonesia.

  1. Instagram Story: 500 ribu hingga 25 juta rupiah.
  2. Instagram Foto: 5 juta hingga 80 juta rupiah.
  3. Instagram Video: 8 juta hingga 125 juta rupiah

 

Tentunya tarif di atas tidak sama untuk setiap influencer. Untuk mendapatkan harga pasti dari jasa seorang influencer, Anda bisa langsung meminta rate card kepada manajemen influencer tersebut. Semakin banyak jumlah followers-nya, maka tarifnya pun akan semakin fantastis.


Tips Memilih Influencer

Influencer adalah - 4

Meskipun dihargai begitu tinggi, namun tidak semua influencer bisa memberikan dampak yang signifikan terhadap bisnis Anda. Oleh karena itu, agar Anda tidak salah pilih influencer, berikut ini tips yang bisa Anda ikuti.

1. Relevan dengan bisnis Anda

Anda butuh memilih influencer yang memiliki persona atau spesialisasi konten yang sesuai dengan bisnis Anda. Jika Anda memiliki brand fashion, tentunya bekerja sama dengan influencer yang fokus ke fashion dan lifestyle dapat semakin membantu produk Anda dikenali oleh para fashion enthusiast di Indonesia.

2. Sesuai dengan target pasar Anda

Setiap influencer memiliki followers dengan karakteristik tertentu. Jika para followers tersebut tidak sesuai dengan target pasar Anda, maka bekerja sama dengan influence tersebut tidak akan efektif karena akan sulit untuk mengkonversi penjualan. Oleh karena itu, riset terlebih dahulu tentang followers dari masing-masing influencer agar Anda bisa mendapatkan audiens yang sesuai dengan target pasar Anda.

3. Kualitas konten yang dihasilkan

Kualitas konten yang dihasilkan merupakan faktor penting dalam memilih influencer. Tentunya Anda tidak ingin mengeluarkan banyak  uang untuk konten promosi yang dikerjakan dengan asal-asalan bukan? Oleh karena itu, buatlah brief yang jelas dan lakukan pengendalian agar influencer tidak membuat konten yang melenceng terlalu jauh dari segi kualitas hingga pesan yang disampaikan.

4. Engagement yang baik dengan para followers-nya

Meski penting, namun followers bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan bahwa influencer tersebut berkualitas. Engagement atau interaksi yang baik antara influencer dengan followers-nya dapat menciptakan “pengaruh” yang lebih kuat, sehingga para pengikutnya dapat lebih tergerak untuk membeli atau minimal mencari tahu lebih lanjut tentang produk yang sedang ia iklankan.

5. Platform yang digunakan

Saat ini masing-masing platform memiliki keunggulannya masing-masing karena memiliki karakteristik pengguna yang berbeda. Tak hanya itu, masing-masing platform pun memiliki algoritma yang berbeda-beda, sehingga influencer yang dibutuhkan pun juga berbeda. Jadi, lakukan riset untuk terlebih dahulu untuk bekerja sama dengan influencer di platform apa.

Baca juga: 7 Ide Konten agar Bisnis Viral di TikTok


Itu dia ulasan tentang influencer yang perlu Anda ketahui. Agar strategi promosi Anda bisa lebih sukses, sebaiknya Anda juga memaksimalkan kanal promosi lainnya, seperti website toko online. Apalagi Anda bisa buat website toko online jadi lebih mudah dengan menggunakan GoStore.

Jika Anda buat website toko online dengan menggunakan GoStore akan membuat bisnis Anda tampak lebih kredibel, menonjol dalam persaingan, dan menawarkan kemudahan seperti integrasi dengan layanan Facebook Shop, Instagram Shop, dan Google Shopping. Jadi, bisnis Anda akan semakin mudah ditemukan oleh para pengguna platform terbesar di dunia.


Similar Posts