Distributor adalah: Perbedaan dengan Supplier dan Tips Suksesnya

Saat menjalankan sebuah bisnis, seorang produsen pasti perlu mendistribusikan produknya ke berbagai daerah. Pihak yang melaksanakan peran tersebut kemudian disebut dengan distributor. Distributor adalah orang yang melakukan distribusi barang dan jasa.

Namun, kini ada yang membingungkan, sebab distributor sering kali disamakan dengan supplier, agen, dan reseller. Lantas, apa bedanya? Simak penjelasan berikut!


Pengertian Distributor adalah Sebagai Berikut

Distributor adalah 2

Mengutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), distribusi adalah kegiatan menyalurkan, membagikan, dan mengirimkan kepada beberapa orang atau beberapa daerah. Sementara itu, distributor adalah orang yang melaksanakan kegiatan distribusi tersebut. Dalam kaitannya dengan bisnis, distributor adalah pihak yang akan berinteraksi langsung dengan produsen maupun calon konsumen.

Baca juga: Supplier Adalah: Cara Kerja dan Perbedaannya dengan Distributor

Perbedaan Distributor dengan Supplier, Agen, dan Reseller

Seperti pembahasan di atas, keberadaan distributor kini banyak disamakan dengan supplier, agen, dan reseller sebab ketiganya sama-sama melakukan kegiatan pendistribusian. Untuk mengetahui perbedaannya, mari pahami pengertian dari masing-masing istilah tersebut.

Supplier

Hampir sama dengan distributor, supplier bekerja untuk menyalurkan barang-barang dari produsen ke konsumen. Dalam hal ini, konsumenna adalah pabrik atau perusahaan. Barang yang mereka salurkan umumnya merupakan bahan mentah yang akan pabrik olah atau perusahaan tersebut.

Agen

Berbeda dari supplier, agen bekerja secara spesifik dan langsung untuk mendistribusikan barang dari pihak distributor ke toko kecil atau retail. Contohnya, distributor makanan menjual produknya pada agen. Agen ini kemudian akan menjual kembali produk makanan tersebut pada toko-toko kecil.

Reseller

Reseller adalah orang atau kelompok yang membeli barang dari pihak produsen atau distributor untuk kemudian diperjualbelikan kembali dengan mengambil keuntungan dari selisih harga yang mereka tetapkan. Agar laris, biasanya reseller akan memilih produsen atau distributor yang memberikan harga termurah.

Baca juga: 3 Tips Memilih Supplier yang Baik untuk Membangun Bisnis Kuliner Anda


3 Jenis Distributor Adalah

Setelah mengetahui pengertian dan perbedaan distributor dengan supplier, agen, dan reseller, kini saatnya Anda memahami apa saja jenis-jenis distributor.

1. Distributor barang

Jenis pertama distributor adalah yang mendistribusikan barang. Artinya, distributor di sini memiliki peran untuk menjual dan memasarkan produk yang memiliki bentuk fisik. Contoh distributor barang adalah distributor susu, popok bayi, roti tawar, dan lain-lain.

2. Distributor jasa

Berbeda dari distributor barang yang menyalurkan produk dalam wujud fisik, distributor jasa memberikan pelayanan pada konsumen, sehingga di sini tidak perlu lagi ada pihak perantara. Contoh distributor jasa yang paling mudah ditemui adalah layanan perbankan dan penyedia jasa layanan internet.

3. Distributor perorangan

Terakhir, ada distributor perorangan yang bergerak atas nama individu untuk mendistribusikan produk dari produsen ke konsumen secara langsung. Dalam hal ini, yang bisa disebut dengan distributor perorangan adalah MLM (Multi Level Marketing).

 

Manfaat Distributor

Distributor memainkan peran penting dalam rantai pasokan, menghubungkan produsen dengan pasar sambil menawarkan berbagai manfaat yang meningkatkan efisiensi dan keefektifan distribusi produk. Berikut adalah beberapa manfaat utama yang diberikan oleh distributor.

1. Peningkatan Jangkauan Pasar

Distributor membantu produsen dalam memperluas jangkauan pasar mereka. Dengan jaringan distribusi yang luas dan pengetahuan mendalam tentang pasar lokal, distributor dapat membawa produk ke pasar baru atau segmen pasar yang sebelumnya sulit dijangkau oleh produsen. Ini memungkinkan produk untuk mencapai lebih banyak pelanggan potensial dan meningkatkan penjualan.

2. Pengurangan Biaya Logistik

Menggunakan jasa distributor dapat secara signifikan mengurangi biaya logistik bagi produsen. Distributor sering kali memiliki fasilitas penyimpanan dan logistik yang efisien, yang memungkinkan mereka untuk menyimpan, mengelola, dan mendistribusikan produk dengan lebih efektif. Hal ini mengurangi kebutuhan produsen untuk berinvestasi dalam gudang dan sistem distribusi sendiri, menghemat biaya substansial.

3. Pengetahuan Pasar dan Keahlian

Distributor memiliki pengetahuan pasar yang mendalam dan pemahaman tentang preferensi konsumen lokal. Mereka dapat memberikan umpan balik berharga kepada produsen mengenai tren pasar, preferensi produk, dan strategi pemasaran yang efektif. Keahlian ini dapat membantu produsen dalam menyesuaikan produk dan strategi pemasaran mereka untuk memenuhi kebutuhan pasar secara lebih efektif.

4. Peningkatan Efisiensi Penjualan dan Pemasaran

Distributor sering kali mengambil alih sebagian atau seluruh tanggung jawab penjualan dan pemasaran untuk produk yang mereka distribusikan. Ini memungkinkan produsen untuk fokus pada core business mereka sambil meningkatkan efisiensi dan efektivitas kegiatan penjualan dan pemasaran. Distributor dapat menggunakan jaringan dan hubungan yang sudah ada untuk meningkatkan visibilitas dan penjualan produk.

5. Dukungan Layanan Pelanggan

Banyak distributor menawarkan dukungan layanan pelanggan bagi produk yang mereka distribusikan. Hal ini dapat mencakup layanan purna jual, garansi produk, dan layanan teknis. Dengan menyediakan dukungan ini, distributor membantu meningkatkan kepuasan pelanggan dan membangun reputasi positif untuk merek produsen.

Dengan demikian, peran distributor sangat penting dalam memaksimalkan efisiensi rantai pasokan, memperluas jangkauan pasar, dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Kerjasama yang baik antara produsen dan distributor merupakan kunci untuk mencapai kesuksesan bersama dalam pasar yang kompetitif.

 

Cara Kerja Distributor

Distributor memainkan peran vital dalam rantai pasokan dengan menghubungkan produsen produk dengan konsumen atau pengecer. Proses ini melibatkan beberapa langkah kunci yang memastikan distribusi produk yang efisien dan efektif dari produsen ke pasar.

Pembelian dan Penyimpanan Produk

Distributor memulai prosesnya dengan membeli produk secara besar-besaran dari produsen. Setelah pembelian, produk disimpan di gudang distributor. Fasilitas ini dirancang untuk menyimpan berbagai produk dengan aman dan efisien, sering kali dengan sistem pengelolaan gudang yang canggih untuk melacak inventaris dan memastikan rotasi stok yang tepat.

Pengetahuan Pasar dan Penetapan Strategi

Dengan pengetahuan mendalam tentang pasar dan pelanggan mereka, distributor menetapkan strategi penjualan dan distribusi yang tepat untuk produk. Ini melibatkan pemahaman tentang kebutuhan dan preferensi konsumen, serta tren pasar saat ini. Strategi ini dapat mencakup penentuan harga, promosi, dan penentuan jalur distribusi terbaik untuk mencapai pelanggan target.

Penjualan dan Pemasaran

Distributor bertanggung jawab untuk menjual produk ke pelanggan akhir atau pengecer. Mereka menggunakan berbagai teknik pemasaran dan penjualan untuk meningkatkan visibilitas dan permintaan produk. Ini bisa termasuk penjualan langsung, pemasaran digital, partisipasi dalam pameran dagang, dan pembangunan hubungan dengan pengecer besar dan kecil.

Distribusi dan Pengiriman

Setelah penjualan, distributor mengatur pengiriman produk ke pelanggan atau pengecer. Proses ini melibatkan logistik yang cermat untuk memastikan pengiriman yang tepat waktu dan efisien, sering kali melalui jaringan transportasi yang luas, yang mencakup truk, kereta api, dan terkadang pengiriman udara, tergantung pada kebutuhan spesifik.

Dukungan dan Layanan Purna Jual

Distributor sering kali menyediakan dukungan dan layanan purna jual untuk produk yang mereka distribusikan. Ini bisa termasuk layanan pelanggan, dukungan teknis, dan pemrosesan garansi. Dengan menyediakan layanan ini, distributor membantu memastikan kepuasan pelanggan dan memelihara hubungan positif dengan pelanggan mereka.

Secara keseluruhan, distributor memfasilitasi aliran produk dari produsen ke pasar, memastikan bahwa produk tersedia bagi konsumen dengan cara yang efisien dan efektif. Melalui serangkaian langkah strategis ini, distributor memainkan peran kunci dalam keberhasilan penjualan dan distribusi produk.

 

Cara Mendapatkan Distributor yang Tepat

Memilih distributor yang tepat adalah langkah krusial untuk memastikan keberhasilan distribusi produk Anda. Berikut adalah langkah-langkah penting yang harus diikuti untuk menemukan dan memilih distributor yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.

Penelitian dan Pemilihan Awal

Langkah pertama adalah melakukan penelitian mendalam untuk mengidentifikasi distributor potensial yang memiliki pengalaman dalam industri Anda. Sumber informasi dapat meliputi asosiasi industri, rekomendasi dari rekan bisnis, pameran dagang, dan direktori online. Buatlah daftar distributor yang tampaknya sesuai dengan kebutuhan dan nilai bisnis Anda.

Evaluasi Kemampuan dan Reputasi

Setelah Anda memiliki daftar calon distributor, evaluasi kemampuan dan reputasi mereka dengan teliti. Pertimbangkan faktor-faktor seperti pengalaman mereka dengan produk serupa, pengetahuan pasar lokal, jaringan distribusi, dan rekam jejak kepuasan pelanggan. Referensi dari klien sebelumnya dapat memberikan wawasan berharga tentang kinerja dan keandalan mereka.

Pertimbangan Kultural dan Strategis

Penting juga untuk mempertimbangkan kesesuaian kultural dan strategis dengan distributor potensial. Pastikan bahwa mereka membagi nilai dan tujuan jangka panjang Anda untuk memastikan kolaborasi yang harmonis. Diskusi terbuka tentang ekspektasi, tujuan, dan cara kerja bisa membantu mengidentifikasi kemitraan yang paling menjanjikan.

Negosiasi Kontrak

Setelah menentukan distributor yang paling sesuai, langkah selanjutnya adalah negosiasi kontrak. Aspek-aspek yang harus dibahas meliputi kondisi pembayaran, persyaratan distribusi, eksklusivitas, dan dukungan pemasaran. Penting untuk mendapatkan kesepakatan tertulis yang mencakup semua detail kemitraan untuk menghindari kesalahpahaman di masa depan.

Pembinaan Hubungan Jangka Panjang

Setelah kontrak ditandatangani, penting untuk terus membangun dan memelihara hubungan dengan distributor Anda. Komunikasi yang efektif, dukungan terus menerus, dan umpan balik reguler dapat membantu memastikan bahwa kemitraan tersebut menguntungkan kedua belah pihak dan berlangsung lama.

Memilih distributor yang tepat membutuhkan waktu dan penelitian, tetapi upaya ini akan terbayar dengan akses ke pasar yang lebih luas, peningkatan penjualan, dan kepuasan pelanggan yang lebih tinggi.

 


Tips Sukses Jadi Distributor

distributor

Jika Anda berminat untuk menjadi distributor yang menyalurkan barang dari pihak produsen ke konsumen, ada tips dan trik agar berhasil menjadi distributor sukses. Berikut penjelasannya.

1. Tentukan harga yang pas

Tips pertama agar sukses menjadi distributor adalah menentukan harga yang pas. Pasalnya, distributor adalah pihak yang akan berurusan langsung dengan konsumen maupun agen yang akan memasarkan produk tersebut ke toko-toko kecil. Apabila harga yang Anda tetapkan sudah pas, tidak terlalu mahal, dan tidak terlalu murah hingga membuat rugi, Anda bisa menjadi distributor yang sukses.

2. Kelola perputaran barang dan jasa

Target seorang distributor adalah membuat persediaan barang dalam gudang habis terjual. Namun, menghabiskan stok dalam gudang bukanlah satu-satunya kemampuan yang harus distributor miliki. Anda juga harus mampu untuk mengelola perputaran barang tersebut agar tidak habis lebih dulu sebelum konsumen memerlukannya.

3. Kembangkan bisnis

Tips terakhir yang perlu Anda lakukan jika ingin menjadi distributor sukses adalah mengembangkan bisnis. Jaringlah banyak channel untuk bermitra dengan Anda agar produk yang Anda jual semakin cepat laku. Semakin banyak pihak yang menjalin kerja sama dengan Anda, semakin banyak pula peluang produk Anda akan laris terjual.

Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan mendistribusikan barang secara online. Di era digital seperti sekarang ini, strategi jualan online bisa menjadi cara yang sangat ampuh, sebab semuanya dapat dijangkau lewat genggaman smartphone dan tidak mengharuskan adanya toko fisik. Anda jadi lebih mudah untuk memulai bisnis sebagai seorang distributor.


Distributor adalah pihak yang melakukan kegiatan distribusi, sama seperti supplier, agen, dan reseller. Namun, ada perbedaan mendasar dari keempat istilah tersebut. Jika Anda ingin memulai usaha sebagai seorang distributor, pastikan mengikuti tips-tips menjadi distributor sukses yang telah disebutkan di atas. Selamat berbisnis!

Point of sale

~Artikel telah diperbarui pada tanggal 22 Maret 2024

Similar Posts