Biaya Tenaga Kerja Langsung: Contoh dan Cara Menghitung

Biaya tenaga kerja langsung merupakan salah satu elemen penting dalam perhitungan laba bersih suatu perusahaan. Sebab, biaya itu adalah komponen untuk mengetahui biaya produksi.

Jadi, untuk membantu Anda mengetahui lebih dalam tentang apa itu biaya tenaga kerja langsung dan bagaimana cara menghitungnya, berikut ini ulasannya!


Pengertian Biaya Tenaga Kerja Langsung

Biaya tenaga kerja langsung

Biaya tenaga kerja langsung adalah segala biaya yang dikeluarkan sebagai imbal balik atas kinerja tenaga kerja yang terlibat dalam proses produksi. Komponen biaya terdiri atas upah atau gaji, tunjangan, dan juga asuransi bagi tenaga kerja.

Contoh biaya adalah gaji, tunjangan, dan asuransi bagi operator mesin pada sebuah pabrik pengemasan.

Jadi, dengan kata lain, biaya tenaga kerja langsung adalah biaya yang diperlukan untuk memenuhi hak para karyawan yang terlibat langsung dalam proses produksi.

Di sisi lain, terdapat pula biaya lagi yang dialokasikan untuk memenuhi hak para karyawan yang tidak terlibat langsung dalam proses produksi. Contohnya seperti gaji untuk petugas kebersihan dan petugas keamanan pada suatu pabrik.

Upah mereka tidak termasuk dalam perhitungan biaya tenaga kerja langsung, karena ruang lingkup pekerjaannya tidak berkaitan dengan proses produksi. Oleh karena itu, upah mereka akan dimasukkan ke dalam biaya overhead.

Baca juga: Arti Margin, Jenis, Contoh, dan Cara Menghitung dalam Bisnis


Manfaat Menghitung Biaya Tenaga Kerja Langsung

1. Meningkatkan efisiensi perusahaan

Dengan perencanaan yang tepat, maka pengeluaran perusahaan untuk biaya-biaya terkait proses produksi maka akan semakin efisien karena estimasi biaya sesuai dengan manfaat yang didapatkan.

Sebaliknya, jika perusahaan tidak cermat dalam menyusun perencanaan, maka akan terjadi pemborosan yang dapat merugikan perusahaan di kemudian hari.

2. Bantu mengawasi kinerja keuangan perusahaan

Perusahaan harus menghitung berapa waktu yang dibutuhkan seorang karyawan untuk menyelesaikan pekerjaannya. Oleh karena itu, biaya ini juga bisa menjadi salah satu instrumen pengawasan kinerja karyawan.

Jika waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan seorang karyawan melebihi apa yang telah direncanakan, maka perlu dilakukan evaluasi. Baik evaluasi kinerja karyawan yang bersangkutan ataupun sistem kerja yang sudah ada.

Baca juga: Panduan Cara Membuat Toko Online untuk Pebisnis Pemula


Cara Menghitung Biaya Tenaga Kerja Langsung

Biaya tenaga kerja langsung 2

Ada beberapa komponen perhitungan yang diperlukan, yaitu:

  • Besaran upah rata-rata per jam tenaga kerja langsung
  • Besaran upah rata-rata per unit tenaga kerja langsung
  • Jumlah unit yang diproduksi
  • Jam kerja pegawai

Cara menghitung biaya tenaga kerja langsung terbilang cukup sederhana, yaitu dengan menggunakan rumus berikut:

BTKL = Upah per Jam x Lama Waktu Pekerjaan

Selain itu, Anda juga bisa menghitung biaya tenaga kerja langsung per unit, dengan cara:

BTKL = Upah per unit x Jumlah Unit yang Diproduksi

Contoh penghitungan biaya tenaga kerja langsung

Anda menjual dimsum frozen untuk dijual ke swalayan. Anda mempekerjakan Robi dan Tina. Robi yang dibayar per bungkus dimsum isi 10 yang ia buat. Tina dibayar per jam dengan tugas mengemas dimsum yang sudah jadi. Upah per bungkus dimsum adalah Rp500,00, sedangkan upah per jam adalah Rp10.000,00.

Dalam satu hari Robi berhasil membuat 500 bungkus dimsum dan Tina bekerja selama 8 jam dalam satu hari.

Maka, perhitungan biaya tenaga kerja langsungnya adalah:

BTKL per Unit = 500 x 500

BTKL per Unit = 250.000

Selain itu,

BTKL per Jam = 10.000 x 8

BTKL per Jam = 80.000

Jadi, biaya tenaga kerja langsung untuk Robi adalah Rp250.000,00 per hari dan Tina adalah Rp80.000,00 per hari.

Baca juga: Strategi Penetapan Harga: Pengertian, Cara, Metode, dan Tujuan

Itu dia pengertian dan cara menghitung biaya tenaga kerja langsung. Selanjutnya, Anda bisa langsung memahami cara menghitung laba bersih bisnis Anda.

Namun, tentu saja Anda membutuhkan data penjualan yang tercatat dengan baik untuk bisa menghitung laba bersih dengan akurat. Untuk itu, Anda bisa percayakan aplikasi kasir Moka POS untuk mencatat seluruh transaksi bisnis Anda.

Moka POS mampu mencatat dan memproses transaksi dengan cepat dan akurat. Data transaksi tersebut akan secara otomatis tersusun menjadi sebuah laporan penjualan yang lengkap dan mudah dipahami.

Jadi, Anda bisa mendapatkan informasi yang akurat tentang performa penjualan bisnis Anda. Tentunya Moka POS juga dilengkapi fitur-fitur lain seperti customer loyalty program, table management, inventory management, dan lain-lain.

Jadi, apa pun bisnis Anda, pastikan aplikasi kasirnya adalah Moka POS!

 

Similar Posts