Arti Margin, Jenis, Contoh, dan Cara Menghitung dalam Bisnis

Arti Margin, Jenis, Contoh, dan Cara Menghitung dalam Bisnis – Dalam menjalankan bisnis, margin adalah salah satu istilah penting dalam bisnis yang perlu diketahui setiap pemilik usaha. Margin ada hubungannya dengan produk yang dijual, biaya produksi, keuntungan, dan aspek-aspek penting lainnya.

Untuk itu, mari ketahui lebih lanjut apa arti marti margin, jenis, contoh, serta cara menghitungnya dalam bisnis berikut ini.

Apa Arti Margin?

kalkulator - perhitungan bisnis - jual beli - strategi penetapan harga - arti margin

Arti margin adalah persentase keuntungan dari produk yang Anda jual. Keuntungan itu dihitung dari angka penjualan dan biaya produksi. Pada akuntansi, kata margin biasa dikenal sebagai profit margin. Profit margin adalah hasil dari perbandingan laba dikurangi bunga dan pajak. Simak ulasan lengkap soal margin di bawah ini!


Jenis Margin 

arti margin - business growth - perkembangan bisnis (1)

1. Margin Laba Kotor

Margin laba kotor membandingkan laba kotor dengan pendapatan yang Anda terima. Menghitung margin laba kotor dapat membantu Anda mengetahui seberapa efisien perhitungan Harga Pokok Penjualan dan biaya produksi Anda. Semakin besar marginnya, semakin efisien operasional Anda.

2. Margin Laba Bersih

Margin laba bersih adalah laba yang telah dikurangi pajak atas pendapatan Anda. Semakin besar marginnya, berarti semakin sehat bisnis Anda. 

3. Margin Laba Operasional

Margin laba operasi dapat membantu Anda mengetahui tingkat kemampuan bisnis Anda dalam menghasilkan laba operasi dari penjualan bersih. Laba operasi adalah laba bersih yang belum dikenakan pajak dan bunga. 

Baca juga: 25 Bisnis Rumahan Modal Kecil dengan Keuntungan Berlipat


Contoh Menghitung Margin

berikan penawaran diskon atau potongan harga - 9 Cara Ampuh Tingkatkan Loyalitas Pelanggan

Ada sebuah pabrik sepatu asal Yogyakarta berhasil menjual 10.000 pasang sepatu dalam kurun waktu satu bulan dengan harga per pasang Rp200.000. Biaya produksi dan memasarkan sepatu tersebut sebesar Rp150.000. Dari perhitungan di atas maka jumlah marginnya:

Margin: Rp50.000 : Rp150.000 x 100% = 33.3%

Sudah pasti setiap pengusaha atau pemilik bisnis ingin mencari margin keuntungan sebesar-besarnya.

Contoh lainnya, apabila biaya produksi Anda sebesar Rp50.000 dan dijual ke konsumen dengan harga Rp100.000, maka margin yang didapatkan adalah 100%. Hal itu adalah wajar karena dengan memiliki margin keuntungan yang tinggi, maka pendapatan juga tinggi.

Baca juga: 9 Franchise Kopi Terlaris dengan Keuntungan Manis


Cara Menghitung Margin

business growth - bisnis - keuangan - performa

Sebelum menghitung margin, Anda terlebih dahulu harus mengetahui hal-hal berikut ini:

1. Mengetahui Harga Pokok Penjualan (HPP), supaya Anda dapat menentukan harga jual dari produk atau jasa dengan tepat. 

2. Mengetahui total penjualan bersih. Bisa dihitung dari penjualan kotor yang sudah dikurangi pengurangan lain (pengembalian, diskon, dan komisi).

3. Menghitung seluruh biaya produksi.

4. Belajar dari laporan laba rugi, guna mengetahui beban perusahaan dan sumber pendapatan perusahaan.

Setelah mengetahui keempat hal di atas, Anda bisa menghitung berapa besar margin yang Anda inginkan. Berikut ini cara menghitung margin berdasarkan jenis laba yang bisa Anda coba terapkan:

1. Laba Kotor

Menghitung laba kotor dilakukan setelah Anda memperhitungkan Harga Pokok Penjualan (HPP). Menghitung laba kotor bisa membantu Anda mengetahui produk apa yang paling mendatangkan keuntungan dan mana yang tidak. Berikut cara menghitung margin laba kotor:

Margin Laba Kotor = ((Pendapatan Total – HPP) : Pendapatan Total) x 100

2. Laba Bersih

Margin laba bersih berguna untuk menentukan profitabilitas bisnis Anda setelah dikurangi biaya-biaya pokok dan HPP. Berikut cara menghitung margin laba bersih:

Margin Laba Bersih = ((Pendapatan – (HPP + biaya operasional + bunga + pajak + biaya lain) : Pendapatan) x 100

3. Laba Operasional

Menghitung laba operasional tidak termasuk pajak, hutan, dan biaya-biaya selain biaya operasional lainnya. Sebaliknya, margin laba operasional memperhitungkan biaya operasional, administrasi, penjualan, dan biaya overhead. Berikut ini cara menghitung margin laba operasional:

Margin Laba Operasional = (Pendapatan : Pendapatan Operasional) x 100

Itu dia arti margin, jenis, contoh, dan cara menghitungnya. Nah, untuk mengetahui berapa margin yang Anda terima terkadang memang cukup sulit, apalagi jika laporan penjualan bisnis Anda dibuat secara manual. 

Namun tenang saja, Anda bisa melihat laporan penjualan Anda secara lengkap dengan menggunakan aplikasi Point of Sale dari Moka! Moka secara khusus hadir untuk membantu Anda mendapatkan laporan setiap transaksi secara detail, mudah dibaca, dan real-time.

Dengan menggunakan sistem yang sudah terotomatisasi, tentu saja hal itu akan mengurangi terjadinya human error yang bisa merugikan bisnis Anda. Mau tahu bagaimana aplikasi Moka dapat membantu bisnis Anda? Yuk, cari tahu di sini!

 

Similar Posts