Cekrak, Cekrik: Belajar Fotografi untuk Mendapatkan Pelanggan Lebih Banyak

Hari Selasa, 22 Januari 2019 lalu, A Cup of Moka mengadakan acara berbentuk lokakarya yang bertempat di kawasan Sudirman. Mengusung tajuk “Menarik Pelanggan dengan Konten Foto Menarik,” acara ini dihadiri oleh setidaknya 35 orang. Adapun dua orang yang diundang sebagai pembicara adalah Omar Karim Prawiranegara, pemilik Dua Kopi, dan Michael Nurtjahjo, food photographer profesional. Keduanya membagikan tidak hanya pengalamannya bekerja sama dengan pemilik bisnis tertentu, tetapi juga strategi dan trik ampuh untuk mendapatkan lebih banyak pelanggan melalui foto.

Omar & Michael dalam A Cup of Moka

Pengalaman menarik berbisnis dengan klien?

Bagi Omar, konten berupa foto merupakan bagian integral untuk branding Dua Coffee. Itulah kemudian yang membuatnya menggunakan jasa creative agency untuk memaksimalkan upayanya. “Sebelum pakai agency, saya sempat foto-foto sendiri untuk produk, lalu saya unggah ke media sosial,” katanya.

Berbagai proses dari trial and error dan mencari story board yang pas telah ia jalani, sebelum akhirnya ia menghubungi tim Onion Kids, creative agency milik Michael. “Setelah berdiskusi dengan Michael, kami melakukan pratinjau videonya, dan terasa sekali sisi emosional dan intimasi yang dibuat Onion Kids,” tambahnya.

Proses ini juga kurang lebih sama dengan yang dirasakan Michael, di mana ia harus mengobrol terlebih dahulu dengan pemilik bisnis terkait kemauannya. Setelah itu, story board yang sudah dibuatnya akan dilempar ke klien untuk benar-benar menyesuaikan jalan cerita yang diinginkan.

Namun begitu, tahap ini merupakan bagian dari proses kreatif yang panjang dan, bisa dibilang, mendidiknya untuk jangka panjang. Proses inilah yang kemudian membuat Omar dan Michael menikmati tahap-tahap yang harus mereka ambil setiap kali harus bekerja sama dengan klien.

Baca juga: 10 Aplikasi Edit Foto Terbaik untuk Foto Produk Anda

belajar fotografi untuk mendapatkan pelanggan lebih banyak

Kesulitan apa yang sering dihadapi saat membuat konten?

Michael mengatakan bahwa foto makanan berkuah yang berwarna gelap adalah termasuk yang paling sulit. “Tiap kali foto makanan berkuah, saya harus bisa mengatur volume pencahayaannya agar sedikit lebih banyak dibandingkan saat memfoto jenis makanan lainnya,” katanya. Selain itu, ia juga harus pandai-pandai menangkap spektrum warna gelap di piring atau mangkuk makanannya, yang kadang tidak tampak sama sekali dari permukaan.

Lebihnya lagi, Michael juga menganggap memotret makanan Indonesia merupakan sebuah tantangan karena komposisi rempah-rempahnya yang lebih banyak dibandingkan makanan dari negara lain. Campuran sayur atau lauk dalam satu piring juga bisa sangat variatif, sehingga ia harus memutar otak memastikan bahwa semua komposisi itu harus masuk dalam bingkai kamera.

Baca Juga: Membuat Kemasan Produk yang Menarik dan Menjual

Sementara itu, Omar justru menghadapi kesulitan saat menentukan biaya untuk 1 foto. “Food photography itu tidak ada matriksnya, sehingga sulit untuk menerka-nerka 1 video bisa menghabiskan budget berapa,” ujarnya. Proses kreatif baginya tidak ternilai harganya, sama halnya dengan dampak yang dihasilkan setelah itu.

Untunglah, agency milik Michael menjadi salah satu pihak yang membantu Dua Kopi hingga saat ini. Sehingga, proses pembuatan konten yang menarik bisa berjalan dengan jauh lebih lancar dan penentuan harga untuk jenis konten yang berbeda-beda juga bisa menjadi lebih jelas.

omar prawiranegara

Bagaimana membuat foto produk yang menarik?

Omar menyarankan agar menggunakan peralatan yang ada saja, baik ponsel maupun kamera digital. Perlu juga untuk membuat rentang waktu mingguan atau bulanan terkait berapa banyak jumlah konten foto yang dihasilkan, dengan tema yang sudah ditentukan juga.

“Jika perlu, bahkan Anda bisa membuat semacam bank konten yang berisi semua foto-foto dengan konsep spesifik yang sudah pernah Anda buat,” ujarnya.

Dengan begitu, Anda tidak akan kehabisan stok konten ketika, misalnya, jumlah kunjungan website atau media sosial Anda sedang turun atau tidak berperforma baik. Jika butuh bantuan, creative agency milik Michael siap membantu untuk membuatkan konten-konten foto yang menarik untuk bisnis Anda.

Baca Juga: 5 Manfaat Micro Influencer Instagram untuk Kembangkan Bisnis Anda

Untuk Michael sendiri, ia menyarankan agar foto produk yang akan dibuat tidak terlalu dibuat-buat dan terlihat terlalu rapi. “Buat saja sealamiah mungkin dengan sumber pencahayaan alami seperti sinar matahari,” tambahnya. Jika memang butuh menggunakan lampu, bisa pertimbangkan lampu neon dengan watt sebesar 5000 hingga 5500 kelvin warna putih. Pastikan juga ukiran atau corak meja tempat piring diletakkan tidak terlalu mencolok; meja kayu yang tidak memantulkan cahaya adalah pilihan terbaik.

Yang terakhir, yang juga tidak kalah penting, pastikan sediakan bahan-bahan yang menjadi bumbu utama makanan yang disajikan dan letakkan bahan-bahan tersebut di sekeliling wadahnya. Misalnya, jika Anda ingin memotret bubur ayam, maka Anda harus menyediakan beberapa lembar daging ayam suwir, cabe, kacang-kacangan dan bahan lain yang dirasa perlu, dan diletakkan di sekeliling mangkuk bubur ayamnya.

Nah, dari penjelasan kedua pembicara di atas tentang food photography, sudahkah Anda menerapkan strategi untuk membuat foto produk di media sosial Anda sendiri? Nantikan terus acara-acara menarik dan inspiratif selanjutnya dari A Cup of Moka. Ikuti akun instagram @moka.indonesia untuk informasi lebih lengkapnya.




DSC04460

Sampai bertemu di acara selanjutnya!

Baca Juga: A Cup of Moka x Telkomsel: Tingkatkan Pendapatan dengan Pelanggan Setia untuk Pebisnis Surabaya

Similar Posts