Bisnis Properti Bukan Hal Yang Menakutkan, Simak 8 Tips Suksesnya Berikut Ini

Setiap kali Anda bertanya ke orang-orang soal bisnis apa yang paling menjanjikan, hampir dapat dipastikan jawabannya adalah bisnis properti. Wajar saja karena bisnis properti memang memiliki pasar yang menggiurkan. Hal ini tentu saja tidak lepas dari permintaan yang selalu meningkat tiap tahunnya.

Mungkin Anda bertanya-tanya mengapa bisnis properti bisa sangat menguntungkan. Tentu saja hal ini tidak lepas dari kebutuhan dasar setiap manusia yaitu sandang, pangan, dan papan. Tidak ada satupun orang di dunia ini yang tidak ingin memiliki tempat tinggal. Tempat mereka berkumpul bersama yang dikasihi, tempat yang bisa melindungi mereka, dan tempat mereka bisa beristirahat setelah menjalani segala kesibukan.

Hal ini lah yang membuat bisnis properti tetap menguntungkan meskipun harga barang terus saja meningkat.

tips mulai bisnis properti

Beberapa orang ragu terjun ke bisnis properti karena takut dengan besarnya modal yang diperlukan. Padahal, bisnis properti tidak selamanya membutuhkan modal yang besar. Tentu saja hal ini ditentukan pula dengan pasar apa yang menjadi target Anda. Apabila target Anda adalah kaum menengah ke atas, sudah pasti Anda perlu membutuhkan modal yang besar. Namun apabila Anda tidak menyasar kaum menengah ke atas, maka semakin kecil pula modal yang diperlukan.

Apabila Anda terkendala soal modal, mungkin Anda bisa meminimalisir pengeluaran dengan cara bekerja sama dengan para pemilik lahan terlebih dahulu. Jadi, jangan ragu untuk membuat kesepakatan-kesepakatan yang bisa memangkas pengeluaran Anda. Selain itu, banyak orang yang ragu untuk terjun ke bisnis properti diakibatkan rasa takut akan kerugian yang besar. Padahal bisnis properti termasuk salah satu pasar yang lebih aman ketimbang pasar lainnya, misalnya pasar saham yang jauh lebih fluktuatif. Harga yang selalu naik secara konsisten membuat bisnis properti sangat menjanjikan.

Selain tetap relevan di segala zaman, bisnis properti juga menjanjikan keuntungan yang cukup besar dengan capital gain yang tinggi. Bahkan, kenaikan harga properti bisa mencapai 20% setiap tahunnya. Selain itu, masih ada beberapa alasan lain mengapa bisnis properti begitu menguntungkan.

Pertama, properti selalu mengalami depresiasi. Setiap tahun harga bangunan selalu mengalami penyusutan. Hal ini membuat pajak yang harus dibayarkan menurun setiap tahunnya. Kedua, bisnis properti bisa menjadi arus kas yang menguntungkan. Misalnya Anda memilih investasi di apartemen, maka Anda bisa menyewakan apartemen ini untuk mendapatkan pemasukan tambahan setiap bulannya. Dari uang sewa ini juga bisa Anda gunakan untuk balik modal. Ketiga, bisnis properti juga minim perawatan. Jadi Anda bisa mengurangi biaya pengeluaran untuk hal-hal yang sifatnya perawatan.

tips mulai bisnis properti

Sebelum Anda memutuskan untuk terjun ke bisnis properti, ada hal yang perlu Anda perhatikan terlebih dahulu. Tanyakan kepada diri sendiri terlebih dahulu apakah Anda ingin berinvestasi untuk jangka panjang atau jangka pendek. Apabila Anda mengejar keuntungan jangka pendek, maka apartemen adalah pilihan terbaik bagi Anda. Sebab, Anda bisa langsung menyewakan atau menjualnya dengan harga yang lebih tinggi dari harga pembelian. Namun apabila Anda memilih keuntungan jangka panjang, rumah tapak adalah pilihan terbaik untuk Anda.

Di Indonesia sendiri telah banyak pemain-pemain besar yang berkecimpung di bidang properti. Meskipun demikian, bagi Anda yang ingin berkecimpung di bisnis properti tidak perlu berkecil hati. Mengingat masyarakat Indonesia yang memiliki kelas ekonomi yang berbeda-beda, sehingga selalu ada cara untuk memanfaatkan ceruk pasar tertentu. Biarkan pemain bisnis properti raksasa dengan modal miliaran rupiahnya untuk bermain di pasar menengah ke atas. Anda bisa memanfaatkan kelas ekonomi menengah ke bawah, dan juga generasi millennial.

Bisnis properti memang terkesan rumit dengan segala aspek hukum dan bisnis yang saling terhubung. Namun bukan berarti Anda tidak bisa mempelajarinya. Banyak contoh pengusaha properti yang belajar sambil menjalankan bisnisnya. Jadi, bisnis properti bukanlah momok yang menakutkan bagi orang awam sekalipun. Bagi Anda yang ingin mencoba untuk memulai bisnis properti, simak beberapa tips dari Moka berikut ini.

1. Tentukan jenis bisnis properti Anda

tips mulai bisnis properti

Sebelum Anda memulai semuanya, maka Anda wajib untuk menentukan dahulu jenis bisnis properti Anda. Saat ini sudah ada banyak jenis bisnis properti yang bisa Anda geluti. Mulai dari apartemen, rumah tapak, ruko, maupun gedung perkantoran. Masing-masing jenis bisnis ini pun memiliki konsekuensinya masing-masing.

Anda juga perlu menentukan apakah Anda hanya ingin berinvestasi modal, membeli untuk dijual kembali, atau membeli untuk disewakan. Apabila Anda hanya ingin berinvestasi modal, maka pekerjaan rumah Anda akan lebih sedikit. Apabila Anda ingin membeli untuk dijual kembali maka Anda bisa tentukan terlebih dahulu ingin mendulang keuntungan dalam jangka panjang atau jangka pendek. Apabila Anda menginginkan keuntungan jangka panjang maka rumah tapak bisa menjadi pilihan. Namun untuk keuntungan jangka pendek, apartemen masih menjadi pilihan terbaik.

Selain itu, ada juga hal yang perlu diperhatikan. Memang rumah tapak memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh apartemen, yaitu tanah. Namun hal ini tidak serta merta membuat rumah tapak selalu lebih menguntungkan. Meskipun harga tanah memang dikenal selalu meningkat, namun masih ada beberapa faktor yang menentukannya. Salah satunya adalah lokasi tanah tersebut. Apabila terjadi pembangunan yang membuat lokasi tanah tersebut semakin strategis, maka tentu saja peningkatan harganya bisa sangat signifikan. Namun apabila lokasinya jauh dari pembangunan, maka peningkatan harganya pun akan sedikit dan lama.

2. Tetapkan target pasar Anda

Tentunya Anda tidak ingin mendirikan bisnis properti yang tidak memiliki pembeli bukan? Untuk itu penentuan target pasar akan sangat memengaruhi segala keputusan Anda selanjutnya. Pertanyaan utama untuk menentukan target pasar Anda adalah siapa yang menjadi pembeli Anda. Apakah pemilik rumah pertama? Apakah untuk generasi milenial? Apakah untuk keluarga? Apakah untuk usaha startup? Atau untuk perusahaan-perusahaan besar?

Pertanyaan-pertanyaan ini dapat membantu Anda merumuskan target pasar dengan lebih optimal. Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan semacam itu, produk Anda pun akan lebih mudah untuk dipasarkan. Kemungkinan untuk menanggung kerugian juga dapat diminimalisir. Tentu Anda tidak ingin bisnis properti Anda menanggung kerugian bukan?

Seperti yang sudah disebutkan di awal, untuk pasar dengan target laki-laki dan perempuan karier berusia 35 tahun tahun ke atas mungkin sudah diisi oleh banyak pemain. Jadi, Anda bisa menyasar pada kaum millenial yang merupakan pasar yang cukup potensial. Untuk menarget milenial, tentu saja membutuhkan strategi khusus.

Milenial yang kebanyakan diisi oleh angkatan kerja baru tentu saja memiliki keterbatasan dalam hal biaya. Jadi, Anda bisa menyesuaikan dengan spesifikasi produk yang ingin ditawarkan, sekaligus skema pembayaran. Kebanyakan milenial pun adalah pembeli rumah pertama, sehingga Anda sebaiknya mengajak kerja sama berbagai lembaga keuangan yang menyediakan pembayaran secara cicilan.

Baca Juga: Kelola Data Akuntansi Lebih Efisien dengan Sleekr Accounting

3. Pantau harga properti terbaik

tips mulai bisnis properti

Apabila Anda hanya ingin membeli untuk dijual, maka penting untuk memantau harga terlebih dahulu. Memantau harga properti ini juga penting untuk menentukan apakah suatu pasar benar-benar menguntungkan atau tidak. Satu hal yang perlu Anda perhatikan, yaitu apabila suatu bidang bisnis properti diisi oleh pemain, maka itu memiliki dua arti. Pertama, bidang tersebut memang menguntungkan. Kedua, bidang tersebut memiliki banyak kompetitor.

Dalam memantau harga properti ini pun bisa dilakukan dengan berbagai cara. Anda bisa menggunakan internet untuk mencari informasi soal harga properti di bidang yang Anda inginkan. Anda bisa memulainya dengan melihat iklan-iklan di koran untuk mendapatkan rata-rata harga. Anda juga bisa bertanya dengan orang-orang yang memang berpengalaman untuk mengetahui properti apa yang sedang naik dan properti apa yang sedang turun.

Dengan memantau harga properti ini, Anda juga bisa menentukan waktu yang paling tepat untuk melakukan pembelian dan penjualan. Anda juga bisa menentukan lokasi terbaik untuk berinvestasi, mengingat harga properti juga bergantung pada lokasi. Semakin strategis lokasinya maka semakin tinggi pula harganya. Informasi ini tentu akan sangat berharga karena menentukan berapa jumlah modal yang Anda perlukan.

4. Tawarkan ke orang terdekat

tips mulai bisnis properti

Setelah Anda sudah memiliki perencanaan yang matang, maka saatnya untuk mengeksekusi rencana tersebut. Salah satu langkah pengeksekusiannya adalah dengan mulai coba untuk menawarkan ke orang-orang terdekat terlebih dahulu. Dengan demikian, Anda bisa menerima opini yang bisa membantu Anda dalam menentukan harga jual.

Selain menawarkan produk dan meminta opini, Anda juga bisa mengajak kerjasama orang-orang terdekat. Apabila Anda memang dikenal memiliki reputasi dan etos kerja yang baik, maka bukan tidak mungkin orang terdekat menjadi rekanan Anda. Bahkan bisa saja orang terdekat menjadi pemodal utama bisnis properti Anda. Orang terdekat Anda bahkan juga bisa membantu pemasaran produk Anda dengan menawarkannya ke lingkungan pergaulannya masing-masing.

Baca Juga: Pie Susu Asli Enaaak, Bisnis Keluarga Pelopor Oleh-Oleh Terlaris di Bali

5. Manfaatkan internet

tips mulai bisnis properti

Internet akan sangat berguna bagi Anda yang ingin mendirikan bisnis. Apapun bisnis yang ingin Anda dirikan, maka penting untuk mengakrabkan diri dengan internet terlebih dahulu. Di internet, Anda bisa menemukan informasi-informasi berharga untuk merumuskan business plan, sekaligus untuk membantu memasarkan produk Anda.

Beruntung saat ini sudah tersedia banyak informasi yang bisa Anda dapatkan dari internet. Anda juga bisa menyajikan banyak informasi di internet. Jadi Anda juga bisa mengiklankan bisnis Anda melalui internet karena ada banyak situs yang menyediakan marketplace untuk menjualkan properti Anda. Dengan demikian, Anda dapat memotong berbagai biaya-biaya middlemen seperti real estate agent.

Baca Juga: Eatlah, Bisnis Makanan Cepat Saji dengan Teknologi Termutakhir

Dengan bantuan internet, siapapun bisa langsung menjadi real estate agent. Sehingga wajar apabila marketplace properti sedikit merevolusi pasar properti dunia. Bahkan, setiap harinya ada jutaan orang yang mengakses internet hanya untuk urusan properti. Dengan bantuan internet, Anda pun bisa terhubung dengan jutaan orang tersebut.

6. Atur skema pembayaran yang digunakan

tips mulai usaha properti

Dalam menjual produk Anda, maka penting untuk memperhatikan skema pembayaran yang bisa Anda tawarkan kepada konsumen. Jadi, konsumen memiliki cukup kebebasan dan fleksibilitas agar bisa membeli produk Anda. Setidaknya ada tiga skema pembayaran yang biasa digunakan dalam bisnis properti. Hard cash atau tunai, cicilan ke pengembang, dan kredit ke bank.

Dari masing-masing skema pembayaran ini, Anda bisa menerapkan harga dan promosinya masing-masing. Misalnya saja dengan menetapkan potongan harga hingga 10% bagi pembeli yang membayar secara tunai. Anda juga bisa menetapkan batas cicilan hingga 60 kali bagi yang ingin melakukan pembayaran secara bertahap.

Selain itu, Anda juga bisa menetapkan harga yang berbeda bagi pembeli pertama. Hal ini akan sangat baik untuk menghasilkan buzz yang diperlukan untuk mempromosikan produk Anda. Strategi ini pun dilakukan oleh hampir semua pengembang, dari yang besar hingga yang kecil. Masing-masing pengembang pun memiliki nama-nama yang berbeda-beda untuk menyebut promosi semacam ini. Salah satu nama yang populer digunakan adalah early bird price.

Selain menetapkan early bird price, Anda juga bisa menetapkan penjualan secara bergelombang, dengan setiap gelombang memiliki harganya masing-masing. Misalnya Anda membagi penjualan dalam tiga gelombang. Maka Anda bisa mulai gelombang pertama misalnya dengan harga penjualan Rp300.000.000 dan naik hingga Rp700.000.000 pada gelombang ketiga. Hal ini juga sering dilakukan oleh para pengembang.

7. Tingkatkan citra brand Anda

tips mulai bisnis properti

Selain bermanfaat untuk riset, internet juga baik untuk pemasaran. Oleh karena itu, penting kiranya untuk memperhatikan brand bisnis Anda. Mengingat bisnis properti melibatkan uang jutaan hingga milyaran rupiah, sehingga bisnis ini sangat bergantung pada kepercayaan.

Anda bisa mulai memupuk kepercayaan konsumen sejak awal dengan memperhatikan brand Anda. Kebanyakan konsumen sudah lelah dengan para penjual yang memasarkan segala macam produk. Jadi, banyak konsumen yang lari apabila terus dikejar. Namun apabila brand Anda memiliki citra yang baik, maka konsumen pun sudah tertarik lebih dahulu bahkan sebelum Anda melakukan penawaran.

Dalam membangun citra brand yang baik tentu tidaklah mudah. Diperlukan usaha keras yang konsisten agar bisa mempersembahkan produk yang selalu berkualitas. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan over delivery. Misalnya, Anda menjanjikan serah terima dalam waktu tujuh bulan. Maka upayakan semaksimal mungkin agar serah terima sudah bisa dilakukan dalam waktu di bawah itu. Mungkin bisa enam bulan, atau bahkan lima bulan. Namun tentu saja kualitas produk yang Anda serahkan tidak boleh berkurang sedikitpun dari yang diperjanjikan.

8. Rekrut karyawan untuk membantu Anda

tips mulai bisnis properti

Semakin besar bisnis properti Anda, maka semakin mustahil untuk menjalankannya seorang diri. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk merekrut karyawan baru yang bisa membantu Anda mengembangkan bisnis Anda. Tentu saja dalam melakukan rekrutmen, Anda perlu memperhatikan berbagai hal.

Pastinya, Anda perlu memperhatikan kompetensi dan keahlian sesuai dengan posisi yang Anda butuhkan. Apabila orang yang Anda rekrut tidak kompeten, maka hanya akan mengganggu kelancaran bisnis Anda saja. Selain itu, Anda perlu memperhatikan kesesuaian visi antara karyawan dengan bisnis Anda. Apabila karyawan yang Anda rekrut tidak memiliki visi yang sama, maka ia tidak akan mampu melaksanakan tugas-tugasnya dengan bersungguh-sungguh.

Tugas yang tidak dilakukan dengan bersungguh-sungguh tentu saja tidak akan membuahkan hasil yang optimal. Mengingat bisnis properti diisi oleh banyak pemain, maka hasil kerja yang kurang optimal bisa mengancam posisi bisnis Anda di tengah para kompetitor.

Nah, bagaimana dengan Anda?


Dari tujuh poin di atas dapat dilihat bahwa bisnis properti bukanlah suatu hal yang menakutkan. Bisnis properti juga bukan sesuatu yang terlampau sulit. Anda hanya perlu untuk mempersiapkan business plan yang matang, dan pengeksekusian yang mantap. Tidak perlu untuk membuatnya terlalu rumit.

Apabila bisnis properti terasa sangat besar hingga Anda ragu untuk memulai, silahkan mulai dari hal-hal kecil terlebih dahulu. Ingat, tembok sebesar dan setinggi apapun selalu dimulai dari satu buah batu bata saja. Jadi, jangan takut untuk memulai.

Similar Posts