4 Tips Kelola Keuangan untuk Milenial Menyambut Era Cashless Society

cara mengatur keuangan pribadi

Milenial adalah generasi yang sedang menjadi perbincangan saat ini. Generasi yang lahir pada kisaran tahun 1980-2000an ini menjadi generasi pertama penikmat semua kemudahan dan berbagai kemajuan teknologi. Komputer, internet, dan semua kebutuhan digital pun terpenuhi di era masa kini. Sehingga tak heran, jika orang-orang yang lahir sebagai generasi milenial sangatlah melek digital.

Namun, meskipun hampir semua orang di generasi ini melek digital, tidak semuanya melek dalam mengatur keuangan mereka. Banyak dari generasi milenial terlalu terlena dengan berbagai kemudahan yang didapatkan dan menikmati gaya hidup yang berlebihan. Tak sedikit pula dari mereka yang lupa akan pentingnya menabung dan berinvestasi. Jadi, jangan heran jika banyak yang mengeluhkan tentang “gaji berapapun rasanya masih kurang” atau “gajian baru datang, uang sudah hilang.”

 

Hubungan antara kaum milenial, cashless society, dan era digital

Fenomena-fenomena di kalangan generasi milenial ini juga didukung dengan maraknya era cashless society. Cashless society sendiri adalah sebuah kelompok yang orang-orang di dalamnya tidak lagi menggunakan uang tunai untuk kegiatan bertransaksi, tetapi menggunakan kartu kredit, kartu debit, atau semacamnya. Bahkan, di era digital ini, tidak jarang juga yang sudah memanfaatkan uang elektronik.

Dengan begitu, generasi milenial akan semakin mudah menggunakan uangnya untuk bertransaksi. Hal tersebut yang memicu timbulnya sifat boros atau hedonisme di kalangan ini. Mereka merasa semuanya serba mudah dengan digitalisasi, sehingga mereka tidak akan berpikir dua kali untuk mengeluarkan uang. Namun, inilah yang menjadi masalah besar bagi kaum milenial dalam mengatur keuangannya.

Sebagian dari mereka belum menyadari pentingnya mengelola keuangan dan menyisihkan sebagian penghasilan mereka untuk kebutuhan masa depan. Akan tetapi, poin tersebut harus segera menjadi fokus utama untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan ke depannya. Lalu, bagaimana sebenarnya strategi mengelola keuangan bagi milenial?

cara mengatur keuangan pribadi

 

Mengelola keuangan akan menjadi tantangan besar jika tidak disikapi dengan baik

Berbagai kemudahan yang dialami kaum milenial terutama dalam melakukan transaksi untuk mendapatkan apa yang mereka butuhkan menjadi fokus besar yang mempengaruhi masalah keuangan mereka. Gaya hidup yang dinamis dan tidak terkontrol membuat mereka melupakan betapa pentingnya mengelola keuangan dengan baik. Alhasil, mereka akan lebih banyak mengeluh dan menyesal karena tidak memiliki simpanan yang cukup untuk kebutuhan di masa depan.

Beberapa dari mereka juga merasa kesulitan dalam mengatur skala prioritas. Kebutuhan yang tadinya berlabel sekunder dan tersier seolah-olah berubah menjadi kebutuhan primer untuk mereka. Padahal, jika dipikir-pikir, uang yang mereka keluarkan untuk hal tersebut bisa disimpan demi kebutuhan di masa depan. Oleh sebab itu, kesadaran akan mengelola keuangan dengan baik perlu ditekankan, terutama bagi mereka yang tergolong dalam kategori cashless society. Jangan sampai karena semua serba mudah, mereka juga semakin mudah mengeluarkan uang tanpa memikirkannya dengan bijak.

 

Tips mengelola keuangan bagi generasi milenial di era cashless society

cara mengatur keuangan pribadi

Jika Anda termasuk kaum milenial khususnya di tengah-tengah fenomena cashless society, Anda harus mulai peduli dengan stabilitas keuangan Anda dengan cara mengatur keuangan secara terperinci. Jangan sampai dengan berbagai kemudahan teknologi, Anda menjadi tergiur dan menggunakan uang Anda dengan tidak bijak. Jangan biarkan diri Anda menyesal di kemudian hari. Berikut ini ada beberapa tips yang bisa Anda gunakan untuk mengelola keuangan. Simak terus, ya!

 

1. Menyusun rencana keuangan

Dengan menyusun rencana keuangan, Anda akan memahami apa saja yang Anda butuhkan. Hal itu penting untuk mengatur pengeluaran Anda setiap bulan. Buat daftar semua tentang kebutuhan atau barang-barang yang sangat diperlukan terlebih dahulu. Fokus pada kebutuhan yang memang benar-benar penting, seperti kebutuhan primer dan sekunder Anda. Jika memang dirasa keuangan Anda masih stabil, Anda bisa mengalokasikannya untuk kebutuhan tersier. Menyusun skala prioritas juga akan membantu Anda untuk melihat seberapa besar uang yang akan Anda keluarkan.

Kebiasaan kaum milenial ketika menerima gaji di setiap bulannya adalah buru-buru menghambur-hamburkannya. Anda mungkin merasa isi rekening Anda sedang berlimpah, sehingga rasanya sangat mudah untuk menggesek kartu debit atau kartu kredit Anda. Bahkan untuk berbelanja online hanya dengan sekali sentuh di layar handphone tanpa mengeluarkan uang tunai, Anda bisa memiliki barang yang diinginkan.

Hal ini yang memperburuk keadaan keuangan Anda sehingga Anda akan merasa tidak punya simpanan uang yang cukup. Saat tanggal gajian tiba, Anda bisa menggunakan metode 50-20-30. Metode ini membantu Anda untuk membagi porsi pengeluaran Anda sesuai kebutuhan. 50% dari gaji Anda untuk kebutuhan sehari-hari, 20% untuk kebutuhan menabung atau investasi, dan 30% sisanya untuk kebutuhan pribadi Anda. Lakukan hal tersebut setiap bulan dengan rutin, maka kehidupan finansial Anda pun akan aman.

 

2. Segera lunasi cicilan atau hutang

Cashless society mendukung Anda untuk menggunakan keuntungan dari program cicilan. Misal, sekarang ini banyak sekali program cicilan kartu kredit dengan bunga 0%. Hal tersebut memang menggiurkan dan sah-sah saja untuk Anda lakukan, akan tetapi Anda harus konsisten dan berjanji untuk rutin membayar cicilan tersebut setiap bulannya. Jangan sampai bunga yang tadinya nol berubah angka karena Anda sering menunda untuk membayarnya. Dengan rutin membayar cicilan yang Anda punya dan segera melunasinya, Anda juga akan membangun kredit positif sehingga ke depannya Anda akan dipermudah dengan kegiatan yang berhubungan dengan kredit.

 

3. Gunakan aplikasi pengatur keuangan

Mengatur keuangan memang tidaklah mudah. Perlu konsistensi dan niat yang besar. Bahkan Anda juga harus tahan dengan segala godaan di era digital ini. Namun, bukan berarti kaum milenial yang hidup di era cashless society tidak bisa menggunakan uangnya secara bijak. Jika di era digital ini Anda bisa dengan mudah mengeluarkan uang, Anda pun juga bisa dengan mudah mengatur keuangan Anda. Sekarang ini, banyak juga aplikasi-aplikasi pengatur keuangan yang bisa Anda unduh di handphone. Aplikasi pengatur keuangan tersebut akan membantu Anda mengelola keuangan dengan mudah. Jadi, tidak ada alasan lagi bagi Anda untuk kesulitan mengatur keuangan, bukan?

 

4. Mulailah berinvestasi

Mungkin belum banyak yang sadar akan pentingnya berinvestasi sejak dini. Selain tabungan, Anda juga disarankan untuk memulai berinvestasi, meskipun dalam skala kecil terlebih dahulu. Dengan berbagai kemudahan di jaman sekarang ini, banyak sekali jenis-jenis investasi yang bisa Anda pilih sesuai dengan kebutuhan Anda. Dengan berinvestasi, Anda telah menyiapkan masa depan Anda serta menjaga kehidupan finansial Anda tetap aman.

Menjadi kaum milenial bukan berarti menjadi tidak bijak dalam menggunakan uang. Hidup di era cashless society bukan berarti Anda harus hidup boros. Semuanya bisa Anda kelola dan atur sesuai dengan porsi dan kebutuhan Anda. Sadar akan pentingnya mengatur keuangan akan membuat kehidupan finasial Anda lebih sehat. Anda pun menjadi kaum milenial yang bisa diandalkan.

Baca Juga: Revolusi Sistem Pembayaran di Era Ekonomi Digital

Similar Posts